Jasper Philipsen (Alpecin–Premier Tech) keluar sebagai juara Copenhagen Sprint 2026 setelah melewati balapan yang berlangsung dramatis di jalanan ibu kota Denmark, Minggu (14/6).
Pembalap Belgia itu berhasil mengatasi situasi kacau di putaran terakhir yang memecah peloton menjadi beberapa kelompok. Meski sejumlah rival terjebak dalam insiden, Philipsen mampu bertahan di barisan depan berkat dukungan rekan setimnya.
Kemenangan ditentukan setelah kelompok breakaway yang sempat mengancam mencuri kemenangan berhasil ditangkap hanya beberapa ratus meter sebelum finis.
Philipsen kemudian menempel Tobias Lund Andresen (Decathlon CMA CGM), sebelum melancarkan sprint terakhir sekitar 150 meter menjelang garis akhir.
Manuver tersebut membawa Philipsen melesat melewati Andresen dan mengamankan gelar juara. Andresen harus puas finis di posisi kedua, sementara Sam Welsford (Netcompany-Ineos) melengkapi podium di peringkat ketiga.
Kemenangan ini menjadi penampilan kompetitif pertama Philipsen sejak tampil di Paris-Roubaix pada April lalu.
"Rasanya berat, sangat berat kembali berkompetisi setelah beberapa bulan absen," kata Philipsen selepas balapan.
"Sejak Roubaix saya tidak balapan, jadi cukup menyakitkan untuk mendapatkan kembali kecepatan di kaki hari ini. Kecepatannya sangat tinggi dan di lintasan pusat kota kami terus melakukan akselerasi. Itu sangat berat bagi tubuh," ujarnya.
Sementara itu, balapan sempat berjalan sesuai prediksi dengan peluang sprint massal di garis finis. Namun situasi berubah ketika kecelakaan terjadi sekitar 18 kilometer menjelang finis.
Insiden tersebut memecah peloton dan membuat sejumlah sprinter utama tertinggal di kelompok belakang. Kondisi itu memberi peluang besar bagi empat pebalap breakaway untuk mempertahankan keunggulan mereka.
Kelompok pelarian terdiri dari Anders Foldager, Rune Herregodts, William Blume Levy, dan Mads Andersen.
Memasuki kilometer-kilometer terakhir, mereka masih memiliki keunggulan sekitar 10 detik atas kelompok pengejar. Untuk sesaat, peluang kemenangan dari breakaway terlihat sangat terbuka.
Namun berbagai tim sprinter meningkatkan tempo secara agresif pada putaran terakhir. Upaya pengejaran tersebut akhirnya berhasil menutup jarak dan menangkap para pebalap pelarian tepat sebelum sprint penentuan dimulai.
"Kecelakaan itu memberi dampak besar terhadap jalannya balapan di akhir. Hari ini sangat hektis. Sama seperti tahun lalu, terjadi kecelakaan pada putaran terakhir," kata Philipsen.
"Itu sangat disayangkan bagi para pebalap yang terjatuh dan juga bagi sprint massal yang ideal. Saya hanya berharap semua orang baik-baik saja. Saya senang dengan kondisi saya saat ini, tetapi itu memang bagian dari olahraga ini," lanjutnya.
Philipsen juga memuji kekuatan kelompok breakaway yang mampu bertahan hingga mendekati garis finis.
Kemenangan di Copenhagen Sprint menjadi modal penting bagi Philipsen menjelang tampil di ajang Tour de France 2026. Menurutnya, kemenangan ini memberikan tambahan kepercayaan diri sekaligus menjadi indikator positif terhadap kondisi fisiknya menjelang salah satu balapan terbesar dunia.
"Ini kemenangan yang penting. Saya senang dengan kondisi saya dan terus berusaha menemukan persentase performa terbaik yang masih bisa ditingkatkan," pungkasnya. (mainsepeda)