Cerita Peserta KAI Ngebel KOM ke Madiun Naik Kereta Api, Gerbong Khusus Sepeda Praktis dan Htmat

GELARAN KAI Ngebel KOM 2026 benar-benar menghadirkan pengalaman berbeda. Ada cerita-cerita menarik dari para peserta menjelang perhelatan event King of the Mountain (KOM) terbaru yang digagas Mainsepeda itu.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberi kemudahan logistik dan transportasi bagi para cyclist yang akan berlaga di ajang yang digelar Sabtu besok, 1 Agustus 2026 tersebut. Operator kereta api plat merah itu menyiagakan rangkaian gerbong khusus untuk mengangkut peserta beserta sepeda mereka.

Sejumlah peserta dari berbagai daerah akhirnya memilih naik kereta api menuju Madiun, lokasi start Ngebel KOM. Tentu saja, fasilitas gerbong khusus sepeda dari KAI menjadi pengalaman baru bagi para cyclist. Perjalanan pun lebih praktis, terjangkau, aman, dan hemat energi.

Salah seorang cyclist yang merasakan pengalaman ini adalah Yanto S Utomo, yang turun di kategori Men 55-59. Direktur utama Disway itu berangkat dari Stasiun Cirebon pada Jumat dini hari, 31 Juli 2026, menggunakan KA Madiun Jaya yang langsung menuju Madiun, Jawa Timur.

Baca Juga: Buat Ngebel KOM 2026, KAI Siapkan Kereta dan Bagasi Khusus Sepeda

Baca Juga: Pengambilan Race Pack Ngebel KOM 2026 Dipusatkan di Kantor KAI DAOP 7 Madiun, Akses Mudah 

"Saya sampai Madiun jam 06.00 pagi. Perjalanan enam jam, cukup untuk tidur dan simpan energi,” ungkap Yanto. Ia juga tenang, karena sepeda tersimpan rapi di gerbong khusus.


Yanto S Utomo tiba di Stasiun Madiun dan mengambil sepeda dari bagasi khusus yang disiapkan PT KAI. Praktis dan aman.  

Ya, sepeda road bike yang dibawanya tidak perlu dipreteli atau dibongkar. Bahkan, pegawai KAI membungkus sepedanya dengan kardus dan plastik sesuai SOP KAI. Lalu dimasukkan ke gerbong khusus yang memang disiapkan untuk sepeda.

"Jadi dari rumah, sepeda saya naikkan, sampai Madiun langsung bisa dipakai gowes. Praktis, tidak ribet,” kata riang. Ia mengaku sangat dimudahkan oleh fasilitas tersebut.

Gerbong khusus sepeda itu dilengkapi tiga rak. Satu rak bisa menampung hingga sepuluh sepeda. Biaya untuk mengangkut sepeda juga relatif terjangkau, yakni sekitar Rp250.000 per unit. "Lebih hemat daripada harus bawa mobil. Tidak perlu ribet dengan sopir atau biaya tol. Transportasi kereta dengan gerbong sepeda sangat membantu," papar Yanto. 

Lebih jauh, ia berharap fasilitas rangkaian gerbong kereta khusus sepeda ini tidak hanya tersedia saat event tertentu saja. Sebab, dengan adanya gerbong khusus sepeda, para pesepeda bisa membawa sepeda mereka kapan saja menggunakan kereta api.

Tentu, hal itu akan semakin memudahkan perjalanan menuju daerah-daerah populer untuk gowes, seperti Jogja, Solo, Kediri, hingga Blitar. "Ini penglaman pertama saya naik kereta dengan sepeda barengan. Dan pelayanannya bagus, tidak ribet sama sekali. Bisa tidur di perjalanan, hemat energi untuk gowes," tambahnya.

Baca Juga: Usia Bukan Halangan, 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan KAI Ngebel KOM 2026

Baca Juga: KAI Ngebel KOM 2026 Diserbu Cyclist Luar Jawa, Jauh-Jauh Demi Sensasi dan Tantangan


Sepeda milik Berry Perdana Putra ditempatkan di ruang penyimpanan khusus KA Madiun Jaya. Tidak perlu dibongkar atau dipreteli.

Setelah tiba di Madiun, Yanto melanjutkan perjalanan ke Magetan sekitar 30 km untuk kulineran di warung Eropa milik pelawak dan aktor Isa Bajaj. "Cyclist biasanya mencari tempat-tempat viral untuk disinggahi. Jadi sambil berolahraga, bisa rekreasi dan kulineran,” ujarnya.

Di ajang Ngebel KOM 2026, mantan CEO Radar Cirebon itu tidak menargetkan podium atau catatan waktu tertentu. Baginya, bisa finish strong saja sudah cukup. Apalagi rute yang dilalui bersahabat, tidak seberat tanjakan Bromo KOM. Di sepanjang rute yang dilalui juga menyajikan pemandangan indah, terutama di pinggir Telaga Ngebel.

Strategi yang ia siapkan pun sederhana: menghemat energi sejak awal, menjaga ritme dengan kayuhan pelan, dan memastikan tubuh tetap segar hingga akhir lomba. "Ngebel KOM ini cocok untuk cyclist pemula maupun penghobi seperti saya. Event seperti ini memberi pengalaman bersepeda yang menyenangkan," tuturnya.


Berry Perdana Putra (kiri) berfoto bersama para personel KAI setelah menyerahkan sepeda ke gerbong khusus yang disiapkan untuk KAI Ngebel KOM 2026. 

Pengalaman naik kereta api menuju lokasi KAI Ngebel KOM 2026 juga dirasakan oleh Berry Perdana Putra. Cyclist yang sebelumnya finis pertama di Nggravel Blitar 2026 kategori Men MTB 35-44 itu berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menggunakan KA Madiun Jaya.

Baca Juga: Official Jersey KAI Ngebel KOM 2026 Dirilis, Terinspirasi Legenda Naga Baru Klinting

Baca Juga: 7 Asupan Carbo Loading yang Wajib Dicoba Peserta KAI Ngebel KOM 2026

Bagi Berry, perjalanan malam dengan kereta terasa jauh lebih praktis. Sepeda yang ia bawa tidak perlu dibongkar atau dipreteli. Begitu tiba di stasiun, petugas langsung menangani dengan baik. Mulai dari penerimaan sepeda, proses pembungkusan dengan kardus dan plastik, hingga penempatan di ruang penyimpanan khusus.

"Handling-nya baik sekali. Dari mulai reception sepeda, di-wrap, dan penempatan di storage-nya juga oke," puji Berry.

Karena fasilitas dan pelayanan KAI cukup baik, Berry pun bisa beristirahat sepanjang perjalanan, menyimpan tenaga untuk menaklukkan tanjakan Telaga Ngebel keesokan harinya. "Sepeda tetap terjaga dalam kondisi aman dan dalam kondisi siap pakai," ujarnya puas.

KAI Ngebel KOM 2026 akan diselenggarakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Event itu menempuh jarak total 75,5 km, dengan total elevasi hanya 830 meter. Peserta diajak  mengeksplorasi tanjakan menuju puncak Telaga Ngebel di Ponorogo yang asri dan indah. (Mainsepeda)


COMMENTS