Batik Merah Identitas Baru Mojokerto Road Bike Community
by Yudy Hananta - September 10, 2019

Ulang tahun ditandai dengan sesuatu yang spesial. Mojokerto Road Bike Community (MRC) merayakan hari jadi yang kedua dengan melaunching jersey terbarunya.

Minggu, 8 September tepat jam 6 pagi, sekitar 70 cyclist gowes bersama mengenakan jersey MRC baru. “Warnanya cukup mencolok tapi tidak norak. Tujuannya agar masih bisa terlihat dari jauh jadi lebih aman. Juga cukup elegan dengan warna hitam. Dan yang paling disuka teman-teman adalah corak batik dengan kombinasi merah itu,” bilang Jimmy Pranata, ketua MRC.

Rute gowes “pamer jersey” ini adalah jalur utama kota Mojokerto. Tidak jauh hanya sekitar 60 km saja, keliling kota Mojokerto. Berangkat bareng dari alun-alun kota Mojokerto tepat jam 6 pagi. Menyusuri perkotaan lewat jalan Mojopahit, Gajah Mada, dan Bhayangkara lantas finis di Café Bersaudara.

Dengan adanya gowes keliling kota ini, mereka ingin menunjukkan eksistensi MRC. Sekaligus ingin mengajak warga Mojokerto untuk bisa lebih sehat melalui olahraga sepeda.

Tak sendiri, launching jersey ini ditemani oleh LCC (Lodeh Cycling Club), Stupid Biker, dan Gama Cycling Club. Setiba di tempat finis, acara kian meriah karena ada makan bersama, hiburan dan lomba serta pembagian doorprize dari para sponsor. “MRC ini terbuka untuk umum. Tidak hanya dari Mojokerto, cyclist dari kota lain juga welcome. Klub kita ini mementingkan gowes sehat dan bahagia. Jadi suasana kekeluargaanya sangat kental,” bilang Suprianto, wakil ketua MRC.

Pria yang juga ahli utak-atik sepeda ini menambahkan bahwa MRC sedang menggodok acara turing menuju pantai Karangongso di Trenggalek. “Dengan adanya turing pasti menambah pengalaman sekaligus menguatkan persaudaraan kita,” tutup Supri, panggilan akrabnya.

Tak lupa, saat memberikan kata sambutan di Café Bersaudara, Jimmy mengucapkan banyak terima kasih kepada sponsor MRC tahun ini yakni Sumber Bike, PT. Putra Dharma Kencana, SUB Jersey, dan Kebab Turkitux. "Kita ingin MRC semakin kompak, solid, menumbuhkan minat pesepeda di Mojokerto. Juga menggugah perhatian pemerintah terhadap olahraga sepeda sehingga bisa melahirkan atlet berprestasi dari Mojokerto," tutup Jimmy. (yudy hananta)

 


COMMENTS