Women Elite KAI Ngebel KOM 2026 Jadi Pembuktian Mantan Atlet dan Ambisi Cyclist Muda

PERSAINGAN kategori Women Elite pada ajang KAI Ngebel KOM 2026 dipastikan berlangsung ketat. Lintasan menuju kawasan Telaga Ngebel, Ponorogo, akan menjadi panggung pembuktian bagi para pembalap profesional putri.

Apalagi para pesertanya datang dari latar belakang dan strategi berbeda. Ada mantan atlet yang kembali turun ke arena, hingga pembalap muda yang rela merantau demi mematangkan persiapan.

Kendati karakter tanjakan Ngebel dinilai tidak setajam Bromo KOM, efisiensi energi dan pembacaan ritme peloton diprediksi menjadi kunci penentu pemenang. Bagi Rosa Handayani (26), pembalap asal Surabaya yang memperkuat Vin Cycling / Vin Recoir, KAI Ngebel KOM 2026 menjadi momen uji coba penting usai absen pada seri Trilogi KOM sebelumnya.

Eks atlet sepeda yang pernah mencicipi sengitnya persaingan Bromo KOM 2019 itu memilih bersikap realistis namun tetap membuka peluang podium. "Fokusnya ke ketahanan fisik (endurance). Karena ada pekerjaan rutin, persiapan dilakukan lewat latihan harian di Pandaan, Gudang Garam, hingga Kediri," ujar Rosa.

Baca Juga: Persaingan Men Elite Ngebel KOM 2026 Sengit, Para Cyclist Muda Tantang Juara Bromo KOM

Baca Juga: Jajal Rute Duluan, Peserta Ngebel KOM 2026 Matangkan Persiapan Jelang Race Day

Rosa mengakui hadirnya regenerasi pembalap muda membawa tantangan tersendiri pada kategori Women Elite. Intensitas latihan pembalap muda yang tinggi menjadi perhatian utamanya menjelang start. "Pasti deg-degan. Apalagi menghadapi pembalap-pembalap muda sekarang. Sepertinya mereka lebih berpeluang karena latihannya gila-gilaan," tuturnya.


Rosa Handayani memasang target finis aman jauh dari COT di Ngebel KOM 2026, sambil mencari celah untuk menembus podium. 

Menghadapi karakteristik tanjakan Telaga Ngebel yang kerap disebut tak seberat Bromo, Rosa memprediksi jalannya balapan akan ditentukan oleh kejelian menjaga tempo. Maka, target pribadinya adalah finis aman. Jauh dari batas waktu atau Cut off Time (CoT), sembari memanfaatkan celah jika ada peluang menembus podium.

Strateginnya saat balapan adalah mengimbangi pembalap lain dan menjaga ritme sambil membaca pergerakan lawan. "Saya memang suka karakter tanjakan," ucapnya. "Bromo sudah sering. Nah Ngebel ini saya penasaran. Katanya tidak seberat Bromo, tapi nanti dikaji di lapangan," tuturnya.

Di sisi lain, ambisi besar diusung Cherlyn Novyta Sari (21). Pembalap asal Paser, Kalimantan Timur, itu bahkan memilih menetap sementara di Sidoarjo seusai berlaga di Bromo KOM 2026 demi mematangkan adaptasi medan di Jawa Timur.

Baca Juga: Cyclist Kategori U-21 Semangat Debut di Ngebel KOM 2026, Siap Berebut Podium!

Baca Juga: IRCC Terjunkan 12 Member di Ngebel KOM 2026, Manfaatkan Gerbong Khusus Sepeda

Berbekal pencapaian impresif di posisi keempat kategori Women Elite pada debutnya di Bromo KOM 2026, Cherlyn datang ke Madiun-Ponorogo dengan target lebih tinggi. Latihan jarak jauh rute Sidoarjo-Trawas menjadi santapan rutinnya untuk memperkuat stamina.

"Persiapannya cukup serius karena melihat lawan-lawan juga berlatih keras. Saya rutin latihan mengikuti rute yang dibagikan panitia agar tidak kaget saat balapan," ungkap Cherlyn.

Tampil seorang diri, Cherlyn dituntut mandiri dalam mengambil keputusan taktis di sepanjang rute. Ia memprediksi balapan akan berlangsung dalam kecepatan tinggi (high speed) sejak awal etape.


Cherlyn Novita Sari mempersiapkan diri sangat serius di Ngebel KOM 2026. Setelah finis keempat di Bromo KOM 2026, dia memasang target juara.

"Karena saya main sendiri tanpa tim, strategi lebih ke menjaga ritme dan melihat pergerakan lawan. Kalau ada yang melakukan serangan (breakaway), harus pintar membaca situasi," terangnya.

Cherlyn memastikan kesiapan fisik dan mentalnya untuk memburu finisher tercepat di kategori Women Elite. "Target saya semoga bisa podium. Tidak ada beban khusus, baik fisik maupun mental. Bismillah, saya siap," ucap Cherlyn.

Baca Juga: Usia Bukan Halangan, 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan KAI Ngebel KOM 2026

Baca Juga: KAI Ngebel KOM 2026 Diserbu Cyclist dari Luar Jawa, Jauh-Jauh demi Sensasi dan Tantangan

Event KOM yang dirancang Mainsepeda seringkali jadi wadah pemanasan dan tolok ukur kesiapan para atlet nasional. Selain Rosa dan Cherlyn, sejumlah cyclist langganan juara KOM Mainsepeda turut meramaikan persaingan juara.

Salah seorang di antaranya adalah Maghfirotika Marendra yang turut meramaikan persaingan juara. Apalagi Maghfiro baru saja meraih runner-up pada kategori Women Elite di ajang Bromo KOM 2026 yang digelar Sabtu, 6 Juni 2026.

Di ajang Bromo KOM 2025, Maghfiro adalah juara bertahan. Tak hanya itu, tahun lalu dia juga dinobatkan sebagai "Ratu" Mainsepeda Trilogy. Dia berhasil bertengger di puncak klasemen umum Mainsepeda Trilogy (yang memperlombakan Bromo KOM, Dholo KOM, dan Ijen KOM).

Nama besar berikutnya adalah Crismonita Dwi Putri. Pembalap asal Malang, Jawa Timur, itu finis di posisi kelima pada ajang Bromo KOM 2026. Jika melihat jauh ke belakang, Crismon, sapaan karib Crismonita, adalah andalan Indonesia di Asian Games 2018.

Menarik ditunggu bagaimana jalannya persaingan kategori Women Elite KAI Ngebel KOM 2026 yang bakal digeber Sabtu pagi, 1 Agustus 2026, di Kantor KAI Daop 7 Madiun. (Mainsepeda)


COMMENTS