KAI NGEBEL KOM 2026 bukan sekadar ajang adu ketahanan fisik menaklukkan tanjakan ikonik. Melainkan juga momentum tepat untuk mengeksplorasi kekayaan destinasi di sekitar Madiun Raya. Bagi para cyclist pelancong, meluangkan waktu sejenak di sela jadwal lomba akan menyempurnakan pengalaman berkunjung ke Kota Gadis.
Untuk membantu para peserta menentukan arah liburan tipis-tipis, ada tiga cyclist lokal asal Madiun yang siap memberikan rekomendasi. Mereka adalah Sigit Hidayat, yang bakal terjun di kategori Men Age Category 50-54.
Ada Jjuga Viki Wilnawati (Women Age Category 30-34), dan Suyadi (Men Age Category 50-54). Inilah 5 destinasi wisata unggulan yang patut disinggahi peserta Ngebel KOM 2026, menurut rekomendasi mereka.
1. Pahlawan Street Center (PSC): Sensasi Keliling Dunia Tanpa Paspor

Kawasan Pahlawan Street Center menjadi jujukan utama warlok untuk menikmati malam di Madiun.
Pahlawan Street Center (PSC) kini menjadi magnet utama pariwisata Kota Madiun. Kawasan pedestrian yang ditata ala Orchard Road Singapura itu menyuguhkan deretan replika ikon-ikon dunia. Mulai dari Patung Merlion, Menara Eiffel, Kakbah, hingga Kereta Shinkansen khas Jepang.
Baca Juga: Official Jersey KAI Ngebel KOM 2026, Terinspirasi Kisah Naga Baru Klinting
Baca Juga: Sambut KAI Ngebel KOM 2026, Pemkot Madiun Siap Berikan Dukungan Lintas Sektor
Atmosfer kota yang hidup dan bersih menjadikan kawasan itu nyaman untuk jalan-jalan santai sekalian kulineran.
Datang saat senja menuju malam sangat disarankan. Selain pencahayaan lampu kota yang artistik dan ciamik untuk berswafoto, deretan penjaja kuliner lokal hingga hidangan kekinian siap memanjakan lidah. Harganya pun yang relatif terjangkau. Aksesibilitasnya yang ramah pejalan kaki membuat PSC asyik dikunjungi bersama keluarga maupun rekan sekomunitas.
Pengalaman unik menyusuri lorong-lorong tematik di kawasan ini diakui langsung oleh Viki yang rutin melintasinya saat gowes. "Berkunjung ke Madiun itu bisa keliling dunia tanpa paspor," ujar Viki, lantas tertawa.
2. Monumen Kresek Dungus: Perpaduan Sejarah dan Rute Favorit Pesepeda

Monumen Kresek di daerah Dungus bisa dimampiri saat latihan nanjak sebelum event. Sarat edukasi sejarah, alamnya juga asri.
Bergeser ke wilayah Kabupaten Madiun, Monumen Kresek Dungus berdiri tegap di atas lahan seluas 3,5 hektar. Tempat wisata sejarah itu dibangun untuk mengenang peristiwa kelam pemberontakan PKI Madiun pada 1948.
Selain menyajikan diorama dan relief bernilai sejarah tinggi, kawasan monumen itu dikelilingi rindangnya pepohonan dan lanskap perbukitan yang asri.
Bagi kalangan pesepeda, jalur menuju Dungus sudah sangat familiar. Rute tersebut menyuguhkan elevasi yang bersahabat dengan pemandangan pedesaan yang asri, menjadikannya rute recovery ride yang ideal. Sebelum atau sesudah menjajal tanjakan tajam di KAI Ngebel KOM 2026.
Asyiknya, usai menuntaskan gowes dan wisata sejarah, pengunjung dapat langsung berburu kuliner khas Madiun yang berada di sepanjang rute ini. "Di Madiun ada beberapa wisata yg sering di kunjungi para pegowes lokal dan luar kota, ada Monumen Kresek, yang lebih populernya di kalangan pesepeda disebut daerah Dungus," kata Suyadi.
Baca Juga: Persiapan KAI Ngebel KOM 2026, Kepolisian Madiun dan Ponorogo Matangkan Rekayasa Jalur
Baca Juga: Tanjakan Menuju Ngebel Ramah Tapi Unik, Peserta KAI Ngebel KOM 2026 Tak Perlu Khawatir
3. Alun-Alun Kota Madiun: Pusat Makanan Khas dan Tempat Bersantai

Alun-Alun Madiun juga bisa jadi jujukan para peserta Ngebel KOM 2026 sebelum race.
Alun-Alun Kota Madiun menyajikan gambaran autentik tentang kehidupan masyarakat lokal. Ditata dengan konsep ruang terbuka hijau yang luas dan bersih, alun-alun ini berfungsi sebagai pusat interaksi warga sekaligus destinasi kuliner malam yang tak pernah sepi pengunjung.
Suasana sore menjelang malam adalah waktu terbaik untuk berkunjung. Duduk bersantai di area rumput sembari menikmati angin sepoi-sepoi menjadi aktivitas yang menyenangkan. Beragam sajian khas, seperti Nasi Pecel Madiun dengan bumbu kacang autentik hingga peyek renyah, dapat ditemukan dengan mudah di sekitar kawasan ini.
Destinasi ikonik ini menjadi salah satu titik yang sangat direkomendasikan untuk masuk dalam daftar kunjungan wajib para pelancong.
4. Kawasan Balai Kota Madiun: Pesona Arsitektur dan Lampu Kota

Kawasan Balai Kota Madiun kini disulap cantik agar bisa dijadikan tempat kongko anak muda saat sore.
âTerletak tak jauh dari Pahlawan Street Center, Kawasan Balai Kota Madiun menyajikan pesona arsitektur kolonial yang dipadukan dengan tata kota modern. Bangunan bersejarah yang terawat baik ini dikelilingi taman-taman tematik yang asri, menjadikannya salah satu sudut kota paling estetis.
Memasuki waktu malam, pencahayaan LED yang ditata presisi memancar mengelilingi Balai Kota, menciptakan suasana glamor sekaligus hangat. Aksesnya yang berdampingan langsung dengan pusat kuliner dan pusat perbelanjaan memudahkan peserta event untuk berpindah lokasi tanpa membuang banyak energi.
âKawasan ini dinilai memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan kombinasi keindahan arsitektur dan ketenangan di tengah kota.
Baca Juga: Pengambilan Racepack KAI Ngebel KOM Dipusatkan di Kantor DAOP 7 Madiun, Akses Mudah
Baca Juga: Rela Repot Demi Seru, 20 Cyclist Matador Bakal Invasi Ngebel KOM 2026
â5. Wana Wisata Grape: Segarnya Udara Pegunungan Kare

Aliran tepi sungai di kawasan Grape kini banyak ditempati restoran ikan dan ayam goreng.
âBagi peserta yang menginginkan ketenangan dan kesejukan alam khas pegunungan, Wana Wisata Grape di Kecamatan Kare adalah jawaban yang tepat. Berada di kaki Gunung Wilis, destinasi ini menyuguhkan hamparan hutan pinus, gemericik aliran sungai jernih, serta pemandangan alam yang masih alami.
Wana Wisata Grape menyediakan berbagai fasilitas penunjang rekreasi. Mulai dari pemandian air panas yang pas untuk merilekskan otot-otot yang tegang, hingga akses jalan setapak menuju Air Terjun Seweru. Kesegaran udara pegunungan Kare dijamin ampuh mengusir rasa lelah usai berkompetisi di rute penanjakan.
Oh ya, di kawasan itu, pilihan kulinernya juga menjanjikan. Saat ini, banyak restoran yang didirikan di sepanjang aliran sungai. Mereka menjual suasana asri dan masakan ikan yang jarang ditemui di kota besar. Ikan kutuk dan tombronya juara cocok banget buat mengisi perut setelah gowes.
Tak mengherankan kalau lokasi itu menjadi pilihan utama bagi pesepeda yang ingin memanjakan mata sekaligus melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan. "Kalau ingin suasana alam, kawasan Grape selalu jadi pilihan," tutur Sigit Hidayat menutup rekomendasinya.
KAI Ngebel KOM 2026 akan digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Event itu baru pertama kali digelar oleh Mainsepeda. KAI Ngebel KOM 2026 akan memulai start dari Kantor PT KAI Daerah Operasional (DAOP) 7 Madiun dan finish di puncak Telaga Ngebel di Kabupaten Ponorogo. Total jaraknya sekitar 75,5 Km dengan elevation gain 830 meter. (Mainsepeda)