Video lucu Miswanto yang memilih melepas sepatunya dan gowes dengan sandal ternyata dikarenakan adanya masalah di kakinya. Gesekan terus menerus dengan sepatu membuat pangkal jari kelingking membengkak. Hal itu membuatnya tidak nyaman ketika gowes.
Solusi singkat yang terpikir olehnya adalah membolongi sepatunya. "Sudah korban sepatu ini, saya bolongin. Tapi jelek kalau cuma satu, jadi saya bolongin dua-duanya. Tapi tetep gitu-gitu juga," kata Miswanto.
Baca Juga: EJJ 2026: Joko Sumalis Tembus Paltuding Ijen dengan Modal Lemper
Untuk mengurangi keluhannya, ia pun sempat mendapatkan penanganan khusus dari tim medis dan fisio di Check Point (CP) 1. Duet Miswanto dan putranya, Yusuf Kibar, tiba di CP 1 pada sekitar pukul 23.00 WIB. Keduanya jadi pasangan pair pertama yang tiba.
Kondisi sepatu Miswanto yang harus dilubangi karena kakinya kesakitan.
Selain masalah di kakinya, Miswanto juga sempat mual karena telat makan. Walhasil, kondisinya menjadi lemah dan tidak bertenaga. Ia pun kewalahan saat nanjak. Beruntung, Kibar sigap membantu dengan mendorong sang ayah dari belakang.
"Biasanya bapak itu gradiens 15 persen itu masih push, tadi gak bisa sama sekali. Jadi harus ada 'Tangan Dewa'. Ini makanya agak pegel juga," ujar Kibar.
Sementara itu, cyclist asal Singapura, Yusran Yahya, hampir saja mengalami bonking ketika menanjak ke puncak Paltuding via Bondowoso. Tanjakan yang sangat jauh, sekitar 57 Km, membuat energinya terkuras abis.
Baca Juga: Zidan Attala Nouval Hidayat yang Pertama Capai "Cima Coppi" EJJ 2026
Ia mengaku salah perhitungan. Yusran memprediksi tiba di Paltuding pukul 19.00 WIB dan akan makan besar pertamanya hari itu, tapi kenyataannya ia baru sampai 22.27 WIB. Beruntung, Pizza sisa hari sebelumnya jadi penyelamat.
"Saya bawa pizza semalam, semalam-malam. Masih ada, belum habis lagi," candanya. (Mainsepeda)