Column
Bromo KOM Bukan Hanya soal Medali (#wanijujurwaniajur)  
Selesai sudah rangkaian Herbana Bromo KOM Challenge 2019. Sebagai salah satu founder event ini, saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Selamat kepada para juara, selamat kepada para finisher, dan mohon maaf kepada yang belum bisa menyelesaikan tantangan ini di bawah COT (cut off time), dan akhirnya tidak bisa menerima medali (kepala sabuk).
Herbana Bromo KOM Challenge 2019
Event Pelajaran untuk Atlet Profesional
Hadeeeeh leganyaaa… Event Herbana Bromo KOM Challenge 2019 berakhir sudah. Sebanyak 1.148 cyclist dalam berbagai kelas dan kategori ikut kami sengsara menanjak ke ketinggian 2.000 meter di Wonokitri, Bromo. Sebuah event yang tidak sempurna, tapi sebuah event yang sangat, sangat epic. Ini catatan mengenai terima kasih, kesuksesan, kekurangan, dan partisipasi.
Diseruduk Motor, Patah/Retak Lima Tulang, Gowes Lagi dalam Tiga Pekan (2)
Hari Kesepuluh sudah Gowes Pakai Smart Trainer
Waktu saya diseruduk motor, Minggu pagi, 28 September lalu, sepeda saya tidak apa-apa. Hanya perlu setel ulang pelek belakang dan ganti “anting” alias gantungan derailleur belakang. Biaya hanya beberapa ratus ribu rupiah. Anyway, sementara frame-nya tetap mulus, hasil X-Ray di rumah sakit mengkonfirmasikan bahwa kondisi bahu saya tidak seberuntung sepeda saya.
Diseruduk Motor, Patah/Retak Lima Tulang, Gowes Lagi dalam Tiga Pekan (1)
Ada Ambulans Berhenti tapi Tidak Ada Gunanya
Hukum probabilitas menimpa saya pada 28 September 2018. Gowes sendirian, berpisah dengan teman-teman karena harus menghadiri acara Minggu pagi itu, saya diseruduk motor saat di Jalan Raya Porong, Sidoarjo. Saya mengalami patah tulang pada beberapa bagian di sekitar bahu kanan. Tepatnya patah clavicula, scapula, plus retak tiga rusuk.
Catatan Mengikuti UCI 2018 Gran Fondo World Championship di Italia
Usia Lebih Tua 20 Tahun, Finis Lebih Cepat 15 Menit
Perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang berlangsung seru. Air mata, keringat dan kerja keras atlet Indonesia bertarung melawan atlet dari negara Asia berbuah prestasi sangat manis. 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 medali perunggu berhasil diraup atlet Indonesia. Nun jauh dari Indonesia, tepatnya di kota Varese, Italia, saya, Edo Bawono juga berjuang di atas sadel sepeda Wdnsdy AJ1 atas nama Indonesia. Tepatnya di even UCI 2018 Gran Fondo World Championship.
Apakah Kita Butuh Disc Brake dan Gravel Bike di Indonesia?
Ada perkembangan khusus di dunia sepeda (khususnya road) belakangan ini di Amerika Serikat: Booming-nya kategori gravel bike alias all-road alias sepeda road yang bisa dipakai off-road. Khusus di gravel kelas berat, dan di turunan-turunan gunung yang panjang, disc brake juga akan menjadi lebih aman. Saya pun berpikir, apakah tren gravel bike dan disc brake relevan di Indonesia? Kalau iya mengapa, kalau tidak mengapa?
Membedah Aturan-Aturan Bersepeda Seru Velominati (8-Habis)
Selalu Dukung Toko Sepeda Lokal Anda!
Tulisan ini, aturan Velominati seri kedelapan, adalah yang terakhir. Anda bisa mempelajari sendiri, karena “The Rules” itu semuanya dengan mudah bisa dicari secara online. Atau Anda bisa membeli bukunya. Khusus untuk tulisan terakhir ini, saya ingin membahas salah satu aturan yang paling saya suka. Yaitu aturan nomor 58, yang berbunyi: “Support your local bike shop.”