Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) akhirnya berhasil menghapus rasa penasarannya dengan merengkuh gelar juara umum Paris-Nice untuk pertama kalinya. Kepastian ini didapat setelah Vingegaard finish di posisi kedua pada etape penutup yang berakhir di Nice, Minggu, 15 Maret 2026.
Meskipun gagal merebut kemenangan etape setelah kalah adu cepat dalam sprint melawan pembalap Prancis, Lenny Martinez (Bahrain-Victorious), posisi Vingegaard di puncak klasemen umum (GC) tidak tergoyahkan. Ia mendominasi klasemen GC dengan keunggulan telak dari Lenny Martinez dengan selisih di atas 4 menit.
Vingegaard awalnya berambisi untuk menyempurnakan pesta gelarnya dengan memenangi etape terakhir. Usahanya dimulai saat rekan setimnya, Victor Campenaerts, melakukan tarikan luar biasa di depan peloton yang membuat grup utama terpecah. Vingegaard kemudian melakukan akselerasi solo di tanjakan terjal Côte du Linguador. Namun, hanya Lenny Martinez yang mampu menempel ketat serangan sang juara Tour de France tersebut.
Baca Juga: Isaac del Toro Segel Gelar Juara Umum Tirreno-Adriatico 2026
Kedua pembalap bekerja sama dengan baik untuk menjaga jarak dari grup pengejar di belakang hingga memasuki 20 kilometer terakhir. Namun, saat mendekati garis finis, taktik balapan mulai dimainkan. Vingegaard sempat membuntuti Martinez, bersiap untuk melakukan sprint penutup.
Martinez yang tampil tenang akhirnya meluncurkan serangan sprint sepanjang 300 meter. Vingegaard mencoba keluar dari posisi slipstream untuk menyalip, tetapi tenaga Martinez terbukti lebih unggul.
"Hari ini hampir menjadi hari yang sempurna; kami sangat bersenang-senang. Kami balapan dengan kecepatan penuh sepanjang hari, dan akhirnya saya bisa memenangi Paris-Nice," ujar Vingegaard usai balapan.
Martinez jadi satu-satunya pembalap yang dapat menempel laju Vingegaard.
Bagi Vingegaard, kemenangan ini memiliki makna personal yang mendalam setelah beberapa kali gagal di edisi sebelumnya. Bintang asal Denmark ini tercatat tiga kali mengikuti Paris-Nice. Pada 2023, ia harus puas hanya finish tiga besar di klasemen GC. Sementara tahun lalu, nasibnya lebih buruk karena harus tersisih usai mengalami insiden kecelakaan.
"Ini adalah balapan yang sebelumnya tidak bisa saya selesaikan dengan benar. Sekarang, akhirnya saya berhasil melakukannya, dan itu membuat saya sangat bahagia. Ini awal tahun yang baik dan sesuatu yang sangat saya banggakan," tambahnya.
Di sisi lain, tim Red Bull-Bora-Hansgrohe bekerja keras mengamankan posisi kedua klasemen umum untuk Dani Martinez. Pembalap asal Kolombia tersebut sempat terjatuh akibat insiden dengan rekan setimnya, Laurence Pithie. Meski dalam kondisi menahan sakit, ia diberikan bantuan dari Aleksandr Vlasov dan Pithie untuk berhasil menyelamatkan posisi Dani Martinez di klasemen.
Baca Juga: Jersey Nggravel Blitar 2026: Memadukan Keindahan Rute dengan Estetika Seni Van Gogh
Sementara itu, kejutan datang dari Georg Steinhauser yang berhasil mengamankan podium ketiga secara keseluruhan. Ia terbukti lebih tangguh di tanjakan Linguador dibandingkan rivalnya, Kevin Vauquelin (Ineos Grenadiers), sekaligus memastikan tempat di tangga juara saat menyentuh garis finish di Nice.
Kemenangan Vingegaard di Paris-Nice 2026 ini menjadi sinyal kuat kesiapannya menghadapi kompetisi 2026. Pembalap 29 tahun itu menargetkan diri untuk bersaing membidik gelar double Giro-Tour musim ini, dengan menjuarai Giro d'Italia dan Tour de France. (Mainsepeda)
Results powered by FirstCycling.com