KEMENANGAN di Nggravel Blitar 2026 belum membuat Adrian Kurniawan puas. Pembalap asal Blitar itu siap mempertahankan dominasinya di Nggravel Glenmore 2026. Targetnya sama: menjadi yang tercepat di kategori MTB Men 34 and Under.

Di Nggravel Blitar, Adrian finis pertama di kategori MTB Men 34 and Under. Catatan waktunya paling bagus. Finis dalam waktu 3 jam 23 menit 57 detik. Di event gravel terbaru Mainsepeda ini, ia ingin mengulang kesuksesan tersebut. "Target saya ingin menjadi juara lagi," katanya.

Cyclist berusia 20 tahun itu percaya diri bisa melakukannya setelah meraih podium di Nggravel Blitar. Kendati begitu, Adrian sadar lawan-lawannya juga datang dengan persiapan yang matang. Semua peserta tentu ingin merebut posisi terdepan. “Kita semua sudah berlatih keras, jadi saya tidak akan meremehkan lawan. Yang penting percaya diri saja,” ujarnya.

Pengalaman di Nggravel Blitar memang menjadi modal penting bagi Adrian. Itu merupakan balapan gravel perdananya di event Mainsepeda. Dari sana, ia mendapat gambaran tentang karakter balapan dan tantangan yang harus dihadapi.

Meski rute di Glenmore berbeda, pengalaman tersebut tetap bisa menjadi bekal. Adrian sudah tahu bagaimana menjaga ritme, mengatur tenaga, dan menghadapi jarak tempuh yang panjang.

Baca Juga: Kalah di Blitar, Ethan Siap Patahkan Dominasi Kibar di Nggravel Glenmore 2026

Baca Juga: Backpacker Belanda Gowes Jakarta-Bali, Berujung Ikut Nggravel Glenmore

Di Nggravel Glenmore 2026 yang digelar Minggu, 4 Oktober 2026, ada banyak tantangan baru menanti. Misalnya, lintasan campuran atau all-terrain. Jalurnya terdiri dari aspal, berkerikil, hingga off-road ringan.

Tanjakan dan turunan juga menjadi bagian dari rute yang menantang. Sebab jalur naik turun akan menguras tenaga dan menguji daya tahan peserta. Tantangan lainnya datang dari jalur perkebunan. Rutenya melewati area perkebunan tebu, kopi, dan cokelat. Beberapa jalur jarang dilalui kendaraan. Karena itu, peserta harus tetap fokus mengikuti rute dan menjaga konsentrasi sepanjang balapan.


Adrian Kurniawan terjun di kategori MTB di Nggravel Blitar 2026, April lalu. Ia siap mempertahankan dominasi dari ancaman para rider yang lebih muda.

Nah, Adrian justru menyukai balapan dengan karakter seperti itu. Ia senang menghadapi trek yang menantang, terutama bagian tanjakan. "Sangat asyik dan sangat seru di ketinggian. Saya suka yang menantang karena memang anak MTB," ujar Adrian.

Menurutnya, kekuatan fisik akan menjadi kunci utama saat balapan nanti. Apalagi kategori race jaraknya 100 Km. Jarak tersebut membuat dirinya harus mampu mengatur tenaga sejak awal balapan. "Jadi fokus utama saya memang fisik. Meskipun teknik bagus, strategi bagus, tapi kalau fisik kita jelek, tidak akan mendapat hasil maksimal," kata Adrian.

Karena itu, Adrian menyiapkan latihan endurance untuk menghadapi jarak tempuh yang panjang. Ia ingin menjaga kondisi tubuh tetap kuat hingga akhir balapan. Dengan begitu, peluang untuk bersaing di rombongan depan tetap terbuka.

Baca Juga: Komunitas Goku Siap Jelajah Glenmore Lalu Berburu Kuliner

Baca Juga: 3 Bestie Pencinta Gravel Ingin Nikmati Unbound-nya Indonesia Sambil Ngonten

Setting sepeda juga tak luput dari perhatiannya. Menurut Adrian, masalah kecil pada sepeda bisa membuatnya kehilangan waktu dan sulit mengejar rombongan di depan. "Sekali ada kendala di sepeda, ambyar. Yang ikut Nggravel Glenmore ini kencang-kencang," tuturnya.

Persaingan di kategori MTB Men 34 and Under menarik untuk dinantikan. Sebab misi Adrian untuk mempertahankan podium di event gravel-nya Mainsepeda tidak akan mudah. Ada I Kadek Dwi Artaguna yang siap menjadi penantang.

Kadek sudah mengenal Adrian. Keduanya pernah adu balap di Kejurnas MTB pada Juli lalu. Saat itu, Adrian finis di posisi ketiga. Kadek berada di posisi keenam. Namun, Kadek sadar setiap balapan memiliki situasi yang berbeda. Strategi yang berhasil di satu balapan belum tentu bisa diterapkan di balapan berikutnya.

"Makanya, saya tidak ingin terpaku pada satu strategi. Saya akan lihat saat race nanti. Baru menyiapkan strategi dengan beberapa plan yang sudah saya siapkan," kata Kadek.

Karena sudah pernah berhadapan dengan Adrian di Kejurnas MTB, Kadek punya gambaran untuk bersaingan dengan pembalap asal Blitar tersebut. Jika kesempatan itu terbuka, ia menargetkan bisa berada berada di posisi terdepan. "Semoga bisa. Walau memang cukup berat lawan dia," ujarnya.


I Kadek Dwi Artaguna memasang target realistis. Tapi ia pasti akan memberikan perlawanan sekeras mungkin agar bisa mengalahkan Adrian.

Nggravel Glenmore 2026 menjadi balapan gravel pertama bagi Kadek. Itu juga menjadi pengalaman pertamanya menjajal gravel dengan rute sepanjang 100 kilometer. Tantangannya tentu berbeda dari balapan MTB yang selama ini ia ikuti.

Baca Juga: Dari RD Hang Sampai Ganti Ban, Bike Check Jadi Penyelamat Sebelum Start Nggravel Glenmore

Baca Juga: Stephen Lane dan Kai Besser Siap Debut Gravel di Indonesia Lewat Nggravel Glenmore 2026

Meski berstatus debutan, Kadek tidak datang sekadar untuk coba-coba. Pesepeda 18 tahun itu ingin menguji hasil latihan yang sudah dijalani. Juga ingin melihat sejauh mana kemampuan MTB-nya bisa bersaing di lintasan gravel.

Balapan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi Kadek untuk mengukur kemampuannya. Terutama dalam menghadapi jarak yang panjang dan karakter trek yang berbeda. "Saya penasaran karena race-nya melewati rute yang memadukan aspal, rock garden, dan pasir," ujar cyclist asal Bali tersebut.

Agar meraih hasil maksimal di Nggravel Glenmore 2026, Kadek melakukan beberapa penyesuaian dalam latihan. Misalnya menambah porsi latihan endurance. Jarak latihan juga dibuat lebih panjang. Selain itu, Kadek mulai lebih sering berlatih di trek gravel.

Persiapan itu penting karena Glenmore akan menjadi ujian daya tahannya. Jarak 100 kilometer bukan jarak yang biasa ia tempuh dalam balapan. Karena itu, Kadek tidak memasang target waktu tertentu. Ia hanya ingin tampil maksimal dan mendapatkan catatan waktu yang bagus. "Ini race gravel pertama saya. Saya akan buktikan hasil latihan saya seperti apa," tegasnya.

Selain latihan, Kadek juga mempelajari rute Glenmore melalui video-video yang diungggah di media sosial Majnsepeda. Ia memang belum menjajal langsung lintasan tersebut. Namun, dari video yang dipelajari, ia sudah memiliki gambaran tentang jalur yang akan dihadapi.

Target awalnya cukup realistis. Ia ingin finis dengan selamat dan kuat. Jika memungkinkan, Kadek juga ingin berada di rombongan depan. Peluang tersebut juga menjadi alasan pelatihnya merekomendasikan Kadek untuk mengikuti Nggravel Glenmore. "Targetnya bisa masuk 10 besar. Kalau target ambisius ya juara, mengalahkan Adrian," ujarnya.

Jika berhasil naik podium, hasil itu akan memiliki arti besar baginya. Bukan hanya soal posisi akhir. Podium juga menjadi bukti bahwa latihan yang selama ini dijalani mulai membuahkan hasil. "Jadinya tidak sia-sia latihan sendiri,” ujar Kadek. (Mainsepeda)

Populer

3 Bestie Pencinta Gravel Ingin Nikmati Glenmore Sambil Ngonten
Stephen Lane Siap Debut Gravel di Indonesia, Kai Besser Comeback Setelah 20 Tahun
Komunitas Goku Siap Jelajah Glenmore Lalu Berburu Rujak Soto
Pogacar Lewatkan Kejuaraan Eropa dan Il Lombardia, Comeback pada 2027
Dari RD Nge-Hang sampai Salah Ban, Bike Check Jadi Penyelamat Sebelum Start Nggravel Glenmore
Panduan Lengkap RPC Nggravel Glenmore 2026: Lokasi, Alur, dan Regulasi Peserta
Kalah di Blitar, Ethan Siap Patahkan Dominasi Kibar di Nggravel Glenmore 2026
Backpacker Belanda Gowes Jakarta-Bali, Berujung Ikut Nggravel Glenmore
Adrian Ingin Ulangi Sukses Blitar di Nggravel Glenmore 2026, Kadek Penantang Serius
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!