Pelaksanaan Bromo KOM 2026 tak lama lagi. Sejumlah komunitas memastikan diri kembali turun ke event yang sering dianggap "kenduri-nya" cyclist di Indonesia itu. Termasuk sejumlah komunitas dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari data panitia, peserta dari komunitas-komunitas sepeda asal Kupang terus bertambah. Saat ini setidaknya tercatat ada 25 cyclist yang berasal dari komunitas. Belum termasuk yang mendaftar secara mandiri.
Dua komunitas besar asal Kupang memastikan diri mengirimkan beberapa cyclist-nya. Menariknya, banyak di antara mereka yang sebenarnya berstatus "debutan" di Bromo KOM. Dua komunitas itu adalah Sepeda Balap Kupang (SBK) dan Kupang Road Cycling (KRC).
Kapten SBK, Nanoek Dwiyuliawan, mengatakan banyak peserta yang tergolong baru mengikuti event Bromo KOM.
“Kami bersemangat menyambut Bromo KOM ini. Apalagi dari 25 orang yang ikut, hanya tiga yang pernah menaklukkan tanjakan Bromo. Saya sendiri belum pernah,” kelakar Nanoek ketika dihubungi Mainsepeda, Kamis malam, 30 April 2026.
Baca Juga: Bromo KOM 2026: Kategori Polri/TNI Kini Dibagi Berdasarkan Kelompok Umur
Meski belum pernah menaklukkan Bromo KOM, perantau asal Solo tersebut mengaku sudah mempelajari karakteristik tanjakan Wonokitri yang sangat panjang dan punya elevation gain di atas 1.700 meter.
Karakteristik tanjakannya yang konstan sepanjang 27 km tanpa banyak turunan untuk beristirahat, membuat para peserta dari Kupang semakin penasaran untuk merasakan “siksaannya”.
“Kami sudah berusaha mencari tanjakan yang serupa di sini (Kupang). Tentu saja untuk menyesuaikan strategi, sekaligus persiapan fisik. Sejak kami mendaftar, kami rutin melakukan latihan agar nantinya bisa ‘lulus’ dari tanjakan Wonokitri,” imbuhnya.
Nanoek juga mengatakan persiapan 25 cyclist asal Kupang ini sudah terbilang matang, baik secara fisik maupun mental. Hanya tinggal bagaimana menyesuaikan cuaca. Apalagi di Jawa Timur sedang tidak menentu.
"Kami juga perlu penyesuaian dengan cuaca. Tahu sendiri kan perbedaan suhu di Kupang dan Jawa Timur yang ekstrem. Kupang cenderung panas, sementara di Jawa Timur, khususnya Bromo, sangat dingin. Apalagi jika sehari sebelum balapan turun hujan," jelasnya.
Nanoek berharap cyclist dari Kupang ini tidak hanya sekadar menjadi penggembira di event Bromo KOM. Mereka semua ingin menjadi finisher dan menaklukkan tanjakan Wonokitri. Meskipun sekali seumur hidup.
“Kami yakin bisa finis di Wonokitri. Setidaknya sekali seumur hidup. Tapi kabarnya, Bromo KOM ini menurut peserta memang bikin ketagihan. Kalau kami bisa menaklukkannya tahun ini, maka bisa jadi kami akan ikut lagi tahun depan,” ungkapnya, lantas tertawa.
Pendaftaran All-Event Mainsepeda saat ini masih dibuka, termasuk untuk registrasi single event. Bagi yang berminat, anda masih bisa mendaftar di 4 event event Mainsepeda 2026 mendatang, yaitu Bromo KOM, Ngebel KOM, Nggravel Glenmore, dan West Java Journey (WJJ) melalui Mainsepeda App.
Di sisi lain, ada pula paket bundling yang menawarkan potongan harga per kategori event, seperti kategori King of the Mountain (Bromo KOM dan Ngebel KOM), Gravel (Nggravel Blitar dan Glenmore), dan Ultra-cycling (EJJ dan WJJ) dengan potongan harganya sebesar 25 persen.(mainsepeda)