Menjelang pelaksanaan Bromo KOM 2026, tim Mainsepeda terus melakukan koordinasi dengan berbagai stakeholder untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan event. Mulai dari Polda Jawa Timur sebagai lokasi start, hingga Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang wilayahnya menjadi bagian terbesar dari rute Bromo KOM.
Sebagaimana diketahui, sebagian besar jalur Bromo KOM memang berada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Mulai area pit stop hingga start KOM di kawasan Pasrepan.
Mainsepeda sebenarnya telah dijadwalkan audiensi dengan Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo untuk membahas kesiapan event tersebut. Namun, karena padatnya agenda pemerintahan, situasinya justru berbalik.
Mas Bupati memilih langsung mendatangi kantor DBL Indonesia (Mainsepeda) untuk bertemu tim Mainsepeda. Kedatangan Rusdi disambut langsung oleh founder Mainsepeda, Azrul Ananda.
Dalam pertemuan tersebut, Rusdi memastikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Pasuruan terhadap pelaksanaan Bromo KOM 2026.
Menurutnya, Bromo KOM selama ini terbukti bukan sekadar event olahraga, tetapi juga telah berkembang menjadi ajang sport tourism yang memberikan dampak nyata bagi pariwisata daerah.
Rusdi bahkan menyampaikan apresiasinya kepada Azrul Ananda dan Mainsepeda yang konsisten menggelar Bromo KOM selama 12 tahun tanpa putus.
“Saya mewakili Pemkab dan warga Kabupaten Pasuruan tentu berterima kasih event ini konsisten digelar. Di mana positifnya telah kami rasakan selama ini. Terutama untuk sektor pariwisata," kata Rusdi.
Baca Juga: Polda Jatim Kembali Jadi Titik Start, Bromo KOM 2026 Jadi Rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara
Ia mengaku memiliki visi agar jalur Bromo KOM ke depan bisa semakin atraktif dan berkembang menjadi salah satu jalur wisata menuju Bromo yang lebih ikonik. Namun, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, ada sejumlah program yang belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
Selain itu, beberapa kebutuhan infrastruktur di jalur Bromo KOM juga bersifat lintas kewenangan. Salah satunya terkait penambahan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik jalur tanjakan menuju Bromo (via Wonokitri) yang berstatus jalan provinsi dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Tapi saya sudah koordinasi dengan Bu Gubernur (Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa) terkait dengan kebutuhan PJU itu," ujarnya.
Selain PJU, salah satu yang tengah disiapkan adalah menghadirkan beberapa “tentenger” atau penanda ikonik di sepanjang jalur Bromo KOM. Nantinya, titik-titik tersebut diharapkan bisa menjadi spot menarik bagi peserta maupun masyarakat untuk berfoto, terutama saat bersepeda menuju Bromo.
"Nanti kita kerjasamakan untuk pembuatan tetenger itu, Mas. Kami butuh masukan dari teman-teman Mainsepeda," ujar Rusdi.
Dalam kesempatan tersebut, Azrul Ananda juga memperlihatkan sejumlah produk AZA Wear kepada Bupati Rusdi. Produk-produk tersebut selama ini diproduksi di pabrik yang berada di Pasuruan.
Mulai dari sepatu AZA hingga bola resmi DBL yang diproduksi oleh Proteam turut diperlihatkan dalam pertemuan tersebut.
Bromo KOM sendiri akan kembali digelar pada Sabtu, 6 Juni 2026. Event yang kerap dijuluki “naik hajinya cyclist” itu tahun ini kembali diikuti ribuan pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.(mainsepeda)