Tadej Pogacar (UAE Team Emirates - XRG) mengungkapkan kesedihannya setelah rival utama sekaligus juara dua kali Tour de France, Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike), dipastikan mundur dari balapan akibat cedera patah tulang selangka.
Pembalap Slovenia itu juga menyoroti pelaksanaan tes anti-doping pada dini hari yang dijalani Vingegaard sebelum etape ke-15.
Vingegaard mengalami kecelakaan keras sekitar 30 kilometer menjelang finis etape ke-15, Minggu (19/7). Insiden itu memaksanya menghentikan perjuangan di Tour de France 2026 setelah tim Visma-Lease a Bike mengonfirmasi sang pembalap mengalami patah tulang selangka.
Sebelum balapan dimulai, Vingegaard diketahui dibangunkan sekitar pukul 02.00 waktu setempat untuk menjalani tes anti-doping.
Menurut Pogacar, waktu pelaksanaan pemeriksaan tersebut berpotensi mengganggu waktu istirahat pembalap, meski ia tidak bisa memastikan hal itu menjadi penyebab kecelakaan yang dialami rivalnya.
"Hari ini benar-benar hari yang berat bagi Jonas. Pertama, dia dibangunkan pukul dua pagi untuk pemeriksaan. Menurut saya, itu sangat tidak manusiawi dan mengganggu tidurnya," kata Pogacar usai balapan.
Baca Juga: Jonas Vingegaard Out dari Tour de France 2026 karena Patah Tulang Selangka
Pembalap Slovenia itu mengaku sempat menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan France TV bahwa kurangnya waktu istirahat mungkin saja memiliki pengaruh, meski sangat kecil, terhadap kecelakaan yang dialami Vingegaard.
"Kita semua tahu betapa pentingnya tidur untuk pemulihan dan menjaga konsentrasi. Mungkin Jonas sedikit kehilangan fokus. Selain itu, lokasi kecelakaannya juga memang sangat berbahaya," ujarnya.
Pogacar juga mengungkapkan dirinya menjalani tes anti-doping pada pukul 05.00 pagi di hari yang sama. Meski merasa terganggu, ia menilai pengalamannya masih lebih baik dibandingkan Vingegaard yang harus terbangun tiga jam lebih awal.
"Saya pernah dibangunkan pukul lima pagi dan itu saja sudah sulit. Setidaknya saya masih sempat tidur lagi. Berbeda jika pemeriksaan dilakukan pukul dua pagi," katanya.
Meski demikian, juara bertahan Tour de France itu menegaskan dirinya tetap mendukung program anti-doping selama bertujuan menjaga integritas olahraga.
Di luar persoalan pengujian anti-doping, Pogacar mengaku sangat kehilangan sosok Vingegaard. Sejak 2021, keduanya selalu terlibat dalam persaingan memperebutkan gelar juara Tour de France dan menjadi ikon rivalitas modern di ajang balap sepeda tersebut.
"Saya sangat kecewa dan sedih karena Jonas harus pulang. Tour de France tidak akan sama tanpa dia. Sejak 2021 kami selalu bertarung di balapan ini. Saya berharap dia segera pulih," ucap PogaÄar.
Ia juga berharap Vingegaard tidak larut dalam kekecewaan dan bisa segera fokus menjalani pemulihan.
"Kalau saya tidak salah, dia mengalami patah tulang selangka. Saya harap dia tidak terlalu sedih dan saya akan menemuinya. Semoga setelah pulih dia bisa menikmati waktu liburan seperti yang sempat kami bicarakan beberapa hari lalu," kata Pogacar. (mainsepeda)