Setelah sempat melanjutkan balapan hingga etape ke-11 Tour de France, Fabio Jakobsen (Soudal-QuickStep) akhirnya memutuskan meninggalkan Tour de France (TdF). Jakobsen mengalami kecelakaan ketika melakukan sprint di etape ke-4. Namun kala itu ia tetap melanjutkan balapan dan berhasil sampai di garis finis.

Setelah itu, Jakobsen tetap berambisi untuk menyelesaikan TdF. Tapi ternyata cederanya tak bisa diajak kompromi. Hal itu diungkapkan Jakobsen ketika ia memutuskan mundur dari TdF. Ia menyebut cederanya tak kunjung pulih.

Sebenarnya pemenang etape ke-2 TdF 2022 itu terus berjuang melawan rasa sakitnya di tujuh etape terakhir.

“Setelah berdiskusi dengan tim, kami memutuskan baiknya saya menghentikan perjalanan saya di Tour de France. Sepertinya sangat mustahil bagi saya untuk bisa finis di Paris, karena saya merasa belum pulih dari kecelakaan lalu,” ujar Philipsen dilansir dari Cyclingnews.

Baca Juga: Pamitan dari Soudal-QuickStep, Fabio Jakobsen ke DSM-Firmenich?

Jakobsen sebenarnya dipersiapkan sebagai sprinter tim Soudal-QuickStep. Tugasnya membantu Julian Alaphilippe. Hasil terbaiknya di TdF musim ini adalah ketika ia finis posisi keempat di etape ke-3 Bayonne. Atau sehari sebelum mengalami insiden kecelakaan di Nogaro.

“Saya sangat sedih karena meninggalkan balapan. Sebab saya memiliki target besar di TdF musim ini dan ingin memberikan yang terbaik untuk tim,” ungkapnya. Ia mengaku akan fokus pada pemulihan agar bisa kembali ke performa terbaiknya di akhir musim ini.

Kepergian Jakobsen tentu memberikan pukulan pada timnya Soudal-QuickStep. Sebab, tim balap sepeda asal Belgia untuk belum berhasil meraih satupun kemenangan di Tour de France musim ini.(mainsepeda)

Jangan Lupa Saksikan Podcast Mainsepeda Terbaru !!!

Populer

Wout van Aert Juara Paris-Roubaix 2026, Kalahkan Pogacar dan Tebus Janji Lama Michael Goolaerts
Itzulia Basque Country 2026: Paul Seixas Akhiri Puasa Gelar 19 Tahun Perancis
Ini Kalender Event Mainsepeda 2026 - Tantangan untuk Segala Jenis Sepeda!
Tara: Saya Mencintai Sepeda Baru Olahraganya, Jangan di Balik!
Nggravel Blitar 2026: Datang dari Jauh Demi Surganya Off-Road
Pionir Komunitas Road Bike di Tarakan
Kolom Sehat: Meri, tapi Bukan Anak Bebek
Preview Paris-Roubaix 2026: MVDP-Pogacar Mengejar Rekor Legenda di Hell of the North
Paris Nice 2026: Hapus Penasaran, Jonas Vingegaard Rengkuh Gelar Perdana
Komunitas Samar Wulu Banyuwangi Siap Away ke Nggravel Blitar 2026