Akhirnya, Mainsepeda punya event off road. Pada 22 Juni, Nggravel Blitar 2025 diselenggarakan. Terbuka untuk pengendara sepeda gravel maupun MTB.

Sudah lama kami mengincar event seperti ini di Blitar. Khususnya sejak menyelenggarakan event ultra East Java Journey 2024, di mana rute di selatan Blitar menjadi "queen stage"-nya. Juga ketika saya, istri, dan sejumlah rekan main-main gravel di kawasan utara kota tempat Bung Karno berasal tersebut.

Blitar, kota dan kabupaten, punya banyak nilai plus untuk jadi tuan rumah event off road. Kotanya bersih, dengan sudut-sudut kota ikonik, plus begitu banyak situs-situs bersejarah. Makan juga enak-enak dan terjangkau. Sekarang, banyak hotel bagus bertebaran. Tidak ketinggalan, keramahan masyarakat khas di Jawa Timur!

Gowes keliling kota saja ada begitu banyak tempat untuk berfoto!

Jalur off road dengan jalur menantang dan pemandangan alam yang indah di Blitar.

Keluar dari kota, hanya dalam hitungan menit, ada begitu banyak pilihan rute bersepeda. Khususnya off road. Ke selatan bisa, ke arah pantai selatan. Ke utara juga seru, ke lereng Gunung Kelud.

Untuk Nggravel Blitar 2025, kami memilih rute utara. Setelah men-develop rutenya selama setahun terakhir, kami memutuskan rute tahun pertama ini untuk "seimbang". Memuaskan para maniak off road, tapi masih dalam jangkauan kemampuan sekaligus bisa membahagiakan mereka yang pemula di luar jalur aspal.

Azrul Ananda dan rombongan melakukan cek rute untuk event Nggravel Blitar 2025.

Pada Rabu, 28 Mei, saya, istri, ipar, dan tim Mainsepeda melakukan pengecekan akhir. Melewati rute-rute utamanya, lalu mengevaluasinya untuk difinalkan menjelang event nanti.

Total jarak yang kami jajal pas 80 km. Total jarak event nanti tidak akan jauh dari angka itu. Tidak mungkin berkurang, tapi kalau bertambah juga tidak akan terlalu banyak. Total elevation gain (EG) kami kejar di kisaran 1.000 meter. Didapatkan lewat jalur yang naik turun, bukan dari satu tanjakan panjang.

Ada jalur aspal saat meninggalkan dan kembali ke Kota Blitar. Ada jalur aspal pecah, ada jalur single track, double track, perkebunan nanas dan tebu, jalur sungai lahar, dan lain sebagainya.

Jalur sungai lahar jadi segmen yang menarik untuk dilintasi. 

Event ini akan bersifat non kompetitif. Tapi kami tahu, pasti banyak yang tetap memperlakukannya sebagai ajang adu cepat. Ingin jadi yang pertama sampai ke finish. Para jagoan off road akan menuntaskan rute ini di bawah lima jam. Sedangkan para pemula masih akan mampu menaklukkannya di bawah cut off time yang akan kami tentukan begitu rutenya final. Tenang, akan ada banyak waktu! Kami ingin mereka yang pemula itu makin cinta rute gravel!

Supaya makin seru, kami menyiapkan special segment (SS) dengan panjang dan tantangan khusus. Mereka yang tercepat di segmen tersebut akan mendapatkan hadiah-hadiah menarik!

Berikut sejumlah highlight rute yang akan dilewati di Nggravel Blitar 2025:

Candi Gambar Wetan

Candi Gambar Wetan peninggalan Kerajaan Majapahit yang lebih mudah dijangkau dengan bersepeda. 

Candi peninggalan zaman Majapahit ini (tahun 1400-an) akan dilewati peserta sebelum pertengahan rute (kisaran km 40). Untuk mencapainya harus melewati perkebunan tebu dan nanas, melewati jalur single track dengan pemandangan spektakuler. Mobil tidak bisa menjangkaunya. Motor pun susah. Beruntunglah kita yang punya hobi sepeda!

Panduan Transportasi

Bagi yang sudah mendaftar, terima kasih. Anda akan jadi bagian dari event off road pertama Mainsepeda. Bagi yang belum, ayo segera mendaftar! Hanya Rp 500 ribu. Mendapatkan technical jersey dan medali untuk finisher, plus kenangan spesial.

Bagi yang tinggal di luar Jawa Timur, khususnya yang harus perjalanan udara, Blitar bisa dijangkau mudah dari sejumlah kota. Dari Jakarta misalnya, bisa terbang ke Kediri, lalu satu jam naik mobil. Atau ke Malang, juga tidak jauh naik mobil. Atau dari Surabaya pun oke, hanya sekitar tiga jam naik mobil.

Naik kereta api juga bisa dari mana saja!

Tunggu apa lagi? Ayo join Nggravel Blitar 2025. Sampai ketemu di rute indah sekeliling Blitar! (azrul ananda)

Populer

Giro d’Italia 2026-Etape 19: Sepp Kuss Menang di Dolomites, Lengkapi Koleksi Grand Tour
EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Brompton Monas Cyclists, Bukan Komunitas Brompton Biasa
Kesalahan Cyclist Pemula: Duduk Mengangkang, Celana Dalam, atau...
Tekad Jaga Harga Diri di Kelok 9 dan Gigi 1
Lulus di Kediri Dholo KOM, Jenny Makin Percaya Diri Menaklukkan Tanjakan Apa pun
Selamat, 68 dari 123 Cyclist Menyelesaikan Bentang Jawa 2023 Under COT
Terkesan dengan EJJ 2023, Dokter Wahyu Mantab Daftar Bundling All Events 2024
Yusuf Kibar-Miswanto Tertantang Taklukkan Rute EJJ 2026
Thrill Mengantarkan Toni ke Olimpiade dan Wiji Juara Asian Games