GELARAN KAI Ngebel KOM 2026 tinggal menghitung hari. Para pesepeda dari berbagai daerah kini memasuki fase krusial dalam persiapan fisik, termasuk carbo loading. Strategi pemenuhan cadangan glikogen otot sebelum menghadapi rute menanjak yang menguras energi ini jadi fase krusial.
Di Madiun, proses persiapan gizi ini bisa menjadi pengalaman kuliner yang kaya rasa, sekaligus dapat menunjang performa. Berikut adalah 7 rekomendasi kuliner Madiun pilihan yang tidak hanya memanjakan lidah. Tapi juga siap menjadi amunisi utama Anda sebelum meluncur di garis start.
1. Nasi Pecel Sepanjang Jalan Cokroaminoto

Pecel menjadi salah satu opsi carbo loading yang enak dan bergizi sebelum KAI Ngebel KOM 2026.
Jalan H.O.S. Cokroaminoto merupakan episentrum kuliner pecel di Madiun. Sepanjang koridor ini, Anda akan disuguhi deretan warung pecel legendaris. Seperti Nasi Pecel Pojok favorit Menteri BUMN 2011-2014 Dahlan Iskan, Nasi Pecel 99 yang jadi langganan mantan Presiden SBY, hingga Nasi Pecel Yu Djum yang populer di kalangan pengunjung luar kota.
Atmosfer khas Madiun begitu terasa ketika piring beralas daun pisang (pincuk) disajikan hangat di atas meja. Ketiga depot pecel di Jalan Cokroaminoto itu memiliki bumbu dengan cita rasa yang berbeda. Tapi sama-sama enak. Pilih mana saja tidak akan salah.
Nasi pecel menyediakan kombinasi karbohidrat kompleks dari nasi hangat serta serat dari sayuran rebus seperti kangkung, tauge, dan kembang turi. Siraman bumbu kacang gurih manis memberikan tambahan lemak sehat dan energi yang bertahan lama. Pilihan lauk seperti empal daging, paru goreng, tahu, dan tempe bacem memperkaya profil protein yang dibutuhkan.
Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Madiun untuk Peserta Ngebel KOM 2026, dari Keliling Dunia Sampai Kulineran
Baca Juga: Strategi B2C Menaklukkan KAI Ngebel KOM 2026, Cukup Gowes Happy
2. Ayam Panggang Gandu

Meski agak jauh dari pusat kota Madiun, ayam panggang Gandu tetap worth it dikunjungi sehari sebelum race. - Retna Christa/Mainsepeda
Sedikit bergeser ke area perbatasan, Desa Gandu dikenal sebagai sentra kuliner ayam panggang olahan kayu bakar. Memasuki kawasan desa itu, aroma asap dari tungku-tungku tradisional menyapa indera penciuman. Hampir setiap rumah warga menyajikan menu ayam panggang kampung yang diolah secara konsisten dari generasi ke generasi.
Ayam panggang di sini dimasak dengan dua bumbu utama: bumbu rujak yang gurih pedas dan bumbu bawang putih yang meresap hingga ke serat daging terdalam. Pengolahan dengan cara dipanggang perlahan di atas bara api meminimalkan penggunaan minyak. Sehingga daging terasa empuk tanpa meninggalkan kesan berlemak berlebihan.
Menu itu sangat direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan protein tinggi menjelang hari-H. Disajikan bersama nasi hangat dan lalapan segar, ayam panggang khas Gandu membantu proses pemulihan jaringan otot sekaligus melengkapi kebutuhan karbohidrat. Dua depot yang bisa jadi jujukan adalah Ayam Panggang Bu Setu dan Hj Mina Suryani.
3. Sate Ponorogo H. Tukri Sobikun (Cabang Terminal Madiun)

Sate ayam khas ponorogo juga ada di Madiun. Lokasinya di depan terminal Purboyo.
Sate Ponorogo memiliki karakter visual dan rasa yang berbeda dari sate pada umumnya. Di depan Terminal Purboyo Madiun, Anda dapat menemukan cabang resmi dari Sate Ponorogo H. Tukri Sobikun yang legendaris. Potongan daging ayamnya diiris memanjang sejajar serat, menghasilkan tekstur yang padat, namun sangat empuk.
Sebelum dipanggang, daging ayam direndam dalam rempah khusus sehingga rasa gurihnya meresap sempurna. Bumbu kacangnya dibuat sangat halus dengan warna cokelat keemasan yang menggugah selera. Disajikan bersama lontong yang padat, hidangan ini menyuguhkan kombinasi karbohidrat dan protein murni yang seimbang.
Hidangan itu sangat cocok dijadikan menu makan malam terakhir H-1 sebelum race day untuk memastikan tangki energi Anda terisi penuh. Kalau mau menikmati sate Tukri di daerah aslinya, bisa setelah race. Karena lokasinya di Ponorogo.
Baca Juga: Sambut KAI Ngebel KOM 2026, Pemkot Madiun Berikan Dukungan Lintas Sektor
Baca Juga: Official Jersey Ngebel KOM 2026 Dirilis, Terinspirasi Legenda Naga Baru Klinting
4. Gado-Gado Pak Tomo dan Dawet Suronatan
Kombinasi Gado-Gado Pak Tomo dan Es Dawet Suronatan menawarkan harmoni rasa segar dan mengenyangkan. Gado-Gado Pak Tomo terkenal dengan saus kacangnya yang halus dan kental, disiramkan di atas selada segar, mentimun, kentang rebus, lontong, serta kentang dan telur rebus.
Kentang rebus dan lontong dalam porsi gado-gado menyumbang karbohidrat dengan indeks glikemik sedang hingga tinggi yang stabil. Sementara itu, kandungan sayurannya menjaga ketercukupan hidrasi dan serat harian tubuh tanpa mengganggu metabolisme pencernaan.
Sebagai penutup, Es Dawet Suronatan menyajikan cendol beras ketan dengan kuah santan dan gula merah alami. Tambahan bubur ketan hitam dan sumsum di dalamnya menjadikannya minuman tinggi energi yang sangat efektif menyegarkan tubuh sekaligus memulihkan kadar glikogen pasca-latihan persiapan akhir.
5. Tepo Tahu

Bukan tahu telur seperti di Surabaya, Madiun punya kuliner tepo tahu yang lebih condong ke bumbu kecap.
Tepo Tahu merupakan kuliner tradisional berbasis lontong khas wilayah barat Jawa Timur. Tepo Tahu Masinem menjadi salah satu kedai paling diminati karena konsistensi rasa dan kesegaran bahannya. Tekstur tepo (mirip lontong namun lebih lembut) dipadukan dengan tahu goreng setengah matang yang renyah di luar dan lembut di dalam.
Kunci kelezatan hidangan ini terletak pada kuah racikan kecap manis, air asam jawa, bawang putih, dan petis tipis yang menghasilkan rasa manis, gurih, dan segar secara bersamaan. Taburan tauge, seledri, dan kacang tanah goreng memberikan tekstur renyah yang melengkapi kelembutan tepo.
Sifatnya yang ringan di perut membuat Tepo Tahu Masinem menjadi pilihan carbo loading yang sangat aman pada sore hari sebelum balapan. Olahan ini tidak menimbulkan rasa 'berat' di perut, sehingga tidur malam Anda tetap nyenyak dan proses pemulihan fisik berjalan optimal. Beberapa yang diakui kelezatannya adalah tepo tahu Masinem dan tepo tahu Pak Marlan.
Baca Juga: Pengambilan Racepack KAI Ngebel KOM Dipusatkan di Kantor DAOP 7, Akses Mudah
Baca Juga: Tanjakan Menuju Ngebel Ramah Tapi Unik, Peserta Ngebel KOM 2026 Jangan Khawatir
6. Soto Ayam

Soto Kondang jadi salah satu kuliner khas Madiun bagi yang menyukai soto dengan kuah bening seperti di Jawa Tengah.
Soto ayam kuah bening khas Madiun memiliki penggemar fanatik tersendiri. Soto Ayam Resep Pak To dan Soto Ayam Kondang adalah dua nama besar yang menjadi rujukan utama. Sajian ini menampilkan kuah kaldu ayam kampung yang jernih, kaya rempah, dan disajikan panas dengan irisan daging ayam melimpah, koya, serta seledri.
Satu porsinya disajikan bersama nasi putih hangat yang direndam langsung dalam kuah kaldu. Kombinasi ini mempermudah pencernaan dalam menyerap karbohidrat secara cepat. Kuah soto yang kaya elektrolit alami dari garam dan rempah sangat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh pesepeda.
Soto ayam bening ini sangat disukai para atlet sebagai sarapan utama atau makan siang menjelang balapan. Selain menghangatkan tubuh, asupan hidrasi dari kuahnya membantu mencegah kram otot saat harus menaklukkan tanjakan tajam di KAI Ngebel KOM 2026.
7. Bluder Cokro dan Olahan Roti Otentik

Bluder Cokro memang tidak untuk carbo loading. Melainkan opsi oleh-oleh untuk dibawa pulang setelah race. Enak dan lembut.
Bluder adalah kebanggaan kuliner Madiun yang lahir dari tradisi era kolonial. Salah satu produsen paling ikonik adalah Bluder Cokro, meski kini Madiun juga diramaikan oleh berbagai pilihan merek lokal lain dengan kualitas adonan yang tak kalah lembut. Tekstur serat rotinya yang khas dan mengembang sempurna membuat kudapan ini mudah dicerna oleh tubuh.
Dari kacamata persiapan balap, roti bluder merupakan sumber karbohidrat cepat serap yang ideal. Kandungan gula dan tepungnya memberikan dorongan energi instan tanpa memberikan beban berlebih pada saluran pencernaan. Keunggulan ini menjadikan bluder pilihan tepat untuk dikonsumsi sebagai sarapan ringan beberapa jam sebelum event berlangsung.
Variasi rasa yang ditawarkan mulai dari original, keju, hingga cokelat memberikan keleluasaan bagi pesepeda dalam menyesuaikan selera. Kuliner ini juga sangat cocok untuk dibawa sebagai buah tangan untuk keluarga ketika event selesai.
Itulah berbagai pilihan kuliner di Madiun yang cocok jadi sarana carbo loading para cyclist jelang terjun di KAI Ngebel KOM 2026. Jadi, mana yang akan Anda coba kali pertama? Pecel atau soto? (Mainsepeda)