Jhonathan Narvaez tampil luar biasa untuk memenangkan etape kedelapan Giro d’Italia 2026, Sabtu (16/5). Pembalap UAE Team Emirates-XRG itu melancarkan serangan solo pada 10 kilometer terakhir menuju garis finis di Fermo.

Pembalap asal Ekuador itu meninggalkan Andreas Leknessund dari Uno-X Mobility di tanjakan ekstrem menjelang finis. Narvaez akhirnya menyentuh garis akhir dengan keunggulan 32 detik atas juara Norwegia tersebut.

Etape sepanjang 156 kilometer dari Chieti menuju Fermo berlangsung penuh kekacauan sejak awal. Hampir seluruh tim berupaya menempatkan pembalapnya dalam kelompok terdepan, sehingga berbagai percobaan breakaway terus gagal.

Baru setelah balapan memasuki separuh lintasan, kelompok breakaway mampu membangun jarak yang cukup aman dari peloton utama.

BACA JUGA: Giro d'Italia 2026-Etape 7: Jonas Vingegaard Tampil Superior di Blockhaus

Narvaez sempat berada dalam grup tiga pembalap bersama rekan setimnya di UAE Team Emirates-XRG, Mikkel Bjerg, yang bekerja keras mengontrol ritme balapan sepanjang hari.

Namun, Bjerg akhirnya tertinggal di fase akhir. Sementara rekan setim Leknessund, Martin Tjotta, finis di posisi ketiga dengan selisih 42 detik.

Duel penentuan terjadi di tanjakan curam menuju Fermo. Leknessund sempat mengejar Narváez saat lintasan menurun pendek. Tetapi pembalap Ekuador itu kembali menjauh ketika memasuki tanjakan dengan gradien mencapai 24 persen dalam tiga kilometer terakhir.

Narvaez pun melaju sendirian hingga finis di medan yang semakin brutal. Narvaez sekaligus mengamankan kemenangan keduanya di Giro d’Italia musim ini.

BACA JUGA: Bupati Pasuruan Sambangi Kantor Mainsepeda, Pastikan Dukungan Penuh untuk Bromo KOM 2026

Hasil tersebut juga menjadi kemenangan ketiga bagi UAE Team Emirates-XRG, meski tim itu kini hanya diperkuat lima pembalap setelah kecelakaan massal pada etape kedua.

"Itu etape yang sangat bagus bagi saya. Saya pikir kami memainkan strategi dengan sangat baik bersama tim," kata Narvaez seusai balapan.

Ia juga memberikan pujian khusus kepada Mikkel Bjerg yang dinilai menjadi sosok penting di balik kemenangan tersebut. "Bagi saya, Mikkel Bjerg adalah pembalap terbaik hari ini. Dia selalu bekerja untuk tim," ujarnya.

Narvaez mengakui kondisi balapan tidak mudah karena angin kencang menghadang para pembalap sejak awal lomba. "Tapi kami tidak menyerah. Kami balapan dengan cerdas dan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memburu kemenangan etape," kata Narváez.

Sementara itu, pemimpin klasemen umum (GC) Afonso Eulalio dari Bahrain Victorious sempat mencoba melakukan serangan pada akhir balapan. Namun upaya tersebut gagal membuahkan hasil.

Eulalio finis di posisi ke-26 dengan selisih 1 menit 53 detik dari Narvaez. Namun ia tetap mempertahankan maglia rosa atau jersey pink sebagai pemimpin GC Giro d’Italia 2026. (mainsepeda)

Populer

EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Giro d'Italia 2026-Etape 8: Jhonathan Narváez Menang Lewat Solo Attack 10 Km
Bupati Pasuruan Sambangi Kantor Mainsepeda, Pastikan Dukungan Penuh untuk Bromo KOM 2026
Race Around Java: Keliling Jawa 3.000 Km, Total Nanjak 30.000 Meter
Polda Jatim Kembali Jadi Titik Start, Bromo KOM 2026 Jadi Rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara
Cerita Debutan Bromo KOM 2026: Rela Long Ride demi Latihan Tanjakan Hingga Jual Helm Kesayangan
Tertahan Macet gara-gara Sepasang Anjing “On Fire”
Giro d’Italia 2026: Tanjakan Brutal, ITT Panjang dan Dolomites
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Ismail Saputra Ikut EJJ 2024 Berbekal "Sponsor" Hadi Tombro