Cyclist Tulungagung sangat mencintai kabupatennya. Terbukti, dalam rangka memperingati ulang tahun Kabupaten Tulungagung yang ke-813, tujuh komunitas sepeda bersatu membuat sebuah acara gowes bareng hari Minggu, 4 November.

Mereka adalah Rinjani Fun Ride (RFR), XC9, Zoo Cycling Club (ZCC), Bis Guling Cycling Club (BGCC), Jepun Cycling Club (JCC), Melinda Roadbike Team (MRT), dan Blitar Road Cycling Club (BRCC). Mereka menggelar acara bertajuk “Gowes Bersama HUT Kabupaten Tulungagung 2018”

Menurut Yeyen, ketua XC9, acara ini bukan sebuah even komersial, tapi kebersamaan yang dapat mempersatukan dan mempererat komunitas sepeda se-karisidenan Kediri.

Mereka kompak mengadakan even gowes sejauh 97 km dengan rute Tulungagung, Ngunut, Kalidawir, Pakel, Tiudan, Sidomulyo, dan Pagerwojo. “Awalnya start dari diler Honda Putra Rinjani hingga Pakel rutenya flat 70 km. Tapi setelah itu, menanjak hingga 900 meter di atas permukaan laut,” tutur Saman Juanda, cyclist sekaligus bos dealer Honda Putra Rinjani, salah satu sponsor acara ini.

Buat cyclist, rute menanjak itu sebuah keharusan. “Dijadikan klimaksnya gitu biar berkesan dan ada ceritanya,” bilang Saman lalu tertawa.

Meskipun ini sebuah tanjakan, beberapa cyclist kebut-kebutan untuk menjadi yang pertama menyandang gelar King of Mountain (KOM). Rutenya adalah mulai waduk Wonorejo hingga SD Sidomulyo sejauh 14 km.

Untuk itu, total 225 cyclist harus berjuang karena gradien mencapai 18 persen hingga 22 persen. “Cukup menyiksa sepanjang empat kilometer terakhir sebelum finis,” cerita Saman yang menggunakan sepeda BMC.

Halim yang berasal dari Tulungagung, berhasil menjadi juara KOM untuk usia bawah 35 tahun. “Lumayan bisa bawa pulang helm persembahan dari Gun-Gun Bike,” tuturnya bangga.

Sedangkan Widodo asal Kediri berhasil membawa pulang handphone Oppo senilai Rp. 3 juta dari Sawunggaling Cell karena berhasil menjadi yang tercepat finis di kategori usia lebih dari 35 tahun.

Terakhir, untuk juara KOM usia 50 tahun ke atas berhasil direbut oleh Shandy. “Asyik, nih! Dapat helm dari Gun-Gun Bike,” bilangnya sumringah.

Jawara KOM kategori Usia 50 Tahun ke Atas. 

Sejatinya, acara gowes bersama yang disponsori juga oleh Wijaya Textile, Warung Gobek, dan RS Prima Medika ini untuk kawan-kawan cyclist di Karisidenan Kediri. Tapi sambutannya sangat luas, sehingga cyclist dari Ratjoen Cycling Club (RatjoenCC) Malang dan Ngawi Cycling Club (NCC) ikutan menikmati kebersamaan ini.

Saman Juanda (kanan jersey kuning).

“Kebetulan weekend ini tidak ada acara jadi saya dan teman-teman NCC ikut hadir di sini bersama Saman. Tujuannya juga bersilahturahmi dengan komunitas lain. Soal rutenya, ngeri-ngeri sedap. Flatnya oke, tapi tanjakannya maut banget, menyiksa saya,” tutur Victor Tamoni terbahak-bahak.

Victor mengaku sangat menikmati gowes di Tulungagung. “Pakai acara rute misterius, nih! Rute dirahasiakan oleh Saman. Awalnya flat 60 km lalu berhenti pitstop. Lalu lanjut flat 15 km. Tiba-tiba terlihat spanduk tulisan start. Wah, hati sudah tidak enak, ini pasti start KOM dan pasti nanjak. Beneran, tanjakannya panjang tapi dibayar dengan pemandangan yang indah. Tak terasa finis di ketinggian 900 meter dan 97 kilometer,” cerita Victor.                  

Uniknya, tidak hanya cyclist dewasa yang ikut, ada Nihayatuzzain, cyclist cewek yang baru berusia 11 tahun dari ISSI Tulungagung. “Saya ingin menambah jam terbang bersepeda saya. Karena ini bukan even balap, jadi saya beranikan diri untuk ikut. Beruntung, saya bisa finis dengan kuat,” bangganya.

Nihayatuzzain, peserta termuda di acara Gowes Bersama HUT Kabupaten Tulungagung 2018.

Buat Desti Sandra, cyclist cewek dari MRT Cycling Kediri, acara gowes bersama ini sangat keren. “Diorganisir dengan baik dan rutenya menantang. Terima kasih sudah mengundang MRT Cycling Kediri. Maju terus cyclist Tulungagung!” tutupnya. (mainsepeda)

 

Desti Sandra, cyclist cewek dari MRT Cycling Kediri.

Komunitas RFR.

Komunitas BRCC.

Komunitas XC9.

Komunitas NCC dan ZCC.

Komunitas MRT.

 

 

 

 

 

 

 

 

Populer

Tour de France 2026-Etape 16: Evenepoel Tercepat di ITT, Pogacar Pertahankan Jersey Kuning
Jajal Rute Duluan, Peserta KAI Ngebel KOM Mantapkan Persiapan Jelang Race Day
Cerita Peserta KAI Ngebel KOM ke Madiun Naik Kereta Api, Gerbong Khusus Sepeda Praktis dan Htmat
Usia Bukan Halangan, 3 Cyclist Senior Siap Taklukkan KAI Ngebel KOM 2026
Persaingan Men Elite KAI Ngebel KOM 2026 Sengit, Runner-Up Bromo KOM Ingin Cetak Sejarah
Para Cyclist Mancanegara Terjun di KAI Ngebel KOM 2026, Tertarik Lanskap Madiun-Ponorogo
Tour de France 2026: UCI Pertahankan Tes Doping Dini Hari Meski Panen Kritik
Florian Lipowitz Cedera dan Harus Tinggalkan Tour de France 2026
Tour de France Terapkan Tes Anti-Doping Massal, Semua Pembalap Diperiksa ITA
7 Asupan Carbo Loading Khas Madiun yang Wajib Dicoba buat Peserta KAI Ngebel KOM 2026