Enric Mas (Movistar) berhasil menuntaskan penantian panjangnya. Pembalap Spanyol itu berhasil merebut gelar juara Vuelta a España untuk pertama kalinya dalam karier.
Gelar juara Vuelta a España 2026 terasa semakin istimewa karena Mas harus menunggu hingga penampilan ke-16 di ajang Grand Tour untuk akhirnya berdiri sebagai pemenang.
Pembalap Movistar itu memastikan posisi teratas klasemen umum (GC) setelah menjalani dua pekan terakhir dengan performa konsisten dan mampu mempertahankan keunggulannya hingga finis di Granada.
Mas memang mendapatkan keuntungan besar setelah Tadej Pogacar (UAE Team Emirates XRG) terjatuh pada etape kedelapan dan terpaksa meninggalkan perlombaan. Saat kecelakaan itu terjadi dalam perjalanan menuju Xeraco, Mas masih tertinggal 3 menit 50 detik dari pembalap Slovenia tersebut.
Namun, statusnya sebagai penerus jersey merah bukan sekadar hadiah dari keadaan. Mas membuktikan dirinya sebagai pembalap terkuat di sisa perlombaan.
Dalam dua pekan setelah Pogacar tersingkir, Mas bahkan mampu memperlebar keunggulannya lebih dari satu menit atas Primoz Roglic (Red Bull-Bora-Hansgrohe) dan Felix Gall (Decathlon CMA CGM).
Performa tersebut sekaligus menjadi pembuktian atas pernyataannya sepanjang Vuelta bahwa dirinya tengah berada dalam kondisi terbaik sepanjang karier. Bagi Mas, gelar juara ini merupakan puncak dari perjalanan yang sangat panjang.
Sementara itu, Tobias Johannessen (Uno-X Mobility) menutup Vuelta a España 2026 dengan kemenangan dramatis pada etape 21 di Granada, Minggu (13/9).
Pembalap Norwegia tersebut menjadi bagian dari kelompok yang berhasil melepaskan diri pada tanjakan terakhir. Johannessen kemudian mampu membaca serangkaian serangan pada kilometer-kilometer terakhir sebelum akhirnya terlibat dalam duel lawan Alessandro Romele (XDS Astana).
Dalam sprint menuju garis finis, Johannessen tampil lebih kuat dan memastikan kemenangan etape.
Kemenangan tersebut terasa semakin emosional bagi Johannessen. Sehari sebelumnya, ia harus puas finis kedua setelah kalah tipis di puncak Collado del Alguacil. "Saya tidak percaya bisa melakukannya hari ini. Rasanya sangat luar biasa," kata Johannessen usai finis.
Kemenangan Johannessen sekaligus menyempurnakan debut Uno-X Mobility di Vuelta a España. Tim asal Norwegia tersebut merebut dua kemenangan etape, setelah Andreas Leknessund lebih dulu menang pada etape ketujuh.
Johannessen menilai kesuksesan tersebut merupakan hasil kerja kolektif tim sepanjang perlombaan.
"Saya merasa kami adalah tim yang sangat kuat. Kami mengalami naik turun, tetapi setiap hari kami berusaha menyelesaikan semuanya sebaik mungkin," katanya. (mainsepeda)