"Curi Start", 2 Cyclist Gowes Lintas Pulau Menuju Nggravel Glenmore 2026

NGGRAVEL Glenmore 2026 baru bergulir pada Minggu, 4 Oktober 2026 mendatang. Namun, antusiasme para peserta sudah makin terasa. Tak ingin sekadar tiba di lokasi acara, dua cyclist asal luar Pulau Jawa memilih untuk "curi start" dengan mengayuh sepeda dari rumah, langsung menuju Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Mereka rela menempuh perjalanan naik sepeda lebih jauh dari yang seharusnya demi berbagai alasan. Ada yang menganggapnya bagian dari persiapan. Ada juga yang murni ingin menikmati alam sekitar.

Dua pegowes tangguh tersebut adalah I Made Karang (48), asal Nusa Tenggara Barat (NTB), dan I Wayan Prama Yunanta (31) dari Ubud, Bali. Bagi keduanya, perjalanan menuju venue bukan sekadar mobilitas logistik, melainkan bagian dari petualangan lintas pulau di atas pedal.

​Menembus Lautan 14 Jam dari NTB

I Made Karang mengawali perjalanannya dengan mengayuh sepeda sejauh 25 kilometer dari rumahnya menuju Pelabuhan Lembar di Lombok Barat. Demi efisiensi biaya dan kepraktisan, Made memutuskan langsung menyeberang menggunakan kapal feri menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Baca Juga: Graveleur YK Membawa Bawa Pengalaman Off-Road Jogja ke Glenmore

Baca Juga: ART Cycling Team, Komunitas yang Dikelola Layaknya Perusahaan

Durasinya tidak tanggung-tanggung. Perjalanan feri tersebut memakan waktu hingga 14 jam!

"Saya hitung lebih hemat kalau (perjalanan) langsung naik sepeda" ungkap Made, ketika dihubungi Mainsepeda. "Kalau lewat Bali dulu, lebih banyak biayanya. Mungkin pulangnya baru saya lewat Bali sambil pulang kampung di Karangasem," ujar Made.

Mengandalkan sepeda MTB, Made ingin mencicipi sensasi jalur Glenmore yang dikenal menantang. Bagi peserta senior itu, daya tarik rute tanah padat dan bebatuan kerikil di seri kedua ini menjadi magnet utama.

"Saya sebenarnya dari awal main sepeda suka MTB. Setelah ada gravel, saya jadi semangat lagi gowes blusukan," ungkapnya. "Di seri kedua ini makin menarik karena rutenya speed dan panjang jalan bertanah serta batu. Sekalian jalan-jalan mumpung tidak pernah gowes di Glenmore," tuturnya.

Ya, bagi Made, Nggravel Glenmore adalah seri balapan gravel kedua buatan Mainsepeda yang ia ikuti. April lalu, ia berpartisipasi dalam Nggravel Blitar 2026. Saat itu, Made mengendarai motor vespa dari Lombok sambil memboyong sepeda.

Baca Juga: 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan Nggravel Glenmore 2026, Usia Bukan Halangan!

Baca Juga: Azrul Ananda Bagi Tips buat Calon Peserta Nggravel Glenmore 2026

Soal persaingan di lintasan nanti, Made memilih bersikap realistis dan menikmati setiap momen. "Kalau podium bagi saya hanya bonus. Yang penting gasss, dapat sehat dan bugarnya, itu podium tertinggi bagi saya," tegas Made.

Aksi "curi start" yang tak kalah impresif ditunjukkan oleh I Wayan Prama Yunanta. Cyclist berusia 31 tahun itu memilih mengayuh sepeda sejauh 180 kilometer langsung dari kediamannya di Ubud, Bali Tengah, menuju Glenmore.

Rencana berangkat pada Jumat pagi, 2 Oktober, Prama memperkirakan baru akan menembus kawasan Glenmore pada Jumat malam. Berbagai persiapan teknis telah ia matangkan, mulai dari peningkatan intensitas latihan fisik hingga servis total pada sepedanya.

Uniknya, Prama tetap mempertahankan setup sepeda yang sama saat ia menuntaskan ajang ajang ketahanan East Java Journey (EJJ) 600. Alasan Prama mengayuh sejauh itu sangat sederhana: ia rindu akan karakter trek gravel murni yang jarang ia temukan di Pulau Dewata.

"Untuk Glenmore, aku lebih ingin coba rute gravel yang sebenarnya, yang mirip-mirip Unbound Gravel," ungkap Prama. "Jarang-jarang soalnya dapat rute seperti itu di Bali," imbuhnya.

Baca Juga: Samar Wulu, Komunitas Tuan Rumah yang Siap Sambut Peserta Nggravel Glenmore 2026

Baca Juga: Pimpin ICF Jatim, Pasma Royce Tekankan Penguatan Prestasi dan Regenerasi Atlet

Sama seperti Made, Prama tidak memasang target podium maupun patokan waktu tertentu. Baginya, menyerap atmosfer petualangan dan memberikan performa terbaik adalah prioritas utama.

"Untuk mengincar juara sih, sepertinya tidak, berhubung banyak rider yang cepat-cepat. Berada di race ini untuk menikmati rute gravel lengkap yang disediakan teman-teman main sepeda," paparnya. "Sebisa mungkin menikmati rute dan memberikan yang terbaik," pungkas Prama.

Nggravel Glenmore 2026, yang digelar pada 4 Oktober 2026 mendatang, siap menjadi panggung bagi para penggemar gravel yang ingin menjajal sensasi bersepeda ala Unbound Gravel. Mereka hadir dari berbagai spektrum pegowes gravel, dari muda hingga senior, atlet pro maupun debutan, dan masih banyak lain.

Titik start event Nggravel Glenmore 2026 diputuskan ke area Hall Pabrik Gula Glenmore, Banyuwangi. Sebelumnya, lokasi start direncanakan di Waduk Sidodadi. Namun, panitia memindahkannya untuk menyesuaikan kebutuhan teknis acara. (Mainsepeda)


COMMENTS