PADA Minggu, 4 Oktober, Mainsepeda menyelenggarakan Nggravel Glenmore di Banyuwangi. Seperti kebanyakan event baru lain, orang masih butuh pemahaman ekstra tentang rute, tips setelan dan perlengkapan, juga informasi akomodasi dan lain-lain.
Setelah melakukan survei rute pada Sabtu, 5 September, berikut beberapa tips yang bisa saya sampaikan untuk peserta nanti.
RUTE "UNBOUND"
Glenmore merupakan kawasan perkebunan di Banyuwangi. Rutenya akan berputar dan melewati kawasan-kawasan tersebut. Karena itulah, saya menyebut Nggravel Glenmore sebagai "Unbound Gravel"-nya Indonesia. Rutenya memiliki kemiripan dengan balapan gravel terbesar dan paling bergengsi di Kansas, Amerika Serikat, tersebut.
Kebanyakan rute "gravel" di Indonesia masih mengadopsi jalur "MTB". Dengan bagian-bagian single track yang sempit, tanjakan dan turunan yang sempit, terjal, dan berbatu. Nah, Glenmore ini beda. Lebih "terbuka" ala Unbound, memberi kesempatan bagi peserta untuk melaju kencang.
Panitia Mainsepeda menyiapkan rute yang 90 persen gravel.
Panitia telah menyiapkan rute yang 90 persen gravel, minim aspal dan single track. Tidak ada tanjakan panjang berat, tapi banyak jalur merembet halus (1-3 persen) dan sesekali ada "sharp hill" (curam pendek). Benar-benar mirip Unbound di Amerika.
Ada bagian di mana kita bisa dengan mudah melaju di atas 40 km/jam. Ada yang "rock garden" menggetarkan badan. Ada pula bagian-bagian berpasir yang menantang konsentrasi.
Bagi yang ikut Race 100 km, 50 km pertama tergolong bersahabat. Balapan baru akan benar-benar "pecah" setelah km 55, ketika mulai ada yang merembet menanjak dan jalur-jalur lebih menantang.
Finish gravel-nya juga tergolong epic. Uphill sprint beberapa ratus meter untuk menentukan juara. Setelah itu tinggal turun lalu gowes rileks beberapa km menuju race village.
Baca Juga: Cantik Banget! Waduk Sidodadi Jadi Lokasi Titik Start dan RPC Nggravel Glenmore 2026
SETELAN SEPEDA
Namanya juga gravel race, tidak ada satu setelan yang ideal. Setiap orang punya selera sendiri-sendiri. Karena tidak sekompleks dan se-technical Nggravel Blitar, peserta akan bisa menuntaskan rute dengan ban 32 atau 35 mm.
Namun, panitia tetap menganjurkan ban 40 mm atau lebih lebar. Karena ban lebih lebar akan membuat kita memakai tekanan lebih rendah. Ban lebih empuk, lebih cepat dan nyaman melewati jalanan kasar.
Dalam tes rute Nggravel Glenmore, Founder Mainsepeda Azrul Ananda menggunakan ukuran ban 45 mm.
Saat tes rute, saya memakai ban 45 mm. Hanya saya pompa di bawah 35 psi. Agak overkill, tapi nyaman. Kalau masih memakai ban sama saat event, akan saya pompa di bawah 30 psi.
Pastikan Anda menggunakan handlebar tape yang empuk dan nyaman. Karena rutenya 90 persen gravel, sangat minim jalan mulus. Juga pastikan sadel offroad yang proper, dengan alasan sama.
Bila Nggravel Blitar memberi advantage lebih untuk kelas MTB (flat bar). Di Glenmore sepeda gravel (drop bar) mungkin sedikit lebih diuntungkan.
Baca Juga: 2 Cyclist Siap Nikmati Jalur ala Unbound Gravel di Nggravel Glenmore 2026
PERLENGKAPAN
Nggravel Glenmore pada dasarnya adalah unsupported. Bawa bike computer yang mumpuni navigasinya. Bawa powerbank untuk jaga-jaga mengisi baterai bike computer atau handphone.
Bawa kebutuhan nutrisi yang mumpuni. Misalnya, dua bidon besar atau dengan tas hydration pack di punggung. Juga makanan kecil atau gel-gel yang cukup. Rute ini hampir sepenuhnya di kawasan perkebunan. Nyaris tidak ada toko kelontong atau warung di sepanjang rute! Panitia menyediakan check point dengan fasilitas suplai, tapi Anda mungkin butuh lebih.
Azrul Ananda dan rekan-rekan mengabadikan momen bersama di sela-sela cek rute Nggravel Glenmore 2026.
Sepatu MTB sangat dianjurkan. Memudahkan naik dan turun sepeda bila rute memaksa kita jalan atau lompat dari sepeda!
Oh ya, pakai kacamata yang nyaman. Khususnya lensa. Karena awal rute akan banyak ke arah timur, melawan cahaya matahari yang baru terbit. Bisa menyilaukan dan mengganggu fokus ke kondisi jalan.
Baca Juga: Pogacar Akhiri Musim Lebih Cepat, Pemulihan Cedera Jadi Prioritas
AKOMODASI
Kecamatan Glenmore itu sebenarnya sudah seperti kota sendiri. Jadi Ada banyak penginapan tersedia di kawasan tersebut. Kalau kesulitan, bisa ke arah Gumitir di kawasan Kalibaru, atau ke kawasan Genteng di Banyuwangi. Kota Banyuwangi sendiri masih agak jauh. Jadi pikirkan juga logistik dari dan menuju lokasi lomba di Glenmore.
Stasiun kereta api terdekat adalah Stasiun Kalibaru. Glenmore juga relatif dekat dari Kota Jember (terpisahkan oleh Gumitir).
Event Nggravel Glenmore ini akan memberi dampak ekonomi ke kawasan tersebut. Ini selaras dengan filosofi penyelenggaraan event Mainsepeda, yang harus memberi dampak positif ke tempat event diselenggarakan! (*)