Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) memastikan gelar juara umum Tour de France 2026 sekaligus menyamai rekor lima gelar yang sebelumnya hanya dimiliki empat legenda balap sepeda dunia.
Keberhasilan tersebut dipastikan setelah asal pembalap Slovenia itu menyelesaikan etape ke-21 dengan aman di Paris, Minggu (26/7). Sementara kemenangan etape terakhir menjadi milik Mathieu van der Poel (Alpecin-Premier Tech) usai pertarungan sengit hingga garis finis.
Dengan gelar kelima ini, Pogacar bergabung dalam daftar eksklusif bersama Jacques Anquetil, Eddy Merckx, Bernard Hinault, dan Miguel Indurain sebagai pembalap yang mampu memenangkan Tour de France sebanyak lima kali. Ia juga menjadi pembalap pertama pada abad ke-21 yang mencapai pencapaian tersebut.
Meski telah mengamankan klasemen umum (GC), Pogacar tetap tampil agresif pada etape terakhir. Setelah waktu klasemen umum dinetralkan sebelum memasuki sirkuit penutup di Paris, ia memilih menyerang pada pendakian kedua Côte de la Butte Montmartre.
Serangan itu hanya mampu diikuti sejumlah nama besar seperti Mathieu van der Poel, Mads Pedersen, dan Remco Evenepoel. Kuartet tersebut sempat membangun keunggulan, namun kerja sama peloton yang dipimpin Decathlon CMA CGM berhasil memangkas selisih waktu sekitar 20 kilometer menjelang finis.
Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 20: Carapaz Menang di Alpe d'Huez, Pogacar Selangkah Lagi Juara
Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 19: Pogacar Pecahkan Rekor Pantani di Alpe d’Huez
Persaingan kemudian memuncak pada pendakian terakhir Rue Lepic di kawasan Montmartre. Van der Poel melancarkan akselerasi eksplosif yang hanya sanggup diimbangi Pogacar. Keduanya melesat meninggalkan rombongan dan mempertahankan keunggulan tipis hingga memasuki 10 kilometer terakhir.
Di jalanan Paris yang dipenuhi penonton, kedua pembalap terus bekerja sama menjaga jarak dari kelompok pengejar. Namun memasuki kilometer terakhir, tenaga Pogacar mulai terkuras.
Van der Poel justru masih memiliki akselerasi terakhir. Pembalap Belanda itu melesat sendirian beberapa ratus meter sebelum garis finis dan sukses mempertahankan keunggulan tipis atas rombongan sprinter yang datang dari belakang.
Rekan setimnya, Jasper Philipsen, bahkan memilih tidak menyalip Van der Poel sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan luar biasa sang juara etape.
Sementara itu, Pogacar melintasi garis finis beberapa saat kemudian dengan mengangkat tangan sebagai tanda keberhasilannya mengunci gelar Tour de France kelima sepanjang karier.
Van der Poel mengaku kemenangan di etape terakhir Tour de France merupakan salah satu impian terbesar dalam kariernya.
"Artinya sangat besar. Tahun lalu saya hanya bisa menyaksikan etape ini dari televisi saat sedang sakit. Sejak saat itu saya membayangkan momen ini. Cara semuanya terjadi hari ini benar-benar seperti mimpi," ujar Van der Poel.
Ia juga memberikan penghormatan kepada Pogacar yang menemaninya dalam duel sepanjang penghujung balapan.
"Balapan ini luar biasa berat. Bisa berada di depan bersama pembalap terbaik di dunia adalah sesuatu yang istimewa. Saya sangat menghormati Tadej. Saya sempat berpikir kami akan tertangkap, tetapi saya terus memikirkan momen ini dan mengerahkan seluruh tenaga hingga 500 meter terakhir," katanya.
Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 18: Carapaz Taklukkan Orcières-Merlette, Bidik Jersey Polkadot
Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 17: Philipsen Menang, Duel Green Jersey Makin Sengit
Van der Poel mengaku sempat menunggu rombongan pengejar menyusulnya.
"Saya terus menunggu roda pembalap lain datang, tetapi itu tidak terjadi. Menjelang finis saya hanya melihat ban Pirelli milik Jasper. Itu menunjukkan kami tidak pernah menyerah. Awal Tour kami memang tidak ideal, tetapi finis satu-dua di Champs-Élysées adalah hasil yang luar biasa," ucapnya.
Pembalap Alpecin-Premier Tech tersebut mengatakan kemenangan di etape penutup Tour de France merupakan salah satu target terbesar yang masih ingin ia raih.
"Tidak ada yang lebih saya inginkan. Saya sangat bahagia. Dari semua balapan yang masih ingin saya menangkan dalam karier, etape terakhir Tour de France adalah salah satunya," tutur Van der Poel.
Etape terakhir Tour de France 2026 sendiri berlangsung berbeda dari tradisi. Ancaman kebakaran hutan di wilayah selatan Prancis membuat rute dipersingkat menjadi 89 kilometer dan start dilakukan langsung dari pusat Kota Paris, bukan dari Thoiry seperti rencana awal.
Setelah parade pembuka di Champs-Élysées, balapan berubah menjadi pertarungan terbuka saat memasuki tiga putaran kawasan Montmartre yang dipenuhi tanjakan berbatu. Sejumlah upaya serangan silih berganti terjadi hingga akhirnya Van der Poel menjadi pemenang etape ini. (mainsepeda)