Bretagne Classic - CIC 2026: Alex Aranburu Menang di Plouay

Alex Aranburu (Cofidis) tampil sebagai pemenang Bretagne Classic - CIC 2026 setelah melancarkan serangan menentukan kurang dari dua kilometer sebelum garis finis di Plouay, Minggu (30/8). Pembalap Spanyol ini memanfaatkan situasi di kelompok terdepan untuk menciptakan jarak dan mempertahankannya hingga finis.

Alexander Kamp (Uno-X Mobility) mencoba mengejar Aranburu seorang diri, tetapi tidak mampu menutup selisih. Pembalap Denmark itu finis di posisi kedua dengan ketertinggalan empat detik.

Alessandro Borgo (Bahrain Victorious) melengkapi podium setelah finis ketiga dari kelompok terdepan yang berisi sebelas pembalap.

Kemenangan Aranburu menjadi puncak dari perlombaan yang berlangsung agresif sejak awal. Berbagai serangan dan perubahan komposisi kelompok membuat Bretagne Classic CIC 2026 berlangsung dalam tempo tinggi hingga kilometer-kilometer terakhir.

Kelompok breakaway sempat dikontrol dengan ketat oleh Alpecin-Premier Tech. Keunggulannya tidak pernah dibiarkan berkembang terlalu jauh dan bertahan di kisaran tiga menit.

Namun, ketika lomba memasuki tiga putaran terakhir di sekitar Plouay, situasi mulai berubah. Visma-Lease a Bike berkali-kali melancarkan serangan dari peloton, tetapi tidak ada yang mampu benar-benar melepaskan diri.

Serangkaian akselerasi di rute yang naik-turun membuat rombongan utama terpecah menjadi beberapa kelompok. Kondisi tersebut menjadi karakteristik Bretagne Classic, yang dikenal kerap menghadirkan balapan penuh perubahan hingga menjelang finis.

Breakaway terakhir akhirnya tertangkap ketika lomba menyisakan enam kilometer.

Setelah kelompok pelarian ditangkap, sejumlah pembalap langsung melakukan serangan balasan. Sebuah kelompok terdepan yang terdiri dari sebelas pembalap kemudian terbentuk.

Aranburu berada di dalam kelompok tersebut bersama rekan setimnya, Dylan Teuns, serta Emil Herzog, Paul Lapeira, Romain Grégoire, dan sejumlah pembalap lainnya.

Ketika jarak menuju finis tinggal tiga kilometer, kelompok tersebut sudah unggul 16 detik atas para pengejar.

Aranburu kemudian membaca situasi dengan tepat. Ia melakukan akselerasi ketika lomba menyisakan kurang dari dua kilometer.

Tidak ada pembalap lain yang mampu mengikuti gerakannya. Kamp menjadi satu-satunya pembalap yang mencoba mengejar, tetapi usahanya tidak cukup untuk membawa kembali pembalap Cofidis tersebut.

Aranburu melintasi garis finis seorang diri dengan keunggulan empat detik. Kamp menyusul di posisi kedua, sedangkan Borgo mengamankan tempat ketiga. (mainsepeda)


COMMENTS