Komunitas Goku Siap Jelajah Glenmore Lalu Berburu Rujak Soto

BANYAK motivasi untuk menggerakkan cyclist menuju Nggravel Glenmore 2026. Selain sensasi jalur yang mirip dengan Unbound Gravel di Kansas, AS, pesona Kota Banyuwangi sendiri menjadi daya tarik event yang baru kali pertama diadakan Mainsepeda itu. Termasuk kulinernya.

Ya, bagi komunitas Gowes Kuliner (Goku), bersepeda bukan hanya tentang mengayuh sepeda dari start hingga finis. Ada perjalanan dan kebersamaan. Dan tentu saja, kuliner. Semangat tersebut turut dibawa tujuh anggota GOKU yang terjun mengikuti Nggravel Glenmore 2026 di Banyuwangi.

Ketujuh peserta tersebut turun di kategori MTB dengan tujuan sederhana. Yakni menikmati perjalanan sekaligus mencoba pengalaman baru di lintasan gravel Glenmore.

Goku sendiri terbentuk pada awal pandemi COVID-19. Komunitas itu bermula dari sejumlah orang yang memiliki kegemaran yang sama, yakni bersepeda dan menikmati kuliner di Surabaya.

"Kita ketemu waktu gowes, sukanya sama-sama gowes di Surabaya. Setelah selesai gowes, kita juga sama-sama pasti suka kulineran," ungkap Sugeng, salah seorang anggota Goku. "Jadi terbentuknya langsung saja, kita bikin komunitas gowes kuliner," lanjutnya, lantas tertawa.

Baca Juga: Ngaspal Sehat Racing Club, Komunitas Road Bike Gresik yang Terus Tumbuh

Baca Juga: Stephen Lane dan Kai Besser Siap Debut Gravel di Indonesia Lewat Nggravel Glenmore 2026

Dari kebiasaan tersebut, Goku kemudian berkembang menjadi komunitas yang lumayan solid. Kini anggotanya mencapai 75 orang. Dari jumlah tersebut, tujuh anggota memilih untuk menjajal Nggravel Glenmore 2026.


Komunitas Goku (Gowes Kuliner) berpose bersama setelah mengambil race pack di Hall Center IGG, 3 Oktober 2026.

Bagi sebagian anggota Goku, Nggravel Glenmore menjadi kesempatan untuk mencoba pengalaman baru di medan gravel. Mereka tergiur rute yang memadukan berbagai jenis permukaan. Mulai dari jalan beraspal hingga jalur tanah, kerikil, dan bebatuan.

Sugeng sendiri sebelumnya sudah beberapa kali mengikuti event gravel, termasuk Nggravel Blitar 2026 pada April lalu. Pengalaman tersebut kemudian membuat anggota Goku lainnya ikut tertarik untuk mencoba.

"Karena sama-sama diracun-racunin, akhirnya yang lain pengen coba. Mungkin penasaran juga ya, yang lain belum coba Nggravel," kata Sugeng.

Baca Juga: Curi Start, 2 Cyclist Gowes Antarpulau Menuju Nggravel Glenmore 2026

Baca Juga: Graveleur YK Bawa Pengalaman Off-Road Jogja ke Glenmore

Ketertarikan tersebut kemudian diikuti dengan persiapan yang dilakukan sejak jauh hari. Goku tidak menerapkan pola latihan khusus yang wajib diikuti seluruh anggotanya. 
Setiap anggota diberikan kebebasan untuk menentukan bentuk latihan masing-masing, baik berlatih di jalan beraspal maupun medan off-road.

"Sudah jauh hari-hari kita latihan, sampai ikut event lokal juga. Soal sepeda sudah aman, karena kita kebanyakan main MTB juga," ujar Sugeng. Menurutnya, kebebasan dalam menentukan latihan menjadi bagian dari cara Goku mempersiapkan anggotanya. Yang terpenting, masing-masing anggota merasa siap ketika Nggravel Glenmore tiba.

Dengan memilih kategori 80 KM Non-Competitive, Goku memang tidak menjadikan podium sebagai tujuan utama. Bagi mereka, pengalaman menikmati perjalanan menjadi tujuan utama keikutsertaan dalam event tersebut.

"Kita ingin menikmati perjalanannya aja sih, nggak ada target untuk podium-podium gitu," kata Sugeng.


Komunitas Goku selalu punya agenda makan-makan setelah gowes bareng. Dibentuk saat pandemi Covid-19, kini anggotanya berkembang sekitar 75 orang.

Keinginan untuk menikmati perjalanan juga berkaitan dengan rasa penasaran terhadap rute Glenmore. Selain tantangan bersepeda, pemandangan yang ditawarkan Banyuwangi menjadi salah satu hal yang ingin dinikmati para anggota Goku.

Baca Juga: 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan

Baca Juga: Khusus Cewek! Ini Tips Taklukkan Glenmore 2026 buat Cyclist Perempuan

Mereka juga melihat keikutsertaan di Nggravel Glenmore sebagai kesempatan untuk sesekali membawa aktivitas bersepeda mereka ke Banyuwangi. Goku bertekad menjelajahi suasana baru di luar rute yang biasa mereka tempuh di Surabaya.

Namun, perjalanan GOKU di Banyuwangi belum benar-benar selesai ketika kayuhan terakhir berhenti. Sesuai dengan identitas yang melekat pada nama komunitas mereka, agenda kuliner telah disiapkan setelah menyelesaikan perjalanan.

Sugeng mengatakan GOKU telah menyiapkan sejumlah makanan khas Banyuwangi untuk dicicipi. "Pastinya, mau makan-makan. Udah disusun rencananya," kata Sugeng. "Pokoknya tempong sama rujak soto masuk list. Lainnya nanti lihat yang ditemui di tempat. Intinya makanan khas Banyuwangi," paparnya.

Bagi Goku, Nggravel Glenmore akhirnya menjadi lebih dari sekadar perjalanan bersepeda. Dari Surabaya menuju Banyuwangi, mereka membawa semangat untuk mencoba rute baru dan menutup kayuhan dengan mencicipi kuliner khas daerah yang mereka kunjungi. (Mainsepeda)


COMMENTS