Tour Auvergne-Rhône-Alpes 2026-Etape 4: Quinn Simmons Raih Kemenangan Perdana Musim Ini
Quinn Simmons (Lidl-Trek) mencuri perhatian di etape empat Tour Auvergne-Rhône-Alpes 2026 usai menang dramatis dari skenario breakaway yang bertahan hingga garis finis di Montrond-les-Bains, Rabu (10/6).
Pembalap Amerika Serikat tersebut menunjukkan performa impresif sepanjang balapan sebelum mengalahkan Finn Fisher-Black (Red Bull-Bora-Hansgrohe) dalam sprint penentuan. Sementara itu, posisi ketiga ditempati Mattéo Vercher (TotalEnergies).
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Simmons sekaligus menandai kemenangan pertamanya pada musim 2026. Ia sukses memanfaatkan kerja keras kelompok breakaway yang nyaris gagal mempertahankan keunggulan dari tekanan peloton pada kilometer-kilometer terakhir.
Grup terdepan yang sempat beranggotakan 10 pembalap hanya memiliki keunggulan sekitar 12 detik saat memasuki satu kilometer terakhir. Namun, upaya tanpa lelah Pablo Castrillo (Movistar) membantu menjaga peluang kelompok ini untuk tetap berada di depan hingga finis.
Begitu sprint dimulai, persaingan tampak mengerucut antara Simmons dengan Fisher-Black. Pada akhirnya, Simmons mampu unggul tipis di garis finis untuk meraih kemenangan pertamanya musim in.
Di belakang para pembalap terdepan, peloton melintasi garis finis hanya beberapa detik kemudian. Hasil itu membuat Alex Baudin (EF Education-EasyPost) tetap mempertahankan jersey kuning tanda pimpinan klasemen umum (GC).
Sementara itu, etape keempat diawali dengan sedikit penundaan setelah terjadi insiden kecelakaan pada fase netral. Setelah balapan resmi dimulai, para pembalap langsung dihadapkan pada tanjakan Col de la Croix de l'Arbre sepanjang empat kilometer.
Sejak awal, sejumlah serangan dilancarkan untuk membentuk breakaway. Namun, kombinasi angin dari depan serta tingginya intensitas serangan membuat tidak ada kelompok yang mampu menciptakan jarak signifikan dari peloton.
Baru setelah lebih dari 90 kilometer balapan berlangsung, kelompok pelarian benar-benar terbentuk. Simmons menjadi salah satu pembalap paling agresif sepanjang hari dengan beberapa kali melancarkan serangan sejak awal etape.
Ia kemudian bergabung dengan Jordan Jegat dan Andreas Kron sebelum kelompok tersebut berkembang menjadi 12 pembalap. Nama-nama seperti Marco Frigo, George Bennett, Samuel Watson, Pablo Castrillo, Raúl García Pierna, Finn Fisher-Black, Lars Craps, Mattéo Vercher, dan Jan Castellon turut meramaikan grup terdepan.
Meski berisi sejumlah pembalap kuat, kelompok itu tidak pernah memperoleh keunggulan besar. Peloton terus menjaga jarak dan memastikan selisih waktu tetap berada dalam jangkauan.
Memasuki 50 kilometer terakhir, seluruh tanjakan utama telah dilewati dan para pembalap menghadapi lintasan menurun serta jalan datar menuju finis. Situasi tersebut menguntungkan peloton yang mulai meningkatkan kecepatan untuk mengejar kelompok depan.
Tekanan semakin besar ketika Samuel Watson terjatuh pada tikungan menurun sekitar 39 kilometer menjelang finis. Tak lama berselang, George Bennett juga kehilangan kontak dengan grup terdepan sehingga jumlah pembalap di depan menyusut menjadi 10 orang.
Dengan 20 kilometer tersisa, keunggulan breakaway hanya sekitar 40 detik. Tim Cofidis memimpin pengejaran dari belakang, sementara sejumlah tim lain ikut meningkatkan tempo demi memaksakan sprint massal.
Meski demikian, para pembalap di kelompok depan menolak menyerah. Mereka terus bekerja sama menjaga kecepatan hingga memasuki lima kilometer terakhir.
Saat peloton semakin mendekat, Pablo Castrillo mengambil peran penting dengan memimpin laju kelompok breakaway pada kilometer penutup. Pengorbanannya terbukti krusial karena grup terdepan mampu mempertahankan keunggulan tipis hingga memasuki sprint akhir.
Simmons kemudian menunjukkan ketenangan dan kekuatan terbaiknya. Dalam duel langsung melawan Fisher-Black, juara nasional Amerika Serikat itu berhasil melintasi garis finis lebih dulu dan mengunci kemenangan yang telah diperjuangkan sepanjang hari. (mainsepeda)