Usia Bukan Halangan, 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan KAI Ngebel KOM 2026

USIA hanyalah angka bagi para pencinta olahraga sepeda. Jelang gelaran KAI Ngebel KOM 2026, semangat membara justru ditunjukkan oleh kelompok cyclist berumur di atas 60 tahun. Meski harus berhadapan dengan tanjakan terjal menuju Telaga Ngebel, para veteran itu siap membuktikan ketangguhan fisik dan mental mereka.

Tiga cyclist senior itu, Fifik Indriyanto (67), David Mark Wiles (69), dan Eddy Suhardiman (65), membawa kisah, motivasi, serta persiapan unik dalam menghadapi tantangan rute Madiun menuju Telaga Ngebel di Ponorogo.

Bagi Fifik Indriyanto, keterlibatannya dalam dunia road bike berawal dari situasi pelik. Ia menyebut dirinya sebagai "korban pandemi". Yang justru menemukan semangat berolahraha di atas pedal sepeda di tengah bencana COVID-19 pada 2020 lalu.

"Kalau tidak ada pandemi mungkin saya tidak sepedaan," ungkap Fifik. Ya, ketika wabah virus Corona merebak, memang diberlakukan pembatasan kegiatan. Kerja harus dari rumah, toko-toko tutup, dan berbagai aktivitas yang mengumpulkan massa dilarang. Alhasil, warga di rumah menemukan hobi-hobi baru. Salah satunya, sepeda.

Baca Juga: Para Cyclist Mancanegara Terjun di KAI Ngebel KOM 2026, Tertarik Lanskap Madiun-Ponorogo

Baca Juga: 7 Asupan Carbo Loading Khas Madiun yang Wajib Dicoba buat Peserta KAI Ngebel KOM 2026

"Pertama kali pakai sepeda lipat, ikut fondo, lalu beralih ke road bike karena ajakan teman-teman komunitas," kenang Fifik. "Yang pasti bersepeda ini saya cari sehat, ketemu teman-teman sesama pesepeda. Happy-happy saja. Umur seusia saya mau ngapain lagi," paparnya.

 

Fifik akan menjalani debut di event Mainsepeda dengan mengikuti KAI Ngebel KOM 2026.

Pria yang berdomisili di Solo itu rutin berlatih di sekitar rumahnya. Misalnya di Mozia Loop sebanyak 3 sampai 4 kali seminggu. Meski jalur latihannya cenderung datar, Fifik optimistis mampu menuntaskan rute KAI Ngebel KOM 2026.

Pengalaman menaklukkan elevation gain (EG) setinggi 800 meter di Yogyakarta menjadi tolok ukur kemampuannya menembus Cut Off Time (COT). Demi menjaga kondisi fisik jelang event, Fifik memilih melakukan perjalanan darat dari kediamannya menuju Solo terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Madiun.

Semangat serupa terpancar dari David Mark Wiles (69). Bagi cyclist asal Australia yang telah mendapatkan status WNI itu, konsistensi mengayuh pedal adalah resep ampuh menjaga stamina tubuh. Agar tetap lincah dan terhindar dari masalah kesehatan di usia senja.

Baca Juga: KAI Ngebel KOM "Diserbu" Cyclist Luar Jawa, Jauh-Jauh Demi Sensasi dan Tantangan

Baca Juga: Strategi B2C di KAI Ngebel KOM 2026: Cukup Gowes Happy

"Karena gowes terus, saya belum merasa begitu tua. Olahraga rutin sangat penting supaya hari tua masih lincah dan sehat. Enak rasa badan jadi fit dan tidak ada perut buncit," ujarnya penuh canda.

David ketika sukses finish strong di Kediri Dholo KOM 2025.

Selain memburu kebugaran dan menargetkan lolos COT, David memandang ajang Mainsepeda sebagai sarana "wisata cycling" untuk menikmati keindahan alam Indonesia.

"Ikut event Mainsepeda seperti wisata cycling Indonesia," ucap Wiles. "Rute Ngebel kelihatan sangat indah dengan adanya telaga di puncaknya. Dibilang gampang, tapi sering cyclist susah percaya—pasti ada drama-drama nanti di tanjakan," tambahnya.

Sementara itu, Eddy Suhardiman datang dengan pengalaman berpartisipasi pada ajang Trilogy Mainsepeda tahun lalu. Pesepeda asal Bandung yang telah aktif mengayuh sejak 2018 itu rutin berlatih tiga kali seminggu di kawasan Bandung dan sekitarnya.

Eddy saat beraksi di event KOM 'terkejam' milik Mainsepeda, Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025.

Kehadirannya di KAI Ngebel KOM 2026 didorong oleh rasa penasaran terhadap karakter trek anyar yang menyuguhkan pemandangan khas Ponorogo hingga Telaga Ngebel.

"Saya penasaran dengan trek Ponorogo menuju Telaga Ngebel. Bagi saya semua event menarik dan punya tantangannya sendiri-sendiri, yang berbeda-beda dan tidak bisa dibandingkan satu dengan lainnya. Menikmati olahraga gowes supaya sehat dan tetap bugar, juga senang explore daerah serta rute-rute baru," tutur Eddy.

Kehadiran para cyclist kategori 60 tahun ke atas di KAI Ngebel KOM 2026 bukan sekadar meramaikan daftar peserta. Mereka pantas menjadi inspirasi bagi cyclist yang lebih muda untuk giat berolahraga demi hidup sehat di usia lanjut. (Mainsepeda)


COMMENTS