KAI Ngebel KOM 2026: Ramah buat Pemula, Peserta Langsung Nge-Boom

KAI NGEBEL KOM 2026 resmi digeber pada Sabtu pagi, 1 Agustus Juni 2026. Sebanyak sekitar 500 cyclist dari 210 komunitas, 89 kota, 20 provinsi, dan tujuh negara dilepas dari kantor KAI DAOP 7 Madiun untuk memulai perjalanan menuju Telaga Ngebel, Ponorogo.

Ini adalah event KOM yang paling baru dari Mainsepeda. Jadi, bisa dibilang, semua orang adalah debutan.

Semua baru kali pertama akan menikmati sensasi gowes di Jawa Timur bagian barat. Yang memiliki bentang alam berbeda dengan ajang KOM Mainsepeda sebelumnya. Seperti Bromo KOM dan Banyuwangi Ijen KOM.

Namun hebatnya, peserta langsung membeludak. Jumlah yang mendaftar jauh melampaui perkiraan penyelenggara. Bahkan, Ngebel KOM 2026 dipastikan jadi event perdana Mainsepeda yang pesertanya paling besar. Sebagai perbandingan, ketika Bromo KOM kali pertama digelar, cyclist yang mendaftar “hanya” 350 orang. Bisa dibilang, Ngebel KOM langsung nge-boom.

Madiun, selain pecel, juga identik dengan kereta api. Wilayah berjuluk Kota Gadis itu adalah pusat industri kereta api terbesar di Indonesia. Berbagai gerbong kereta yang Anda nikmati jika bepergian ke luar kota, diproduksi di sana.

Maka, Ngebel KOM memilih Kantor KAI DAOP 7 Madiun sebagai titik start. Gedungnya cantik. Bersejarah. Estetik. Cantik untuk background foto sebelum flag off.


Azrul Ananda bersama Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun (tengah) dan Vice President PT Kereta Api Indonesia Ali Afandi (empat dari kanan) sebelum start KAI Ngebel KOM di depan kantor DAOP 7 KAI Madiun, 1 Agustus 2026.

Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun bangga Kota Madiun dipilih sebagai tuan rumah KAI Ngebel KOM 2026. Menurutnya, meski Madiun adalah kota kecil, kesempatan itu menjadi ajang untuk memamerkan perkembangan kota. Juga memperkenalkan Madiun kepada peserta yang sebagian besar berasal dari luar daerah.

Hal itu memberikan dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata. "Hotel-hotel penuh, kuliner ramai dikunjungi, dan masyarakat mendapat kesempatan untuk menunjukkan keramahan khas Madiun," katanya.

Bagus juga takjub dengan antusiasme dari komunitas sepeda. Padahal target awal hanya 300 peserta, namun jumlah pendaftar melonjak hingga 500 orang. Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa Madiun mampu menjadi tuan rumah berbagai event besar. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, bahkan dengan skala lebih besar dan kategori yang lebih beragam agar masyarakat Madiun juga bisa ikut berpartisipasi.

"Mainsepeda ini luar biasa. Dampaknya bagi ekonomi dan pariwisata tentu sangat terasa. Harapan kami, tahun berikutnya kegiatan seperti ini bisa kembali digelar di Madiun,” kata Bagus.

Founder Mainsepeda Azrul Ananda menyampaikan rasa syukur atas tingginya minat peserta. Menurutnya, antusiasme peserta di gelaran perdana KAI Ngebel KOM 2026 benar-benar melampaui ekspektasi.


Azrul Ananda memberikan briefing singkat kepada peserta Ngebel KOM 2026 sebelum start. Ia meyakinkan rute Ngebel KOM 2026 enjoyable.

"Kami tidak menyangka. Biasanya kalau bukan Bromo KOM, pesertanya tidak sebanyak ini," kata Azrul. "Tapi kali ini langsung 500 peserta, dan kami bahkan harus menutup pendaftaran karena permintaan begitu tinggi,” ujarnya.

Azrul menilai Kota Madiun sangat mendukung penyelenggaraan KAI Ngebel KOM 2026. Ada banyak cyclist yang menikmati suasana kotanya. Juga kuliner-kuliner khas di Pahlawan Street. "Tepuk tangan juga untuk Kota Madiun yang asyik banget. Terima kasih kepada Bapak Plt Wali Kota Madiun," kata Azrul.

Selain jumlah pesertanya yang membludak, lokasi start Ngebel KOM juga tergolong unik. Itu karena ditempatkan di depan Stasiun Madiun. "Saya ucapkan terima kasih kepada KAI, mari kita beri tepuk tangan untuk KAI,” ujar Azrul.

Azrul Ananda menobatkan KAI Ngebel KOM 2026 sebagai event KOM termudah Mainsepeda. Jaraknya total tidak sampai 100km. Tanjakannya masih ramah, meskipun memiliki karakter unik. Para peserta diperkirakan menaklukkan rute tersebut di bawah empat jam.

Dari DAOP 7 Madiun, peserta akan diajak menyusuri Pahlawan Street Center, jalan utama Kota Madiun yang ikonik. Di kanan kirinya ada miniatur landmark dunia seperti Patung Liberty, Kakbah, Patung Merlion, hingga Menara Eiffel.

Setelah itu, mereka bakal menuju pit stop di UIN Kiai Ageng M Besari, Kabupaten Ponorogo, di KM 54,5. Setelah rehat sejenak, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi start KOM Challenge yang jaraknya hanya 2,5km dari pit stop.


Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun melakukan flag off start KAI Ngebel KOM 2026 tepat pukul 06.00 WIB, menandai perjalanan menuju Telaga Ngebel, Ponorogo. 

Nah, dari situ keseruan dimulai. Para peserta akan menempuh rute KOM Challenge sepanjang 15km menuju Telaga Ngebel yang cantik di kaki Gunung Wilis. Pemandangannya indah, udaranya sejuk, dan tanjakannya tidak terlalu menyiksa.

Rute tersebut hanya memiliki total elevasi 830 meter, hanya separonya Bromo KOM. Gradien maksimumnya 19 persen. Hal itu menjadikan KAI Ngebel KOM 2026 sebagai ajang nanjak paling bisa dinikmati di semua rangkaian event Mainsepeda.

Finis KOM berlokasi di PLTA Ngebel, yakni di KM 72. Itu tepat sebelum Telaga Ngebel. Dari situ, peserta tidak berhenti. Mereka masih harus mengitari separo telaga seluas 150 hektare tersebut. Untuk menuju race village yang berlokasi di Dermaga Ngebel, di KM 75,5.

Meski baru kali pertama diselenggarakan, KAI Ngebel KOM 2026 sudah menarik perhatian cyclist dari berbagai daerah. Komunitas-komunitas lokal, seperti dari Madiun dan Magetan, menerjunkan pasukan. Beberapa peserta tercatat berasal dari luar Jawa. Ada pula warga negara asing. Antara lain dari Australia, Tiongkok, Kolombia, Prancis, Jerman, dan Belanda.

Ajang Men Elite dan Women Elite juga tetap menjadi persaingan para cyclist profesional. Sejumlah atlet balap sepeda Indonesia dipastikan hadir. Termasuk peraih medali SEA Games Ali Agung Sahbana, Samai Amari, dan Crismonita Dwi Putri.

Nah, yang paling baru dari Ngebel KOM 2026 adalah hadirnya kategori 21 and Under. Khusus untuk anak-anak muda di bawah 21 tahun. Ternyata pesertanya membeludak. Sekitar 40 pembalap belia, putri dan putra, mendaftar. Mereka rata-rata sangat optimistis dan antusias. Semua pembalap berani mengejar podium, meski ada yang baru kali pertama terjun di event KOM.


Para peserta melintasi perlintasan KA selepas start. Mereka menempuh perjalanan 75,5 km menuju finis di Telaga Ngebel.

Dan itu bukan keyakinan kosong. Azrul Ananda pun mengatakan bahwa KAI Ngebel KOM 2026 adalah event KOM yang paling ramah buat cyclist pemula. Dilihat dari jarak, elevation gain, hingga gradien tanjakannya relatif bisa diatasi. Meski memiliki keunikan dan tantangan tersendiri.

Soal batas waktu atau CoT yang ditetapkan panitia pukul 11.30 WIB tidak perlu menjadi dikhawatirkan. Sebab, target CoT yang ditetapkan sangat realistis untuk dicapai. "Tim Mainsepeda bahkan memprediksi seluruh peserta mampu menyelesaikan rute tepat waktu, enggak ada yang melampaui CoT," yakin Azrul.

Semangat kompetitif tetap menjadi bagian penting dari KAI Ngebel KOM melalui KOM Challenge. Yakni perlombaan menaklukkan tanjakan menuju Telaga Ngebel dalam waktu tercepat. Dan persaingan di kategori elite dipastikan berlangsung sengit.

Di kategori Men Elite, Febrian Muhammad Rizky menantang juara Bromo KOM 2026 Muhammad Abdurrohman. Di Bromo, ia harus rela menjadi runner-up. Nah, kali ini, ia secara spesifik mengatakan ingin mengalahkan Abdurrohman dan mencetak sejarah. Yakni, menjadi juara perdana Ngebel KOM.

Sementara itu, di sektor putri, Cerlyn Novyta Sari, pembalap asal Kalimantan Selatan yang hanya finis keempat di Bromo, juga memancang target juara. Dia optimistis merebut podium teratas meski di kategori Women Elite ada beberapa nama jagoan seperti Maghfirotika Marenda dan Crismonita Dwi Putri.

Tantangan baru, keunikan rute, dan keindahan panorama Telaga Ngebel menjadi beberapa alasan mengapa KAI Ngebel KOM 2026 menarik hati para cyclist. Meski baru sekali diselenggarakan, ia sudah menjanjikan experience berbeda buat mereka. Sekalipun buat yang sudah sering mengikuti event KOM.

Dengan segala keunikannya, Ngebel KOM siap menjadi event andalan baru Mainsepeda yang layak ditunggu tahun-tahun selanjutnya. (Mainsepeda)  


COMMENTS