Tour de France 2026-Etape 11: Søren Wærenskjold Menang Sprint dan Pecahkan Rekor Kecepatan

Søren Wærenskjold (Uno-X Mobility) mencatatkan kemenangan terbesar dalam kariernya usai menjadi yang tercepat pada etape ke-11 Tour de France 2026 di Nevers, Prancis, Rabu (15/7).

Kemenangan tersebut sekaligus mengiringi lahirnya rekor baru sebagai etape jalan raya tercepat sepanjang sejarah ajang balap sepeda paling bergengsi di dunia itu.

Etape sejauh 161,3 kilometer yang melintasi wilayah Prancis tengah, diselesaikan dengan kecepatan rata-rata mencapai 50,9 kilometer per jam. Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang tercipta pada 1999 dengan selisih 0,6 kilometer per jam.

Wærenskjold tampil impresif pada sprint penentuan setelah memanfaatkan celah di sisi kanan lintasan menjelang garis finis.

Pembalap asal Norwegia itu mampu meninggalkan sejumlah sprinter unggulan, termasuk Tim Merlier (Soudal Quick-Step) dan Mads Pedersen (Lidl-Trek), yang gagal mengimbangi akselerasinya.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 10: Pogacar Menang Lagi, Jarak dengan Vingegaard Makin Melebar

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 9: Van der Poel Menang Sprint, Pogacar Tetap Kuasai Jersey Kuning

Olav Kooij dari Decathlon CMA CGM finis di posisi kedua, sedangkan Milan Fretin (Cofidis) mengamankan peringkat ketiga.

Sementara itu, Jasper Philipsen (Alpecin-Deceuninck) harus puas turun ke posisi ke-119 setelah dikenai relegasi akibat diduga melakukan kontak dengan pembalap lain saat sprint berlangsung.

Persaingan di klasemen umum (GC) tidak mengalami perubahan berarti. Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) dan Jonas Vingegaard (Visma-Lease a Bike) menyelesaikan etape di kelompok utama dengan catatan waktu yang sama seperti sang pemenang.

Usai balapan, Wærenskjold mengaku sempat merasa posisinya kurang ideal sebelum sprint dimulai. Namun, terbukanya ruang di sisi kanan lintasan menjadi momentum yang mengantarkannya menuju kemenangan.

"Saya pikir posisi saya terlalu jauh di belakang, tetapi tiba-tiba terbuka ruang di sisi kanan, sesuatu yang biasanya tidak terjadi. Rasanya sama seperti saat saya meraih kemenangan besar pertama di Omloop Het Nieuwsblad. Tiba-tiba saya sudah berada di depan. Ini sungguh luar biasa," ujar Wærenskjold.

Pembalap berusia 26 tahun itu menyebut kemenangan di Tour de France sebagai pencapaian terbesar sepanjang karier profesionalnya.

"Ini berarti segalanya bagi saya. Ini adalah kemenangan terbesar dalam karier saya. Saat datang ke Tour de France, saya tahu ada dua atau tiga pembalap yang lebih cepat. Namun jika semuanya berjalan sesuai rencana dan saya mendapatkan sprint yang bagus seperti hari ini, maka peluang itu tetap ada," katanya.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 8: Tim Merlier Menang Sprint Lagi dan Dekati Jersey Hijau

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 7: Tim Merlier Menang Sprint, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning

Wærenskjold juga mengungkapkan bahwa kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena sehari sebelumnya ia sempat mengalami kecelakaan. Bahkan, kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih saat memulai etape ke-11.

"Saya mengalami jatuh sehari sebelumnya dan tidak merasa dalam kondisi terbaik ketika start. Namun adrenalin membantu saya hingga finis. Kami mengalami banyak momen naik turun selama Tour de France ini, sehingga kemenangan ini benar-benar luar biasa. Saya masih perlu waktu untuk mencerna semuanya karena ini juga menjadi kejutan bagi diri saya sendiri," tuturnya.

Balapan berlangsung dalam cuaca yang lebih sejuk dibanding beberapa etape sebelumnya. Start di Vichy bahkan sempat diwarnai gerimis tipis.

Tak lama setelah start resmi, empat pembalap yakni Anthon Charmig (Uno-X Mobility), Nelson Oliveira (Movistar), Julian Alaphilippe (Tudor Pro Cycling), dan Mathis Le Berre (TotalEnergies) membentuk kelompok terdepan.

Kelompok breakaway tersebut sempat mempertahankan keunggulan hampir sepanjang balapan. Namun, tim-tim sprinter terus mengendalikan jarak agar peluang finis massal tetap terbuka.

Julian Alaphilippe menjadi pembalap pertama yang tertinggal sekitar 30 kilometer menjelang finis. Tiga pembalap lainnya terus bertahan hingga akhirnya berhasil dikejar peloton saat balapan menyisakan sekitar 5,5 kilometer.

Memasuki dua kilometer terakhir, persaingan antartim sprinter berlangsung sengit. Dalam situasi yang penuh tekanan tersebut, Wærenskjold berhasil menemukan jalur terbaik sebelum melancarkan sprint penentu yang memastikan dirinya mencetak sejarah dengan kemenangan sekaligus rekor kecepatan baru di Tour de France. (mainsepeda)


COMMENTS