VC Kelulusan Anak Sambil Nanjak, Bawa Pulang Oleh-oleh Lanterne Rouge dari Bromo KOM 

KETIKA sebagian peserta Bromo KOM 2026 berjuang mengejar catatan waktu terbaik, Ady Akhmad Jukardi punya prioritas lain. Pesepeda asal Jakarta itu berniat santai. Memberi dukungan pada sesama cyclist, bahkan menyempatkan diri mengikuti seremoni kelulusan anaknya lewat video call di sela-sela tanjakan menuju Wonokitri.

Tak ada target podium, tak ada ambisi mengejar personal best. Namun justru karena menikmati perjalanan dengan santai, Ady pulang membawa oleh-oleh yang tak pernah ia duga sebelumnya: jersey Lanterne Rouge.

Ady bercerita, Bromo KOM tahun ini bertepatan dengan kelulusan anaknya di sekolah. Ady jelas tidak bisa menghadiri acara istimewa itu secara langsung, Ady tetap bisa mengikutinya. "Video call aja sambil gowes," ujarnya.

Ady juga merasa surprised. Karena ternyata ia justru membawa pulang cerita yang tak kalah menarik. "Tak disangka tahun ini bawa pulang jersey Lanterne Rouge," tambahnya.

Bagi Ady, Bromo KOM tahun ini memang sejak awal tidak dijalani dengan target khusus. Ia dan rombongannya lebih memilih menikmati suasana, saling menunggu, dan memastikan bisa finis bersama. "Kita pengen santai, happy, finis bareng. Udah gitu aja," tutur cyclist dari komunitas GOBAR Jakarta tersebut.

Semangat kebersamaan itu bahkan terbawa hingga kilometer-kilometer terakhir. Di tanjakan menuju finis, Ady dan teman-temannya beberapa kali membantu peserta lain yang sudah kehabisan tenaga.

Salah satu momentum yang paling diingatnya terjadi tak jauh dari garis finis. Saat itu ada peserta yang mencoba kembali menaiki sepeda setelah cukup lama berjalan. Namun kondisinya sudah sangat kelelahan hingga hampir terjatuh.

Ady bersama peserta lain kemudian membantu dan menyarankan agar peserta tersebut melanjutkan dengan berjalan kaki demi keselamatan. Setelah memastikan semuanya baik-baik saja, Ady kembali ke sepedanya dan melanjutkan perjalanan menuju finis.

"Tidak menyangka diumumkan sebagai penerima jersey Lanterne Rouge," ujar pesepeda yang mengikuti kategori Men Age 35-39 tersebut.

Ady bukan peserta sembarangan di Bromo KOM. Ia termasuk salah seorang pesepeda yang sudah merasakan atmosfer event tersebut sejak edisi pertama pada 2014. Pada penyelenggaraan perdana itu, Ady bahkan berhasil meraih podium saat masih membela tim PGN.

Setelah beberapa tahun vakum, termasuk ketika pandemi Covid-19 melanda, Ady kembali rutin mengikuti Bromo KOM sejak 2022 hingga sekarang. Perjalanannya di event itu pun terasa unik. Jika pada edisi pertama ia pernah berdiri di podium sebagai salah satu yang tercepat, tahun ini ia justru membawa pulang jersey Lanterne Rouge.

Sementara itu, penerima jersey Lanterne Rouge untuk cyclist perempuan adalah Lina Susana dari kategori Women Age 45+. Pesepeda asal Jakarta tersebut sejatinya adalah "anak ultra".

Beberapa event sepeda yang dia lakoni sebelumnya, kebanyakan, adalah ultra cycling. Ini merupakan Bromo KOM edisi keduanya setelah pernah menaklukan COT di Bromo KOM 2016. "Tahun ini sengaja ikut lagi karena diminta menemani suami," ujarnya.

Dalam mengikuti Bromo KOM tahun ini, Lina mengaku tak mematok target apapun selain menemani dan memberikan support untuk suami. Gowes santai dan having fun, sembari menguji kebolehan dan pengalaman anak ultra di lintasan menanjak.

"Sampai kemudian di beberapa km sebelum finish, saya maju sendiri ke depan karena COT sudah semakin dekat. Tak disangka, benar-benar jadi yang terakhir begitu sampai di garis finish," urai Lina. (Mainsepeda)


COMMENTS