GELARAN Madiun-Ponorogo KAI Ngebel KOM 2026 semakin dekat. Para cyclist kini tengah bersiap menaklukkan rute menanjak menuju salah satu destinasi ikonik di Ponorogo, Jawa Timur: Telaga Ngebel.

Dibandingkan dengan rute menanjak garapan Mainsepeda lainnya, tanjakan Ngebel kali ini disebut-sebut menawarkan sensasi yang berbeda. Karakter jalurnya dinilai lebih bersahabat. Namun tetap menyajikan tantangan tersendiri yang pantang untuk diremehkan.

Hal itu diungkapkan, salah satunya, oleh Rakhman Wahyudi Mulyo. Cyclist asal Pacitan itu pernah menjajal jalur yang bakal jadi suguhan puncak KAI Ngebel KOM 2026 tersebut.

Ia menilai karakter tanjakan menuju Telaga Ngebel jauh lebih ramah dibanding event KOM Mainsepeda lainnya. Kualitas aspal yang mulus berpadu dengan gradien yang relatif landai menjadi nilai tambah utama bagi para peserta yang ingin menguji kemampuan menanjak mereka.

Baca Juga: Legenda Naga Baru Klinting, Kisah Epik di Ujung Finis KAI Ngebel KOM 2026

Baca Juga: Ketagihan Nanjak, Bunda Ajak si Anak Lelaki Debut di KAI Ngebel KOM 2026

Namun, Rakhman mengingatkan agar para peserta tidak kehilangan kewaspadaan dan terlalu santai sejak awal. "Walau elevasi dan gradiennya bersahabat, tapi tetap butuh usaha besar untuk mencapai Telaga Ngebel," ujarnya.

Senada dengan Rakhman, Bambang Priyambodo membagikan pengalamannya saat melintasi jalur ini pada gelaran East Java Journey (EJJ) 2025 lalu. Menurut Bambang, kontur jalanan menuju Telaga Ngebel didominasi oleh lintasan rolling (naik-turun landai).

Karakteristik jalan seperti ini sangat menguntungkan bagi pesepeda yang pandai mengatur manajemen tenaga, karena mereka bisa menjaga irama kayuhan (cadence) dengan konsisten sekaligus memacu kecepatan di beberapa titik.

"Rolling, masih bisa buat speed, dan di akhir disambut suasana Telaga Ngebel yang syahdu," ungkap Bambang, menggambarkan kepuasan finis di tepi telaga yang asri tersebut.

Meskipun profil elevasi KAI Ngebel KOM tidak sebrutal tanjakan ikonik seperti Dholo KOM di Kediri atau Ijen KOM di Banyuwangi, ada "faktor X" yang siap menguras energi para peserta sepanjang perjalanan. Hal itu diungkapkan oleh cyclist lainnya, Tri Sena Dipayuda.

Baca Juga: Rela Repot Demi Seru, 20 Cyclist Matador Siap Serbu KAI Ngebel KOM 2026

Baca Juga: Para Debutan Siap Tempur di Ngebel KOM 2026, View Menawan Hingga Terpapar Video Teman

Menurut Tri Sena, tantangan terbesar di rute ini bukan terletak pada kecuraman tanjakan, melainkan faktor eksternal berupa cuaca ekstrem. "Cuaca panas dan angin saat menanjak sangat menyiksa mental, apalagi sekarang memasuki musim panas," tutur cyclist asal Gresik tersebut.

Embusan angin kencang di area terbuka yang dipadu dengan suhu udara menyengat dipastikan akan menguji daya tahan fisik dan psikologis para cyclist. Tanpa persiapan hidrasi dan strategi yang matang, jalur yang tampak "ramah" ini bisa menjadi bumerang yang menguras habis sisa tenaga sebelum menyentuh garis finis.

KAI Ngebel KOM 2026 akan digelar pada Sabtu, 1 Agustus 2026 mendatang. Start akan dimulai dari PT KAI Kantor Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menuju ke Telaga Ngebel di Ponorogo dari Mlilir.

Segmen tanjakan sendiri akan menempuh jarak sejauh 15 Km dengan elevation gain 610 meter. Sementara gradiens maksimalnya di angka 19 persen. Founder Mainsepeda Azrul Ananda mengklaim tanjakan ini paling gampang dibandingkan event-event KOM yang pernah diadakannya. (Mainsepeda)

Populer

Tour de France 2026-Etape 11: Søren Wærenskjold Menang Sprint dan Pecahkan Rekor Kecepatan
Wow, Mercedes F1 Luncurkan Road Bike Edisi Spesial
Tour de France 2026-Etape 10: Pogacar Menang Lagi, Jarak dengan Vingegaard Makin Melebar
15 Hari Taklukkan "Siksaan" Silk Road Mountain Race
Etape 11 Tour de France 2026 Pecahkan Rekor, tetapi Lintasan Finis Tuai Kritik
Etape 11 Tour de France 2026 Pecahkan Rekor Kecepatan, Ini Penjelasan Para Pembalap
Legenda Naga Baru Klinting, Kisah Epik di Ujung Finis KAI Ngebel KOM 2026
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Ini Dia Hasil Resmi Bentang Jawa 2025