Rabu waktu setempat (25/1) pembalap Ineos Grenadiers Geraint Thomas membuat pengumuman penting. Pembalap asal Wales itu menyatakan akan tampil di dua grand tour tahun ini, Giro d’Italia (Mei) dan Tour de France (Juni).

Nyaris juara general classification (GC) di Giro tahun lalu, plus menjuarai Tour pada 2018, membuat Thomas menjadi salah satu rider yang diperhitungkan di peloton dunia.

”Saya akan tampil di Giro dan Tour,” kata Thomas sebagaimana dilansir GCN. ”Saya berambisi kembali ke Giro karena tahun lalu tampil kompetitif di sana, saya tidak ingin lagi gagal seperti tahun lalu. Baru setelah itu saya ke Tour,” lanjutnya.

Performa Thomas di Giro tahun lalu memang luar biasa. Ia menjadi lawan yang tangguh dan selevel untuk juara Primoz Roglic. Ia mengenakan pink jersey sebagai penanda pemimpin klasemen GC pada delapan etape dati total 21 etape yang dilombakan. Bahkan, ia masih memimpin perlombaan sampai etape ke-19.

Perlombaan individual time trial di etape ke-20 menjadi momen Roglic menyalip. Etape pemungkas yang relatif flat, tidak memberikan kesempatan pada Thomas untuk kembali mengejar. Dia pun harus puas finis di urutan kedua GC.


Geraint Thomas saat latihan di Tenerife.

Saat ini, Thomas bisa disebut pembalap terakhir di Ineos yang dulu menjadi bagian tim impian ketika masih bernama Team Sky. Kontraknya di Ineos baru saja diperpanjang untuk dua musim ke depan. Bahwa sekarang Ineos memiliki Carlos Rodriguez dan Tom Pidcock yang juga punya kemampuan bersaing di perebutan GC grand tour, tetap saja Thomas memiliki posisi spesial tersendiri di tim.

”Ini adalah tahun ke-18 saya di ajang profesional, tampil di dua grand tour tentu saja akan memaksa saya bangun lebih pagi,” ucapnya.

Thomas saat ini sedang menjalani pemusatan latihan di Pulau Tenerife, Spanyol. Pulau itu punya gunung berapi aktif dan punya banyak jalan menanjak, suhunya pun hangat saat di Eropa masih dingin, cocok untuk pemusatan latihan di awal tahun. Thomas latihan di sana bersama Tobias Foss, Rodríguez, dan rekan setim yang lain.

Sebelum tampil di Giro, Thomas menyatakan ikut kejuaraan lain. Ia tidak mau ikut terlalu banyak, hanya 17 hari lomba saja. Paling awal adalah Volta a Algarve pada 14 Februari.

Bagi Thomas dan Ineos secara keseluruhan, tahun ini akan menjadi periode yang penting. Ini adalah tahun pertama tim asal Inggris tersebut tanpa pendiri sekaligus bos hebat, Dave Brailsford.

Ia sekarang ditugaskan untuk mengurusi klub sepak bola Manchester United. CEO Ineos yang baru, John Allert, pekan ini menyatakan, bahwa dengan sekuruh dinamika yang terjadi, Ineos kini memposisikan diri sebagai underdog. Pemburu, bukan yang diburu.(mainsepeda)

Populer

Pogacar Cetak "Quattrick" di Liege-Bastogne-Liege, Mendekati Rekor Eddy Merckx
Triumvirat di Liege-Bastogne-Liege 2026: Pogacar dalam Kepungan Remco dan Seixas
La Flèche Wallonne 2026: Remaja 19 Tahun yang Meruntuhkan Rekor Sembilan Dekade
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Bentang Jawa 2025: Stephen Lane Juara! Pecah Rekor Finish Under 78 Jam
Lintang Flores, Ultra-endurance Cycling Pengeliminasi Separuh Peserta
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Wdnsdy AJ62: Performance Nyaman untuk Cyclist Indonesia
Bagaimana Memilih Sepeda dan Ukurannya?
Tips Posisi Tangan Ideal Saat Bersepeda