Polda Jatim Kembali Jadi Titik Start, Bromo KOM 2026 Jadi Rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara

Bromo KOM 2026 kembali mendapat dukungan penuh dari Kepolisian Daerah Jawa Timur. Event sepeda yang kerap dijuluki “naik hajinya” cyclist itu bahkan dipastikan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara.

Dukungan tersebut disampaikan Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H. saat menerima audiensi founder Mainsepeda, Azrul Ananda, di Mapolda Jatim, Senin 11 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Wakapolda Jatim menyampaikan bahwa Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. menyambut positif pelaksanaan Bromo KOM 2026. Bahkan, Kapolda Jatim kembali berharap start Bromo KOM tahun ini dilakukan di Mapolda Jatim.

Tahun ini Bromo KOM memasuki penyelenggaraan ke-12. Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara tersebut.

“Bromo KOM ini event yang sangat positif dan memiliki dampak besar, baik untuk olahraga maupun sport tourism. Karena itu kami mendukung penuh pelaksanaannya dan berharap bisa menjadi bagian dari kemeriahan HUT Bhayangkara tahun ini,” ujar Brigjen Pol. Pasma Royce.

Sebagaimana diketahui, Polri memperingati HUT Bhayangkara setiap 1 Juli. Namun, berbagai rangkaian acara sudah mulai digelar sejak awal Juni. Sementara itu, Bromo KOM 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 6 Juni 2026.

Sebagai bentuk dukungan, Polda Jatim juga akan mengundang para cyclist dari berbagai polda di berbagai daerah untuk ikut serta dalam event ini.

“Agar anggota Polri di berbagai daerah mengetahui adanya event sepeda yang dapat diikuti sebagai bagian dari rangkaian HUT Bhayangkara,” kata Pasma.

Sementara itu, founder Mainsepeda Azrul Ananda mengatakan tahun ini Bromo KOM kembali menghadirkan kategori khusus TNI/Polri. Menariknya, kategori tersebut kini dibagi menjadi dua kelompok usia, yakni Men 39 and Under serta Men 40 and Up.

Pembagian kategori usia ini dilakukan untuk menciptakan kompetisi yang lebih kompetitif dan fair bagi peserta dari unsur TNI maupun Polri.

Azrul juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Jawa Timur terhadap pelaksanaan Bromo KOM 2026. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi positif bagi event yang tahun ini kembali diproyeksikan diikuti ribuan cyclist dari berbagai daerah hingga luar negeri.

Azrul menambahkan, tahun ini Bromo KOM sengaja digelar pada Juni, berbeda dari biasanya yang berlangsung pada Mei. Alasannya, Mei 2026 dipenuhi long weekend yang berpotensi membuat tingkat okupansi hotel sudah tinggi sejak awal.

“Bromo KOM tidak ingin hadir di situasi seperti itu. Justru kami ingin membantu mengisi saat tingkat okupansi hotel sedang turun. Sebab event ini terbukti berkontribusi terhadap pariwisata, termasuk tingkat hunian hotel,” jelas Azrul.

Bromo KOM tiap tahunnya menantang para cyclist untuk melahap segmen menanjak paling ikonik di Indonesia, menuju puncak Wonokitri, Bromo. Tanjakan ini sangat ikonik karena jalur pendakiannya konstan sejauh 25 Km.

Saat ini pendaftaran All-Event Mainsepeda saat ini masih dibuka, termasuk registrasi single event. Pendaftaran empat event Mainsepeda 2026 yang tersisa, yakni Bromo KOM, Ngebel KOM, Nggravel Glenmore, dan West Java Journey (WJJ), dapat dilakukan melalui Mainsepeda App. Selain itu, tersedia pula paket bundling dengan potongan harga per kategori event, seperti King of the Mountain (Bromo KOM dan Ngebel KOM).(mainsepeda)

* Dari kiri ke kanan: John Boemihardjo, Azrul Ananda, Brigjen Pol Pasma Royce, Thie Hong Peng, Bagus Ramadhani, dan AKBP Arman Asmara Syarifuddin.


COMMENTS