Evenepoel Juara Grand Prix Cycliste de Québec Usai Kalahkan Ciccone

Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) memenangkan Grand Prix Cycliste de Québec setelah mengalahkan Giulio Ciccone dalam sprint menuju garis finis, Sabtu (12/9) WIB. Pembalap Belgia itu mampu mempertahankan keunggulan pada momen krusial untuk mengamankan kemenangan di Kanada.

Giulio Ciccone (Lidl-Trek) harus puas menempati posisi kedua. Sementara itu, Anthon Charmig (Uno-X Mobility) melengkapi podium setelah mampu mempertahankan posisi ketiga.

Tom Pidcock (Pinarello-Q36.5) finis di urutan keempat setelah melakukan pengejaran cepat di penghujung lomba. Ia melewati Quinn Simmons yang sebelumnya berada di posisi tersebut.

Pertarungan menuju kemenangan mulai mengerucut ketika balapan memasuki tiga putaran terakhir. Evenepoel menjadi salah satu pembalap yang agresif dan kemudian membentuk kelompok bersama Ciccone serta Charmig.

Ketiganya sempat berusaha melepaskan diri dari rombongan utama yang sudah menipis. Namun, keunggulan mereka tidak pernah benar-benar aman karena peloton terus memberikan tekanan dari belakang.

Ketika garis finis tinggal 75 meter, Evenepoel mengambil keputusan menentukan. Ia bergerak dari belakang Ciccone dan melancarkan sprint pada waktu yang tepat.

Ciccone berusaha merespons, tetapi Evenepoel mampu mempertahankan keunggulannya hingga melewati garis finis.

“Saya percaya diri dengan sprint saya juga, jadi saya sedikit berjudi untuk memulai dari depan. Angin dari depan cukup menyulitkan,” kata Evenepoel usai balapan.

Evenepoel menilai Ciccone juga merasakan tekanan angin ketika mencoba mengambil alih posisi. Situasi tersebut menjadi keuntungan bagi pembalap Belgia itu untuk mempertahankan momentum sampai finis.

“Saya pikir ketika dia mencoba melewati saya, dia juga merasakan angin di depan, dan kemudian saya berhasil mempertahankan keunggulan. Jadi saya sangat senang,” lanjutnya.

Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Evenepoel mengakui Ciccone tampil kuat sepanjang fase akhir perlombaan. Keberadaan Quinn Simmons di depan sebagai rekan setim Ciccone juga membuat situasi semakin rumit.

“Ini berat. Saya pikir dia juga terlihat sangat kuat, dan dia berada di posisi yang menguntungkan karena memiliki rekan setim tepat di belakang, sehingga dia bisa lebih banyak berada di belakang roda,” ujar Evenepoel.

Bagi Ciccone, posisi kedua tetap menjadi hasil yang memuaskan. Pembalap Italia tersebut mengaku sangat menderita ketika berada di depan bersama Evenepoel karena sang pemenang lebih banyak mengambil alih pekerjaan di kelompok tersebut.

“Saya berada di depan bersama Remco dan benar-benar kesulitan, jadi saya harus mengucapkan selamat kepadanya karena dia melakukan sebagian besar pekerjaan di depan,” kata Ciccone.

Di luar persaingan tiga besar, Michael Matthews gagal mengejar Quinn Simmons yang lebih dahulu melakukan akselerasi sekitar tujuh kilometer sebelum finis. Pembalap Jayco AlUla yang merupakan juara tiga kali di ajang tersebut mencoba merespons, tetapi tidak mampu mengejar Simmons.

Matthews akhirnya harus puas di posisi keenam. Sementara itu, Simmons sempat melakukan upaya solo untuk mengejar kelompok tiga pembalap di depan.

Drama juga terjadi ketika rombongan pembalap memasuki 50 meter terakhir. Setelah posisi 10 besar mulai ditentukan, sembilan pembalap berkumpul menjelang garis finis.

Quinten Hermans (Pinarello-Q36.5) memimpin kelompok tersebut dan finis di posisi ke-11. Di belakangnya, Juan Ayuso (Lidl-Trek) terjatuh cukup keras setelah terlibat insiden dengan Paul Seixas (Decathlon CMA CGM).

Ayuso sempat tergeletak di jalan sebelum akhirnya menyelesaikan 50 meter terakhir. Ia tertinggal 2 menit 24 detik dari pemenang.

Setelah mengamankan kemenangan di Québec, Evenepoel kini langsung mengarahkan perhatian ke agenda berikutnya. Ia dijadwalkan tampil di Grand Prix Cycliste de Montréal pada Minggu.

Evenepoel memilih tidak terlalu memikirkan hasil di depan dan ingin menjalani satu balapan demi satu balapan. Setelah Montréal, perhatian akan beralih ke Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung pada pekan berikutnya.

“Saya harus tetap tenang dan menjalani hari demi hari karena Minggu adalah hari yang berbeda. Kemudian Minggu berikutnya, dan Minggu setelahnya di Kejuaraan Dunia. Ada dua pekan besar di depan saya,” ujar Evenepoel. (mainsepeda)


COMMENTS