Tour de France 2026-Etape 19: Pogacar Pecahkan Rekor Pantani di Alpe d’Huez

Tadej Pogacar (UAE Team Emirates-XRG) meraih kemenangan etape kelima dalam Tour de France 2026 setelah tampil luar biasa di tanjakan legendaris Alpe d’Huez pada Jumat (24/7), sekaligus memecahkan rekor pendakian yang telah bertahan hampir tiga dekade.

Pembalap Slovenia itu menuntaskan pendakian Alpe d’Huez dalam waktu 35 menit 27 detik. Catatan ini melampaui rekor sebelumnya yang dibuat Marco Pantani pada 1997, sekaligus menjadi salah satu pencapaian paling bersejarah dalam ajang balap sepeda terbesar di dunia.

Kemenangan tersebut juga menambah koleksi kemenangan etape Pogacar menjadi 26 sepanjang kariernya di Tour de France. Ia kini hanya terpaut sembilan kemenangan dari rekor sepanjang masa milik Mark Cavendish.

Performa impresif Pogacar sekaligus menepis spekulasi mengenai kondisi kesehatannya. Sebelumnya, beredar kabar bahwa beberapa anggota UAE Team Emirates-XRG mengalami gangguan lambung. Namun, sang pemilik jersey kuning justru tampil dominan dan meninggalkan para rivalnya sejak awal pendakian Alpe d’Huez.

Dengan hanya menyisakan satu etape pegunungan, peluang Pogacar mempertahankan jersey kuning sekaligus menjuarai Tour de France 2026 kini semakin sulit digoyahkan.

Keberhasilan ini menjadi kemenangan pertama Pogacar di Alpe d’Huez, salah satu tanjakan paling ikonik dalam sejarah Tour de France. Ia juga menjadi pembalap kedua yang mampu memenangi etape tersebut saat mengenakan jersey kuning sejak Geraint Thomas melakukannya pada 2018.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 18: Carapaz Taklukkan Orcières-Merlette, Bidik Jersey Polkadot

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 17: Philipsen Menang, Duel Green Jersey Makin Sengit

Usai finis, Pogacar mengaku sangat menikmati atmosfer luar biasa sepanjang pendakian.

"Sangat luar biasa bisa menang di sini. Suasananya benar-benar gila sepanjang tanjakan. Terima kasih kepada seluruh tim yang membuat saya mampu mewujudkan kemenangan ini," kata Pogacar.

Pembalap berusia 27 tahun itu mengungkapkan keputusan menyerang sudah diambil sejak awal memasuki Alpe d’Huez karena merasa memiliki kondisi fisik yang sangat baik.

"Begitu memasuki kilometer pertama Alpe d’Huez, saya tahu kondisi kaki saya sangat bagus dan tidak banyak pembalap yang mampu mengikuti. Karena itu saya memutuskan menyerang dan terus berkomitmen hingga garis finis," ujarnya.

Serangan Pogacar dimulai di sektor bawah tanjakan 21 tikungan Alpe d’Huez. Rekan setimnya, Adam Yates, yang sebelumnya berada di kelompok breakaway, sempat membantu menjaga tempo selama beberapa kilometer sebelum akhirnya Pogacar melanjutkan aksinya seorang diri.

Kurang dari dua kilometer menjelang finis, ia berhasil mengejar tiga pembalap terdepan yang tersisa dari kelompok pelarian. Memasuki satu kilometer terakhir, Pogacar kembali meningkatkan kecepatan dan berhasil meninggalkan seluruh pesaingnya untuk memastikan kemenangan secara solo.

Saat ditanya apakah akan kembali memburu kemenangan pada etape berikutnya yang kembali melewati Alpe d’Huez dari sisi berbeda, Pogacar memilih merespons dengan tenang.

"Kita lihat saja besok. Kami akan tetap menjalankan ritme dan strategi sendiri. Fokus kami hanya bekerja sebagai satu tim dan memberikan yang terbaik, kemudian melihat hasil akhirnya," ucapnya.

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning

Baca Juga: Tour de France 2026-Etape 15: Evenepoel Taklukkan Pogacar di Plateau de Solaison

Etape ini juga menghadirkan persaingan ketat dalam klasemen raja tanjakan, atau King of the Mountains. Sebanyak 41 pembalap membentuk kelompok breakaway sejak awal balapan.

Valentin Paret-Peintre dan Richard Carapaz saling berebut poin tanjakan pada beberapa pendakian awal. Paret-Peintre sempat memperlebar keunggulan setelah memenangi sprint di tanjakan kategori dua dan Col du Noyer.

Namun situasi berubah ketika Paret-Peintre tertinggal di Col d’Ornon. Kesempatan itu dimanfaatkan Carapaz untuk mengamankan poin maksimal dan menjaga persaingan dalam perebutan jersey polkadot tetap terbuka.

Sementara itu, di kelompok kandidat juara umum, sejumlah pembalap mulai tertinggal saat gradien Alpe d’Huez semakin curam. Tom Pidcock dan Juan Ayuso kehilangan kontak lebih awal, sedangkan Pogacar melancarkan akselerasi yang tidak mampu diimbangi rival-rivalnya.

Di barisan depan, Sepp Kuss, Richard Carapaz, dan Lenny Martinez sempat memimpin jalannya balapan. Akan tetapi, keunggulan mereka perlahan terpangkas seiring laju agresif Pogacar yang terus mendekat.

Pada 1,7 kilometer terakhir, Pogacar berhasil menyusul Carapaz dan Martinez. Meski serangan pertamanya sempat direspons, akselerasi kedua yang dilakukan di bawah penanda satu kilometer terakhir tidak mampu dibalas para pesaingnya.

Pogacar akhirnya melintasi garis finis seorang diri. Ia menutup penampilan luar biasa dengan kemenangan etape, rekor baru Alpe d’Huez, serta memperkuat posisinya sebagai kandidat terkuat juara Tour de France 2026. (mainsepeda)


COMMENTS