Kolom Sehat: Mendekat ke Tuhan

Bisa dikatakan yang bersepda sekarang ini adalah penghobi serius. Bukan “terpaksa” karena pandemi, atau karena keadaan lain. Tapi pesepeda yang masih bertahan saat ini merupakan mereka yang memang tidak bisa lepas dari kegiatan bersepedanya. Motivasi mereka pasti beraneka ragam.

Salah satu penyebab pesepeda hiatus atau bahkan pensiun juga ada bermacam macam. Tapi penyebab alami yang timbul dari dalam diri pesepeda itu sendiri adalah rasa bosan dan kurangnya motivasi.

Ya dua hal ini bisa didebatkan seperti mana duluan: telor atau ayam.

Kurangnya motivasi bikin bosan.

Bisa juga bosan membuat kurang motivasi.

Intinya enggan bersepeda!

Seperti yang pernah saya singgung di tulisan sebelumnya, salah satu penggerak paksa motivasi adalah mendaftarkan diri ke sebuah event.

Baca Juga: Kolom Sehat: Kalau Bosan

Percaya apa tidak mengikuti event membuat motivasi Anda bisa tiba -tiba berubah. Walau sebenarnya Anda tau dan bisa melakukan rute event itu sendiri.

Saya ambil contoh event Antangin Bromo Kom Challenge 2023 yang akan digelar minggu depan (27 Mei).

Jalannya ke wonokirtri juga masih sama. Jaraknya sama. Jam start-nya kurang lebih sama.

Tidak ada yang terlalu berbeda. Bahkan kalau mau bisa Anda lakukan sendiri sebenarnya.

Tapi ketika ikut event itu, dan event-nya sudah dekat, mau tidak mau saya juga mempersiapkan diri. Karena tempat tinggal masih dekat ke Bromo maka saya coba rutenya bersama teman-teman. Entah ini latihan resmi atau tidak.

Ternyata sesuatu yang kita tahu masih sama itu akan terasa lain kalau dilalui sendiri.

Masih sama beratnya. Masih sama capeknya. Masih sama bikin lapernya. Semuanya masih sama.

Dan yang pasti mendadak di Bromo itu jelang event saya melihat banyak pesepeda mencoba rutenya. Bahkan yang dari luar kota pun datang untuk mencoba dan yang membuat saya tertegun ada yang datang lebih dari sekali. Niat tenan.

Apapun itu, semua pasti kurang lebih tau kalau naik ke Bromo itu sangat mencoba batas diri.

Kalau saya paling targetnya cuma finish sebelum COT. Itu aja dah berat banget. Nafas, detak jantung, dan oksigen di otakku dah dipakai sampai limit yang mentok.

Nah saat-saat seperti ini, di mana para pendaki Bromo dengan sepeda ini mendadak jadi ingat Tuhan. Mereka berdoa dan memohon agar limit ini sekali ini saja diberi batas lebih.

Bagaimana dengan yang “kuat”?

Sama aja. Mereka kuat tapi punya “musuh” atau target yang lebih kuat dan untuk bisa mengalahkan atau mencapai target itu. Mereka pun akhirnya juga memaksa diri. Akhirnya balik lagi ke mementokkan batas kemampuan tadi.

Secara harafiah, menanjak gunung adalah hal yang dipercaya mendekat ke Tuhan. Maka dari itu banyak tempat-tempat ibadah dibangun di puncak-puncak gunung.

Jadi selain menambah motivasi, mengikuti event nanjak juga bisa berarti mendekat ke Tuhan.Sekian.(Johnny Ray)

Foto: @chaidar26

Download GPX Bromo KOM 2023: https://bit.ly/RUTEBROMOKOM2023
Jangan lupa tonton video cek rute Bromo KOM Challenge 2023


COMMENTS