AZRUL ANANDA
Mantan CEO media nomor satu, komentator Formula 1, commissioner liga basket nasional, dan sekarang pengelola klub sepak bola. Azrul resmi menjadi cyclist sejak 2012. Kolektor sepeda balap, hobi touring, sesekali ikut balapan, pria kelahiran 1977 ini dikenal total dalam segala hal. Di Surabaya, dia dikenal dengan kelompok cycling-nya yang berjulukan Azrul Ananda School of Suffering. Sesuai namanya, sukanya yang berat dan susah!
Koh Hay Sang X-Men (Kolom Azrul Ananda)
Koh Hay usianya sudah 73 tahun. Sejak 2021 lalu, beliau seharusnya menjalani operasi lutut. Total knee replacement. Tapi orang yang satu ini memang anggota X-Men asli. Dia malah ikut event-event gowes. Bahkan baru saja gowes 1.100 km dalam seminggu, termasuk gowes Surabaya-Bali pulang-pergi.
Manado (Sulut) Diberkati
Saya telah menemukan tempat paling indah se-Indonesia. Paling tidak, tempat paling indah yang pernah saya kunjungi secara pribadi, dengan cara bersepeda. Letaknya di dekat Manado. Tepatnya Tetetana Hill (Bukit Tetetana), di Tomohon.
Sepuluh Produk Cycling Pilihan Azrul Ananda di Akhir 2021
Untuk edisi akhir 2021 ini, mungkin tema utama saya adalah function, practicality, dan affordability. Maklum, di tengah booming-nya bersepeda, muncul juga sisi menyebalkannya. Seperti harga yang melambung tinggi atau kehadiran sejumlah cyclist ikut-ikutan yang kelakuannya jauh dari esensi cycling.
Kediri Rasa Italia
Alhamdulillah. Setelah tertunda beberapa bulan, 4-5 Desember lalu event gowes epic KAI Kediri Dholo KOM Challenge 2021 berlangsung juga. Memperkenalkan kepada seluruh penggemar sepeda tentang tanjakan Dholo, di lereng Gunung Wilis.
Simon Mottram Sang Filsuf Jersey
Satu dekade menekuni hobi sepeda, saya bersyukur bisa belajar banyak. Mengunjungi markas-markas merek terbesar, bertemu dengan orang-orang hebat di industri sepeda dunia. Salah satu yang paling saya kagumi adalah Simon Mottram, founder merek apparel sepeda Rapha yang akhir November ini mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO.
Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (3-Habis)
Sensah hanya membuat shifter, front derailleur (FD), dan rear derailleur (RD). Jadi, kalau memakai grupset Sensah Empire Pro 12-speed (atau 11-speed, atau 10-speed), kita harus menentukan sendiri pilihan remnya.
Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (Seri 2)
Sensah memberikan alternatif menarik di tengah semakin sulitnya mendapatkan grupset ideal untuk sepeda. Grupset buatan Tiongkok ini juga memberi kita banyak opsi untuk melengkapi komponennya.
Review Sensah Empire Pro 12-Speed setelah 1.000 Km Plus (Seri 1)
Sensah perlahan tapi pasti mendapatkan nama di pasaran. Khususnya di pasaran yang ditinggalkan oleh Shimano dan SRAM di harga "menengah."