Jajal Rute Duluan, Peserta KAI Ngebel KOM Mantapkan Persiapan Jelang Race Day

KAI NGEBEL KOM 2026 memang disebut-sebut sebagai event KOM termudah yang diselenggarakan Mainsepeda. Total jaraknya hanya 75,5 km, jarak segmen KOM Challenge sekitar 15 km, dengan elevation gain 830 meter.

Namun, tetap saja para calon peserta mengupayakan yang terbaik demi bisa menaklukkan jalur dari pusat Kota Madiun menuju Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo itu. Bagaimana pun juga, event nanjak tidak bisa dianggap remeh. Apalagi dilakukan tanpa persiapan.

Demi persiapan optimal itu pula, sejumlah pembalap telah lebih dulu menjajal rute Madiun-Ngebel untuk mengenali karakter lintasan. Sekaligus menyusun strategi menghadapi tanjakan yang menjadi ikon ajang tersebut.

Salah seorang di antaranya adalah Abu Sufyan, peserta kategori Under 50. Bagi pria asal Magetan yang tergabung dalam komunitas B2C itu rute menuju Telaga Ngebel bukan lagi medan yang asing. Karena telah menjadi bagian dari latihan rutin komunitasnya.

Baca Juga: Pengalaman Cyclist Naik Kereta Api ke KAI Ngebel KOM 2026: Ada Gerbong Khusus Sepeda, Praktis dan Hemat

Baca Juga: Usia Bukan Halangan, 3 Cyclis Senior Siap Taklukkan Ngebel KOM 2026

"Kalau dari komunitas kami hampir seminggu sekali ke Ngebel, biasanya setiap Sabtu," kata Abu Sufyan ketika ditemui saat race pack collection di kantor KAI DAOP 7 Madiun, Jumat, 31 Juli 2026.


Abu Sufyan ketika ditemui saat race pack collection di Kantor KAI DAOP 7 Madiun, 31 Juli 2026. Sebagai orang asli Magetan, ia sering menjajal rute Madiun-Ngebel.

"Berangkat dari Pasar Baru Magetan, lewat Madiun, Dolopo, naik ke Ngebel. Lalu pulangnya lewat Ponorogo. Totalnya sekitar 150 kilometer," rincinya.

Menurut Abu, rute tersebut menjadi menu latihan tetap komunitasnya apabila tidak ada agenda balapan atau kegiatan di luar kota. Bahkan ketika jadwal sedang padat, mereka masih menyempatkan diri berlatih ke Ngebel setidaknya dua kali dalam sebulan.

Meski sudah berkali-kali melintasi jalur tersebut, Abu tidak mau menganggapnya mudah. Pria 48 tahun itu memilih tetap menghormati medan, sekaligus menjaga kondisi fisik menjelang hari perlombaan.

"Entar kalau bilang mudah, kesannya sombong. Kan kita enggak tahu, kalau menggampangkan nanti ditegur sama Allah," ucap Abu Sufyan, lantas tertawa. "Yang penting kita ikhtiar saja. Mudah-mudahan nanti bisa finis strong dan finis happy," katanya.

Baca Juga: Para Cyclist Mancanegara Terjun di KAI Ngebel KOM 2026, Tertarik Lanskap Madiun-Ponorogo

Baca Juga: KAI Ngebel KOM Diserbu Cyclist dari Luar Jawa, Jauh-Jauh Demi Sensasi dan Tantangan

Abu Sufyan mengatakan, ia dan para anggota komunitas B2C Magetan tetap melakukan persiapan untuk terjun ke KAI Ngebel KOM 2026. Sekalipun jalur itu sudah jadi "makanan sehari-hari" mereka ketika latihan.

"Ya, tetap latihan. Agar saat race nanti otot tidak kaget," ucapnya.

Waspadai Jalan Rusak dan Pasir


Sakief Ilman Albarera dan Muhammad Jian Makki, dua cyclist U-21, menyempatkan diri menjajal rute Ngebel KOM 2026 pada Rabu, 29 Juli 2026.  

Selain peserta senior, dua pebalap kategori Men Under-21, Sakief Ilman Albarera (17) asal Jember dan Muhammad Jian Makki (15) asal Pekalongan, juga memanfaatkan waktu sebelum lomba untuk mencoba rute.

Keduanya bertemu di pusat pelatihan di Madiun yang dipersiapkan khusus menjelang KAI Ngebel KOM. Bagi keduanya, edisi tahun ini menjadi pengalaman pertama mengikuti event KOM. Bahkan pengalaman perdana ikut event Mainsepeda.

Mereka telah menjajal lintasan pada Rabu, 29 Juli 2026. Simulasinya persis. Start dari kawasan kantor KAI DAOP 7 Madiun. Lalu menuju ke Ponorogo, hingga finis di Telaga Ngebel. Aksi jajal rute itu memakan waktu sekitar dua jam.

Baca Juga: Strategi B2C Magetan Taklukkan Ngebel KOM 2026: Cukup Gowes Happy!

Baca Juga: Official Jersey KAI Ngebel KOM 2026 Dirilis, Terinspirasi Naga Baru Klinting

Setelah mencicipi rute, keduanya sepakat kondisi jalan menjadi tantangan yang paling perlu mendapat perhatian. Sakief menilai beberapa ruas jalan masih terdapat tambalan, sementara Jian menyoroti adanya lubang di sejumlah titik. "Jalannya ada yang ditambal-tambal," kata pemuda asal Jember tersebut.

Sementara itu, Jian mengingatkan peserta untuk lebih berhati-hati ketika melintasi area jembatan yang permukaannya rusak karena sering dilintasi truk pasir. "Di jembatan yang rusak itu banyak pasir. Rawan jatuh, jadi harus hati-hati," ujarnya.

Meski demikian, keduanya mengaku tidak menemukan kendala berarti dari faktor cuaca maupun angin saat mencoba lintasan. Mereka juga menilai tanjakan menuju Ngebel masih dapat dinikmati selama peserta mampu menjaga ritme kayuhan.

Menjelang race day, baik Abu Sufyan maupun dua pebalap muda tersebut sepakat bahwa persiapan fisik dan kewaspadaan saat melintasi beberapa titik jalan menjadi kunci untuk menyelesaikan tantangan KAI Ngebel KOM dengan aman. Sekaligus menikmati setiap kilometer perjalanan menuju garis finis. (Mainsepeda)


COMMENTS