Rute "Two-Face" West Java Journey 200 Km

Oleh: AZRUL ANANDA
 
PESERTA West Java Journey (WJJ) 200 kilometer bakal mendapatkan rute "Two-Face". Seperti wajah musuh Batman itu, rute 200 km terbagi dalam dua bagian tegas. Mana yang buruk dan mana yang baik? Tergantung selera dan kondisi yang melintasinya!

​Saya mendapatkan kesan itu setelah menjajal rute 200 km tersebut akhir Oktober lalu. Walau setelah itu ada revisi dan koreksi, karakter rutenya tetap akan terbagi dua: 100 km pertama dan 100 km kedua.

​Start dari gedung Radar Cirebon di Jalan Perjuangan, pembagian perjuangan para peserta kira-kira akan begini:
 
100 Km Pertama: Up and Down Ciremai


Azrul Ananda dan tim melakukan cek rute 200 km West Java Journey 2026. Mereka melintasi kawasan waduk yang indah dan asri.

​Para peserta 200 km harus menaklukkan total sekitar 2.000 meter elevation gain (EG). Lebih sedikit atau kurang sedikit, tergantung kalibrasi bike computer Anda. Dari total itu, sekitar 1.800 akan dilewati pada 100 km pertama. Bahkan, pada 92 km pertama.

​Tapi jangan terlalu pusing dengan jumlah EG itu. Karena total itu diraih setelah dibagi-bagi dalam sedikitnya sembilan segmen. Paling tidak, menurut pembagian di app iGPSport. Pendek-pendek, rata-rata hanya 1,2 hingga 4 km. Hanya satu yang 6 km.

Baca Juga: Siap-Siap! Ini Tata Cara Pendaftaran West Java Journey 2026 via Mainsepeda App

Baca Juga: Daftar Perlengkapan yang Wajib Dibawa Peserta WJJ 2026, Rem dan Lampu Paling Krusial

​Start dari Radar Cirebon, tak sampai 10 km peserta langsung disuguhi segmen tanjakan pertama, di kawasan Sumber. Walau agak terjal di awal (sekitar 15 an persen), segmen ini hanya 4,3 km. Agak landai sejenak, kemudian kena jalanan asyik naik-turun perkampungan dan sawah di kaki Gunung Ciremai.

​Segmen kedua yang terpanjang. Yakni 6,2 km, dari km 17 hingga 23. Namun inilah segmen terindah. Foto-foto terbaik Anda bisa didapatkan di segmen ini. Saya jamin!

​Walau dua segmen besar ada di awal, seharusnya ini bukan kendala. Karena kondisi peserta masih sangat fresh dan rombongan masih relatif berkelompok. Masih semangat, masih banyak penyemangat di sekitar kita.


Selain jalan antarkota, WJJ juga menghadirkan rute jalanan pedesaan melintasi sawah dan kebun warga yang hijaunya memanjakan mata. 

​Untuk menghibur hati, lihatlah data bike computer Anda di km 49, saat mencapai Alun-alun Kuningan. Saat itu Anda sudah menanjak lebih dari 600 meter. Berarti, sepertiga tanjakan sudah dilalui!

​Setelah ini, hanya ada tanjakan-tanjakan pendek sampai km 92. Lewat Waduk Dharma yang indah, hingga ujungnya di Cikijing. Begitu lewat km 92, Anda sudah menanjak lebih dari 1.800 meter. Anda pada dasarnya sudah bisa say goodbye ke tanjakan. Hanya tinggal turunan panjang ke Majalengka, lalu banyak rute datar hingga kembali ke Cirebon.

Baca Juga: Kantor Radar Cirebon Jadi Titik Start dan Finis WJJ 2026

Baca Juga: Glenmore, The Real Gravel

100 Km Kedua: Long Flat di Siang Hari

Dari Cikijing Anda akan turun panjaaaaaang menuju Alun-alun Majalengka. Harap tenang dan sabar di turunan ini. Apalagi jalannya mulus, memancing kita untuk melaju cepat. Pokoknya enjoy saja, jadikan turunan sebagai tempat istirahat.

​Dari check point Majalengka, pastikan Anda bisa mengatur pace dan energi dengan baik. Karena rutenya akan terus datar selama lebih dari 60 km. Melewati kawasan Bandara Kartajati, lalu memutar kembali ke arah Cirebon.


Hampir 90 persen rute West Java Journey 2026 melintasi jalanan aspal yang mulus. Sehingga lebih nyaman bagi peserta.

​Walau datar dan panjang, Anda pada dasarnya harus melewatinya di siang hari. Kalau panas... wadaw! Bisa jadi lebih menyiksa daripada tanjakan-tanjakan di awal. Apalagi kalau panas plus melawan angin. Kalau hujan, Anda harus hati-hati ekstra juga.

​Anda baru akan menemukan perubahan gradien di km 170-an. Sejauh sekitar 4 km, Anda akan melewati kawasan Leuwimunding hingga Rajagaluh. Jalannya merembet naik hanya 1-3 persen. Jadi walau miring speed masih bisa tinggi. Dari situ sudah tinggal turun lagi menuju finish di Cirebon lagi!

​Pada 100 km kedua ini, Anda harus benar-benar bisa mengatur irama. Apalagi kalau panas dan angin. Pastikan minum air cukup, jangan ketinggalan elektrolit. Asin-asin bisa lebih penting dari manis-manis.

​Satu hal yang sangat positif di rute WJJ ini: Mayoritas jalannya adalah aspal mulus! Sedikit sekali jalan yang agak rusak, itu pun ketika blusukan di jalan-jalan kecil. Mungkin 90 persennya aspal mulus! (azrul ananda)


COMMENTS