KAI Kediri Dholo KOM Challenge 2021 baru saja usai. Salah satu event sepeda yang mulai menggeliat di era pandemi. Mengikuti event sepeda bukan barang asing bagi saya. Saya sudah beberapa kali mencicipi keseruan event sepeda. Baik di Jawa, luar Pulau Jawa, hingga luar negeri.

Tapi event kali ini berbeda. Sangat kental dengan prosedur pencegahaan penyebaran Covid-19. Beberapa langkah harus dilalui. Bukan prosedur yang sederhana, malah terkesan ribet. Tapi gimana lagi. Demi keamanan bersama juga, kan.

Untuk yang berasal dari luar kota, saya kira tidak terlalu masalah. Sebab mereka pasti menginap ketika datang ke Surabaya. Yang terasa aneh adalah untuk penduduk Surabaya itu sendiri. Sehari sebelumnya harus periksa antigen lalu menunjukkan hasil negatif. Sesampainya di hotel masih harus di tes swab PCR lagi. Sedikit repot.

Saya sangat tidak biasa dengan prosedur seperti ini. Biasanya, kalau event itu dimulai dari Surabaya, saya akan mempersiapakan diri paling malam sebelum berangkat. Karena dari pagi sampai sore masih harus mengurusi kantor. Tapi kali ini tidak bisa. Persiapan saya sudah harus dilakukan sejak Kamis, dua hari sebelum event ini dimulai.

Disediakan tempat untuk merakit dan parkir sepeda di ballroom hotel

Hal yang palng sulit adalah prepare sepeda. Sebab saya memilih menggunakan sepeda gravel Wdnsdy Journey karbon dengan dengan grupset single chainring. Sepeda ini sudah saya coba minggu lalu. Masih ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan. Paling sulit adalah meyakinkan diri untuk tetap memakai sepeda ini. Sebab di atas kertas, event ini berat. Sepeda seringan mungkin adalah pilihan paling umum dan bijak.

Kenapa saya memilih memaksa diri dengan sepeda ini? Karena inilah sepeda yang dipersiapkan untuk segala medan. Termasuk rute gravel dan event unsupported endurance. Badan saya tidak menyesuaikan diri dengan sebuah frame. Apalagi frame yang "unik". Jadi mau tidak mau saya harus mulai membiasakan diri dengan sepeda ini. Minggu lalu sudah saya tuangkan dalam tulisan bahwa ternyata sebenarnya frame ini tidak terlalu beda dengan road bike pada umumnya.

Selain sepeda, saya juga harus menyiapkan perlengkapan lain. Termasuk pakaian untuk ke luar kota. Sekali lagi, mempersiapkan diri dua hari sebelum event itu sepertinya terlalu cepat. Menghilangkan unsur kepepet. Padahal kepepet itu yang membuat seru.

Mengunjungi booth milik SUB Jersey

Ketika sudah tiba di venue, wow, aura event sangat terasa heboh. Walau pesertanya hanya 250 orang, tapi keseriusan event ini sangat terasa. Mulai dari tes swab PCR, pengambilan race/starter kit, bertemu teman dan foto bersama di booth yang disediakan, lalu melihat barang yang dijajakan di pameran para sponsor. Sungguh sudah hampir lupa dengan vibe seperti ini.

Juga yang pasti bisa melihat-lihat sepeda yang dipakai peserta lain. Tak lupa juga makanannya. Kalau mau event dan kita tidak makan, akan bahaya. Untuk itu, pihak hotel sudah mempersiapakan makan yang nikmat. Setelah makan malam saya pun istriahat. Keseruan acaranya akan saya tulis minggu depan agar tidak mendahului podcast di Youtube. Sekian, terima kasih. (johnny ray)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 68


COMMENTS