Giro d'Italia 2026-Etape 4: Narvaez Menang Sprint, Ciccone Rebut Jersey Pink

Jhonatan Narvaez (UAE Team Emirates-XRG) berhasil merebut kemenangan etape keempat Giro d’Italia 2026, Selasa (12/5). Sementara Giulio Ciccone (Lidl-Trek) mengambil alih puncak klasemen umum (GC) dan berhak atas jersey pink.

Narvaez memastikan kemenangan setelah melewati Orluis Aular (Movistar) yang lebih dulu melakukan akselerasi sekitar 350 meter menjelang garis finis. Ciccone yang finis di posisi ketiga turut menikmati hasil positif karena tambahan bonus waktu membawanya ke puncak klasemen Giro d’Italia 2026.

Kemenangan ini menjadi momen kebangkitan UAE Team Emirates-XRG setelah sebelumnya diterpa nasib buruk pada etape kedua. Mereka kehilangan tiga pembalap akibat kecelakaan massal, termasuk Adam Yates.

Balapan menuju Cosenza berlangsung keras sejak tanjakan kategori dua Cozzo Tunno dengan panjang 14,4 kilometer dan gradien rata-rata 5,9 persen. Ritme tinggi yang dipaksakan Movistar membuat sejumlah sprinter murni tertinggal jauh dari rombongan utama.

BACA JUGA: Polda Jatim Kembali Jadi Titik Start, Bromo KOM 2026 Jadi Rangkaian HUT Ke-80 Bhayangkara

Pemegang jersey pink sebelumnya, Guillermo Thomas Silva  XDS Astana), gagal mempertahankan posisinya setelah tercecer di tanjakan. Sementara itu, pemenang dua etape sebelumnya, Paul Magnier, juga tidak mampu bersaing pada sprint akhir.

Narvaez mengaku kemenangan tersebut sangat emosional baginya setelah menjalani masa pemulihan panjang akibat cedera serius awal musim ini.

"Kemenangan ini sangat besar bagi saya setelah tiga bulan berlatih di Ekuador. Saya ingin berterima kasih kepada keluarga, istri, dan tim yang terus mendukung saya," katanya usai balapan.

BACA JUGA: Cerita Debutan Bromo KOM 2026: Rela Long Ride demi Latihan Tanjakan hingga Jual Helm Kesayangan

Pembalap asal Ekuador itu sebelumnya mengalami patah tulang belakang saat tampil di Tour Down Under. Namun, ia berhasil bangkit dan kini mengoleksi kemenangan etape ketiganya di ajang Giro d’Italia.

Narvaez juga memuji rekan setimnya, Jan Christen, yang berperan penting membuka jalan menuju kemenangan.

"Jan tampil luar biasa pada akhir balapan. Dia masih muda dan terus belajar. Pada akhirnya tugas saya hanya menunggu momen sprint," ujarnya. (mainsepeda)


COMMENTS