Women Elite KAI Ngebel KOM 2026: Maghfirotika Ratu Tanjakan, Crismonita Kram Jelang Finis

DOMINASI Maghfirotika Marenda di lintasan menanjak belum bisa ditaklukkan. Cyclist yang dinobatkan sebagai "Ratu" Mainsepeda Trilogy itu tampil dominan di ajang KAI Ngebel KOM 2026, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Ya, pembalap kelahiran Yogjakarta tersebut mencetak sejarah sebagai Queen of the Mountain (QOM) Women Elite perdana di KAI Ngebel KOM 2026 itu. Maghfirotika memenangi duel di lintasan menanjak dan finis terdepan. Dia mengungguli pesaing terdekatnya, Crismonita Dwi Putri, yang harus puas mengakhiri balapan di posisi kedua.

Berbeda dengan rute murni climber yang membutuhkan daya tanjak ekstrem sepanjang jalur, karakter rute KAI Ngebel KOM 2026 menuntut fleksibilitas tinggi. Kombinasi trek datar, turunan kencang, hingga tanjakan curam di kilometer akhir menjadikan taktik dan efisiensi tenaga sebagai kunci utama.

Maghfirotika mengeksekusi strateginya dengan cermat. Sehingga mampu menorehkan catatan waktu 40 menit 35 detik. Dia sempat berada dalam grup kecil berisi tiga pembalap. Ssai melintasi turunan panjang, dia mulai meningkatkan tekanan untuk mengurai rombongan.

Momentum kemenangan akhirnya tercipta pada 2 kilometer terakhir menjelang garis finis.

Baca Juga: Kategori Men Elite KAI Ngebel KOM 2026 Superseru, M Imam Arifin Kalahkan Noufal Setengah Roda!

Baca Juga: Women Elite KAI Ngebel KOM 2026 Jadi Pembuktian Mantan Atlet dan Ambisi Cyclist Muda

"Race kali ini tidak bisa dibilang gampang, tapi masih bisa direncanakan strateginya," ungkap Maghfirotika setelah finis di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo. "Kalau di Bromo itu murni untuk pure climber. Sedangkan di Ngebel KOM ini tipe all-rounder atau pembalap yang kuat di datar masih bisa bersaing," papar cyclist 28 tahun tersebut.


Maghfirotika Marenda (tengah) mengangkat trofi di podium bersama founder Mainsepeda Azrul Ananda (kiri) dan perwakilan sponsor Ngebel KOM 2026.

Maghfirotika menjaga konsistensi dengan ritme kayuhannya sendiri sepanjang balapan. Dia tidak membiarkan manuver lawan memengaruhi strateginya. "Akhirnya benar-benar bisa lepas di 2 km terakhir ketika saya tambah tekanan," lanjutnya.

Meski berhasil membawa pulang predikat juara, Maghfirotika mengaku belum sepenuhnya puas dengan catatan waktunya.  Sedikit meleset dari target pribadinya di kisaran 35 hingga 36 menit. Evaluasi tersebut menjadi catatan penting baginya untuk menghadapi agenda balap berikutnya.

"Selisih tipis itu menurutku cukup berpengaruh secara mental. Apalagi Women kategori usia masih mampu menempel dengan Women Elite," ucap dia.

Hasil di Ngebel KOM 2026 menjadi catatan penting bagi Maghfirotika untuk bisa lebih baik di agenda race berikutnya. Dia mengaku akan menambah intensitas latihan, menjaga pola makan, serta lebih disiplin dalam persiapan. Termasuk mengenali karakter lawan-lawannya sebelum balapan agar bisa mengeksekusi strategi dengan lebih tajam.

Baca Juga: Cyclist 21 and Under Debut di KAI Ngebel KOM 2026, Siap Berebut Podium!

Baca Juga: IRCC Terjunkan 12 Member di KAI Ngebel KOM 2026, Manfaatkan Gerbong Khusus Sepeda

"Alhamdulillah bisa juara, tapi saya ingin hasil yang lebih maksimal. Targetnya bisa tembus 35 menit di event selanjutnya," harap dia.

Sementara itu, Crismonita Dwi Putri yang sejatinya diunggulkan di rute ini harus menerima kenyataan finis di posisi kedua. Sempat menerapkan strategi conserving energy dengan membayang-bayangi rombongan utama untuk melakukan sprint di bagian akhir, kondisi fisiknya justru menurun di momen krusial.


Crismonita Dwi Putri harus puas finis di posisi kedua setelah mengalami kram otot kaki beberapa kilometer sebelum finis.

Crismonita mengungkapkan bahwa masalah kram pada otot kaki membuat dia gagal mempertahankan ritme saat memasuki tanjakan penentu. "Sebenarnya ini rute saya banget. Tidak terlalu berat. Tapi ternyata kaki berkata lain," tutur peraih perak SEA Games 2017 itu.

Kesalahan dalam menerapkan strategi dan kondisi fisik yang drop di momen krusial membuat dirinya harus puas finis di urutan kedua. "Strategi saya tadi lebih banyak mengikuti rombongan lalu sprint di akhir. Tapi ternyata tidak berjalan sesuai rencana," tambahnya.

Begitu balapan memasuki satu kilometer terakhir, kondisi fisiknya drop akibat kram otot kaki. Itu membuatnya kehilangan momentum untuk mengejar posisi pertama. Situasi itu memaksa Crismonita harus berduel dengan Ni'mal Maghfiroh di posisi ketiga.

Baca Juga: Jajal Rute Duluan, Peserta KAI Ngebel KOM 2026 Mantapkan Persiapan Jelang Race Day

Baca Juga: KAI Ngebel KOM Ramah Buat Pemula, Peserta Langsung Nge-boom

Beruntung, akhirnya Crismon mampu mempertahankan posisinya untuk finis di urutan kedua. "Kurang dari 1 kilometer menjelang finis saya sudah tidak kuat lagi, kaki langsung seperti mengunci," ujarnya.

Di sisi lain, Ni'mal Magfiroh membuat capaian penting usai finis di posisi ketiga. Pembalap asal Boyolali itu tidak punya target khusus. Tujuannya hanya ingin memperbaiki catatannya di event KOM Mainsepeda. Yang mana di Bromo KOM sebelumnya ia finis di urutan kesembilan.

"Alhamdulillah, kali ini bisa memberikan yang terbaik," ungkapnya. Di setiap race, Ni'mal menganggap podium hanyalah bonus. Fokus utamanya adalah bisa menyelesaikan race dengan baik.

Keikutsertaan di KAI Ngebel KOM 2026 menjadi pengalaman keduanya terjun di event Mainsepeda setelah debut di Bromo KOM. Dengan hasil itu, Ni’mal semakin percaya diri menghadapi agenda balapsn berikutnya, termasuk rencana tampil di event KOM yang digelar di Bogor pekan depan. (Mainsepeda)


COMMENTS