Even menanjak paling bergengsi di Indonesia, Bromo KOM Challenge 2019, tampaknya bakal terus menjadi yang terheboh. Beberapa hari menjelang pendaftaran dibuka (1 November 2018), “lobi-lobi” telah masuk ke panitia mengenai pembagian kategori usia.

“Lobi-lobi” ini menyangkut kategori race. Ada yang minta tetap dibagi per sepuluh tahun, tapi usianya digeser. Ada yang minta dibuat per lima tahun. Dan lain sebagainya.

Semua ingin mendapatkan peluang menang, atau peluang paling “adil,” dalam even yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Maret 2019 tersebut.

Setelah pembahasan internal, panitia dari Azrul Ananda School of Suffering (AA SoS), Strive Nutrition Products, dan OtakOtak Organizer memutuskan untuk mengikuti aturan paling utama di dunia. Yaitu pembagian usia yang dilakukan di ajang amatir tertinggi, UCI Gran Fondo.

Itu berarti, pembagiannya setiap lima tahun!

“Selama ini, even yang kami selenggarakan selalu menjadi acuan utama even-even lain di Indonesia. Jadi, ada baiknya bila kami mengadopsi regulasi yang paling utama di dunia. Dan itu akan kami terapkan mulai Bromo KOM Challenge 2019,” kata Azrul Ananda, penggagas even menanjak tahunan ini.

Berdasarkan pembagian baru, kelompok Men Elite dan Women Elite tidak berubah, untuk para atlet dengan hadiah terbesar dan cash langsung.

Di kategori amatir laki-laki (Men), akan ada enam kategori. Yakni usia 30-34, 35-39, 40-44, 45-49, 50-54, dan 55+. Sedangkan di kategori perempuan (Women) ada tiga kelas, yaitu 30-34, 35-39, dan 40+.

“Untuk laki-laki kami rasa sudah komplet. Sedangkan untuk perempuan bisa kami sesuaikan lagi apabila jumlah peserta berkembang dan butuh kategori baru,” tandas Azrul.

 

Terdapat tujuh kategori usia di Bromo KOM Challenge 2018. Tahun 2019, bertambah menjadi sembilan kategori usia. 

Bagi yang tidak ingin balapan, Azrul mengingatkan untuk tidak khawatir, karena masih ada kategori non-kompetitif. Berupa peloton yang dikawal lengkap marshal dan road captain. Semua peserta akan mendapatkan timing chip. Jadi, untuk mendapatkan medali dan sertifikat finisher, kelompok non-kompetitif ini tetap harus finis di Wonokitri, Bromo, berdasarkan time limit.Selain itu, ada pula kelompok sepeda lipat dan Brompton. Bedanya, dua kelompok ini tidak akan start dari Surabaya, melainkan langsung dari Pasuruan.

Pendaftaran Bromo KOM Challenge 2019 bisa dilakukan secara online di Mainsepeda.com. Ada diskon khusus bagi yang mendaftar early bird, antara 1 November hingga 31 Desember. Semua pendaftar akan mendapatkan seragam eksklusif dari SUB Jersey. (mainsepeda)

        

Populer

EJJ 2026: Cerita Sepatu Bolong Miswanto dan Tangan Dewa Yusuf Kibar
Fantastic CC Gowes Tanpa Bidon, Tak Lupa Beramal!
Dwars door Vlaanderen 2026: Filippo Ganna, Patah Kemudi, dan "Pencurian" di Detik Akhir
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!
Rekor Bersepeda Tercepat di Dunia, 296 km/jam!
In Flanders Fields 2026: Jasper Philipsen Menaklukkan 'Kutukan' Gent-Wevelgem
Super Magnesium; Material Pesaing Karbon?
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Bagaimana Memilih Sepeda dan Ukurannya?
Berawal dari WhatsApp Group, Anggotanya Tak Hanya dari Surabaya