Terima kasih untuk Herbamojo yang memberi kesempatan untuk dapat berangkat mengikuti Unbound Gravel 2022. Selain menjaga kesehatan kami, Herbamojo rutin mensponsori event-event kami secara berkala. Pada saat ini saya, Om Aza, dan beberapa orang teman sedang berada di USA untuk mengikuti Unbound Gravel 2022, seperti yang disinggung di Podcast Main Sepeda beberapa waktu lalu.

Karena sudah pernah finis di event yang 100 mil, pada tahun ini saya memilih kategori 200 mil. Bukan pilihan yang mudah. Tapi saya juga tidak menemukan alasan yang cukup kuat untuk tetap mengikuti kategori 100 mil.

Tahun lalu, saya harus tampil habis-habisan di kategori 100 mil. Sampai jalan pun harus dibopong agar tidak gontai. Selesai pukul 17.00, seingat saya. Kalau saya mengikuti kategori 200 mil, secara kekuatan dan swipoa, daya pasti mengikutinya dengan sangat berat dan lamaaaa..maa..ma.

Om John Boemihardjo saja tahun lalu harus melewati gelapnya padang rumput. Pasti saya juga tidak juah-jauh dari itu. Seperti dalam Podcast yang disinggung Om Aza, saya sudah mempersiapkan tangki air dalam tas. Sudah mempersiapkan lampu depan dan belakang. Sudah berlatih dengan sepeda gravel untuk rute-rute yang bahkan tidak gravel sama sekali. Sebab, saya tidak punya waktu khusus untuk berlatih sepeda gravel. Sepintas tampak persiapan saya sudah sebaik yang bisa.....tampaknya.

Terima kasih Om John. Anda memilihkan perjalanan yang lama. Membuat saya capai duduk di pesawat. Setelah turun, kami sudah mendekati Emporia. Tapi tidak bisa tinggal di Emporia. Karena penginapan di daerah Emporia sudah penuh.

Di atas kertas, rute tahun ini tidak seberat tahun lalu. Dari mana saya tahu? Dari elevasinya. Elevasi kali ini tidak setinggi tahun lalu. Suatu kelegaan sementara buat saya. Saya lihat rutenya yang di-upload dan melihat cuplikan rutenya, aman. Sesuai prediksi.

Akhirnya, Senin kemarin sempat merasakan tes rute. Pagi-pagi kita berangkat ke Emporia untuk mencoba rute. Mulanya biasa saja. Kita saling bercanda. Berbincang seadanya. Semua biasa saja, tak pernah kubayangkan…. Penggalan awal lagu 'Mulanya Biasa Saja' yang dinyanyikan Kak Meriam Bellina ini benar-benar menggambarkan keadaan di Emporia.

Tiba-tiba keadaan berubah drastis menjadi zonk besar. Yang kita tak pernah dilihat, tak terjadi tahun lalu, tidak pernah tertangkap kamera, dan tidak pernah ada foto yang jelas. Bukan demit, bukan barang klenik, tapi angin. Angin tahun ini sangat not friendly. Sulit menggambarkannya.

Hari ini ada videonya di channel Mainsepeda di YouTube. Untuk sementara saya masih bingung mengatur setting sepeda. Frame bag di tengah frame sangat tidak baik. Frame bag itu bisa menjadi layar terkembang. Hingga Kolom Sehat ini ditulis, saya tidak tahu Si Hore ini mau diapakan. Sebab pengalaman tahun ini jauh berbeda dari tahun lalu. Twist plot with twister, wkwkwk.

Sambil berpikir, saya sangat tersentuh ketika begitu banyak TeJo (Teman Johnny Ray) dan teman yang baru dikenal, menyemangati saya agar bisa finis. Padahal untuk start saja saya sudah malas. 

Ucapan dan semangat dari kalian adalah motivasi saya. Terima kasih untuk doa-doanya. Terima kasih untuk dukungannya. Semoga saya bisa melalui event ini dengan baik, Terima kasih sekali lagi. Seperti kata Yoyo dari Solo, "Kami benar-benar perlu ucapan ini: good luck". Sekian. (johnny ray)

Baca Juga: Update Perjalanan Tim Mainsepeda Menaklukkan Unbound Gravel 2022 

Baca Juga: Begini Cara Mendapatkan Foto dan Sertifikat Digital Bromo KOM

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 88


COMMENTS