DRAMA terjadi di kategori Men Elite KAI Ngebel KOM 2026. Pembalap Nusantara Cycling Team Muhammad Imam Arifin bersaing ketat dengan Rizki Aditya Nouval dari Pontianak Wijaya Racing (PWR) sampai garis finis.
Nge-push habis-habisan, Imam Arifin akhirnya menjadi juara setelah memenangi adu sprint tipis atas Rizki. Keduanya menembus finis di PLTA Ngebel, Kabupaten Ponorogo, hanya dengan selisih setengah roda!
"Persaingan benar-benar ketat di 300 meter terakhir dari belokan kanan," ungkap Imam Arifin. "Sejak 2 hingga 3 kilometer terakhir memang tinggal kami berdua. Saya lihat peluang lalu langsung ambil momentum sprint," lanjut pembalap yang mencatatkan waktu unofficial 31 menit 12 detik tersebut.
Ya, keduanya hanya membutuhkan waktu setengah jam lebih sedikit untuk menuntaskan KOM Challenge sejauh 15 km dengan elevation gain total 830 meter tersebut.
Baca Juga: KAI Ngebel KOM Ramah Buat Pemula, Peserta Langsung Nge-boom
Baca Juga: Persaingan Men Elite Ngebel KOM 2026 Sengit, Runner-Up Bromo KOM Ingin Cetak Sejarah
Balapan berjalan dinamis sejak awal start KOM di kawasan Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Kendati karakter tanjakan tidak semelelahkan ajang KOM lain seperti Bromo atau Dholo, persaingan antartim profesional berjalan taktis.
PWR langsung tampil agresif melancarkan serangan (attack) beruntun untuk memecah rombongan utama (peloton). Rizki Aditya Noufal sempat menyerang di zona awal pada sisa jarak 12 kilometer menuju finis. Namun, upaya pelarian pertamanya berhasil diredam.

M Ifan Arifin (kiri) dan Rizki Aditya Noufal menembus finis dengan selisih setengah roda. Mereka terlibat sprint sejak 200 meter menjelang finis.
Memasuki 4 kilometer terakhir, persaingan menajam ketika Noufal kembali melancarkan akselerasi penentu. Langkah ini diantisipasi dengan cermat oleh Imam Arifin, yang sejatinya datang dengan karakter pembalap all-rounder. Keduanya pun melepaskan diri dari rombongan dan berduel sengit hingga garis akhir.
Drama memuncak pada 200 meter menjelang finis. Noufal yang sejatinya memimpin sempat terhalang sudut tikungan sempit di sisi kiri. Momentum tersebut dimanfaatkan Imam Arifin untuk melancarkan serangan akhir.
Baca Juga: Cyclist Kategori 21 and Under Debut di Ngebel KOM 2026, Siap Berebut Podium
Baca Juga: Jajal Rute Duluan, Peserta KAI Ngebel KOM 2026 Mantapkan Persiapan Jelang Race Day
Mendekati finis, keduanya benar-benar nge-push. Di momentum itu, mentalitas ikut berbicara. Imam Arifin akhirnya memenangi persaingan ketat itu dengan jarak yang sangat tipis.
Naufal pun mengakui kekalahan itu dengan lapang dada. Meski, tentu saja ada sedikit rasa tidak puas, karena sejatinya ia sempat memimpin balapan.
"Saya mencoba attack lagi di 4 kilometer terakhir. Waktu itu, Imam Arifin baru ikut nempel," cerita Noufal. "Sprint-nya kuat sekali dan saya kalah di situ, karena sprinter tim kami berada di belakang," paparnya Noufal usai balapan.
Sementara itu, gelar podium ketiga diraih oleh Tomi Hidayat dari NC Pro Cycling. Tomi berhasil melakukan kerja solo (solo chase) memburu dua pembalap terdepan setelah sempat tertahan taktik penguncian jalan oleh tim pesaing.

Tomi Hidayah melintasi garis finis sebagai yang ketiga tercepat di kategori Men Elite. Ia memang sejak awal mengincar podium.
Sejak awal balapan, Tomi memang menargetkan masuk tiga besar. Persiapan latihan yang dijalani sesuai ekspektasi. Ia pun tampil percaya diri di lintasan menanjak menuju Telaga Ngebel. “Sebenarnya tadi nyaris bisa ngejar (Imam dan Noufal). Tinggal sedikit lagi sebenarnya,” ungkapnya usai balapan.
Bahkan, Tomi sempat head to head dengan pembalap yang finis di posisi kedua. Jarak dengan dua pembalap terdepan pun sangat tipis. "Nomor satu dan dua itu tinggal sedikit jaraknya. Mungkin kalau ada tambahan 200 meter lagi, saya bisa menyusul," katanya, lantas tertawa.
Meski begitu, perjuangan menuju podium tidak mudah. Ia sempat terhalang strategi tim lawan yang menutup jalur dengan membentuk formasi berempat menutupi jalan. Tapi Tomi tetap puas dengan hasil yang ia capai. "Alhamdulillah puas. Walaupun sebenarnya masih ada peluang lebih tinggi, tapi tetap bersyukur bisa podium,” ujar anggota tim NC Pro Cycling itu.
Kemenangan di KAI Ngebel KOM 2026 ini melengkapi catatan manis bagi Imam Arifin. Pada ajang perdana ini, ia tak hanya meraih podium tertinggi di kategori Men Elite, tetapi juga merayakan keberhasilan istrinya, Maghfirotika Marenda, yang turut mengamankan podium di kategori Women Elite. (Mainsepeda)