KEJUTAN besar terjadi di Nggravel Glenmore 2026. Pesepeda asal Belanda Bart Vreugdenhil menjadi cyclist pertama yang menembus finis event yang kali pertama digelar Mainsepeda tersebut. Ia bersaing ketat dengan Rachmad Noka Wibisono dalam ajang yang digeber Minggu, 4 Oktober 2026 tersebut. Mereka mencapai titik end gravel pada pukul 09.36.

Bart dan Noka tidak diperkirakan jadi juara. Sebelumnya, juara dan runner-up Nggravel Blitar 2026 Yusuf Kibar dan Ethan Batara Njotoprawiro, diprediksi bakal bersaing keras. Namun, keduanya tercecer. Bart dan Noka head-to-head sejak KM 50, lalu saling menyalip sampai finis.

Dari kedua nama itu, Bart jelas kejutan paling besar. Ia sebenarnya datang ke Banyuwangi sebagai bagian dari perjalanan backpacking menggunakan sepeda dari Jakarta menuju Bali. Sama sekali tidak ada rencana untuk mengikuti Nggravel Glenmore. Event itu ia temukan ketika sedang mencari balapan gravel di Banyuwangi, beberapa pekan setiba di Indonesia.

"Aku memang banyak ikut lomba di Eropa, tapi ini (juara, Red) bukan sesuatu yang aku duga," kata Bart. "Aku enggak tahu level balapan di Indonesia bagaimana. Jadi dari awal targetku jelas. Aku harus bergabung di peloton terdepan, dari situ aku baru bisa mengetahui seberapa kuat para peserta lain," ungkapnya.

Baca Juga: Nggravel Glenmore 2026 Digeber, 400 Cyclist Taklukkan Unbound-nya Indonesia

Baca Juga: Adrian Ingin Ulang Sukses Blitar di Nggravel Glenmore 2026, Kadek Penantang Serius 

Bart bercerita, start-nya ternyata sangat cepat. Ia bersaing dengan Noka dan Ethan. Di sektor downhill pertama yang ia temui, Bart melihat Noka dan Ethan melaju superkencang. Ia tertinggal di belakang karena tidak punya skill khusus untuk menaklukkan medan seperti itu.

Namun, lomba kemudian memasuki jalur flat. Dan tak lama kemudian, di sektor fast gravel, ia mulai bisa menyusul kedua pembalap di depannya. "Sayang sekali, Ethan puncture (terluka) dan tertinggal di belakang. Jadi aku tinggal head-to-head dengan Noka saja," cerita cyclist 31 tahun tersebut.

Perjalanan di Nggravel Glenmore 2026 sangat tidak mudah bagi Bart. Rantai sepedanya sempat copot dua kali. Ia juga kehilangan satu botol minumnya. Sehingga harus menghemat asupan cairan di tengah kondisi yang panas. Meski demikian, ia mampu bertahan hingga garis finis. "Yang paling aku takutkan sebenarnya kram. Untungnya, itu tidak terjadi," ucapnya.

Bart menilai karakter trek Nggravel Glenmore 2026 berbeda dari gravel yang pernah ia temui di Eropa. Menurutnya, permukaan trek di Banyuwangi lebih kasar dengan banyak bebatuan.
Bagian paling menantang baginya berada di sekitar titik water station kedua. Ketika peserta harus melewati tanjakan dan turunan berbatu.

"Bukan hanya berat secara fisik, tetapi secara mental juga harus tetap fokus. Itu bagian yang paling berat," ujar cyclist yang sering mengikuti race UCI tersebut. "Tapi, bisa finis (terdepan) dengan pemandangan seperti ini, rasanya sungguh luar biasa," tuturnya senang.

Baca Juga: Kalah di Blitar, Ethan Siap Patahkan Dominasi Kibar di Nggravel Glenmore 2026

Baca Juga: Backpacker Belanda Gowes Jakarta-Bali, Berujung Ikut Nggravel Glenmore

Sementara itu, Rachmad Noka Wibisono harus puas finis di posisi kedua. Atlet sepeda dari tim Dr J Cycling Malang itu tiba di garis finis pada pukul 09.36 WIB, bersamaan dengan Bart Vreugdenhil. Namun, catatan waktu Noka terpaut tipis dari pesepeda asal Belanda tersebut.

Noka sudah berada di rombongan terdepan sejak awal lomba. Setelah grevel start, para pesepda langsung gas pol untuk menjadi yang terdepan. Salah satunya Yusuf Kibar, Hadi Siswanto, dan Bart.

Noka sebenarnya sempat berada di posisi paling sepan bersama Kibar. Keduanya sempat memimpin sendirian sebelum akhirnya salah mengambil jalur. Kesalahan itu membuat mereka kehilangan waktu.

Bart kemudian berhasil mengejar. Noka, Kibar, dan Bart pun bergantian memimpin dan saling menarik. Mereka bertiga bertahan di depan hingga Kibar mengalami ban bocor di sekitar kilometer 50. Setelah Kibar tertinggal, Noka dan Bart melanjutkan duel hingga finis. Keduanya saling bergantian memimpin.

"Tenaga saya sudah terkuras. Sejak sekitar 15 kilometer sebelum finis, kaki dan tangan saya kram," kata Noka.

Tapi ia tak menyerah. Sekitar 200 meter sebelum finis, Noka dan Bart adu sprint dan mampu mendekati Bart. Bahkan sempat sejajar. Namun, sekitar 50 meter sebelum garis finis, kakinya kembali mengalami masalah. "Sudah benar-benar enggak keinjak itu. Sudah," kata Noka.

Baca Juga: Komunitas Goku Siap Jelajah Glenmore Lalu Berburu Kuliner

Baca Juga: 3 Bestie Pencinta Gravel Ingin Nikmati Unbound-nya Indonesia Sambil Ngonten

Meski gagal menjadi juara, Noka mengaku terkesan dengan karakter rute Nggravel Glenmore. Menurutnya, lomba ini bukan sekadar gravel untuk bersenang-senang.

"Benar-benar ngeri. Salut aku sama yang bikin rute. Ini benar-benar hard racing menurutku," kata Noka. "Bukan yang kayak gravel untuk enak-enakan, karena benar-benar challenging banget rutenya. Harus skill full rider-nya,” ujarnya.

Sedangkan Kibar, yang sebelumnya digadang-gadang menjadi juara harus keluar dari persaingan terdepan. Ia finis di posisi ketiga kategori Gravel Men 34 and Under. Peluang Kibar untuk menjadi juara sempat terbuka. Pada awal race, juara Bentang Jawa 2024 itu berada di rombongan. Ada sekitar enam hingga tujuh pembalap. Rombongan itu kemudian terpecah.

Kibar bahkan sempat breakaway bersama Bart dan Noka. Namun, masalah ban membuatnya kehilangan banyak waktu. "Karena ban bocor itu, akhirnya mau tidak mau saya harus mengejar lagi," ujar Kibar.

Masalah ban pertama terjadi sekitar kilometer 20. Ban tubeless yang digunakan Kibar bocor. Ia mencoba menambalnya sendiri. Namun, cara tersebut tidak berhasil. Beberapa menit kemudian, ban kembali kempes. Kibar akhirnya memasang ban dalam. Proses itu membuatnya kehilangan banyak waktu dari rombongan terdepan.

Hasil yang diraih di Nggravel Glenmore 2026 tersebut belum sesuai target awal. Apalagi Kibar datang untuk mempertahankan dominasinya setelah meraih podium di Nggravel Bkitar 2026. Namun, ia tetap puas bisa mengamankan podium setelah mengalami kendala ban.

Dari segi rute, Kibar sangat menikmati karakter lintasan di Glenmore. "Kalau dibandingkan dengan yang di (Nggravel) Blitar, saya lebih puas di sini. Karena gravel-nya lebih panjang. Jadi memang lebih terasa gravel-nya,” ujar Yusuf. (Mainsepeda)

Populer

Nggravel Glenmore 2026 Digeber, 400 Cyclist Taklukkan Unbound-nya Indonesia!
Backpacker Belanda Gowes Jakarta-Bali, Berujung Ikut Nggravel Glenmore
3 Bestie Pencinta Gravel Ingin Nikmati Glenmore Sambil Ngonten
Adrian Ingin Ulangi Sukses Blitar di Nggravel Glenmore 2026, Kadek Penantang Serius
Demi Vollering Pertahankan Gelar Juara Eropa, Belanda Kuasai Podium
Kejutan Besar, Bart Vreugdenhil Finis Terdepan Nggravel Glenmore 2026
Stephen Lane Siap Debut Gravel di Indonesia, Kai Besser Comeback Setelah 20 Tahun
Dari RD Nge-Hang sampai Salah Ban, Bike Check Jadi Penyelamat Sebelum Start Nggravel Glenmore
Panduan Lengkap RPC Nggravel Glenmore 2026: Lokasi, Alur, dan Regulasi Peserta
Kalah di Blitar, Ethan Siap Patahkan Dominasi Kibar di Nggravel Glenmore 2026