Total ada 95 aturan Velominati. Tentu tidak semua akan saya bahas secara mendetail. Tulisan ini, seri kedelapan, adalah yang terakhir. Anda bisa mempelajari sendiri, karena “The Rules” itu semuanya dengan mudah bisa dicari secara online. Atau Anda bisa membeli bukunya.

Khusus untuk tulisan terakhir ini, saya ingin membahas salah satu aturan yang paling saya suka. Yaitu aturan nomor 58, yang berbunyi: “Support your local bike shop.”

Salah satu sudut toko Sepeda Kita di Jakarta.

Aturan ini sangatlah sederhana, tapi punya efek besar terhadap dunia sepeda, khususnya industri dan perputaran ekonominya.

Bagi Velominati, aturan ini juga sangat dalam di hati. Kata mereka, membeli sepeda/komponen/aksesori secara online itu seperti tidur dengan istri atau suami sahabat sendiri.

Memang, lebih mudah menerapkan aturan ini di negara-negara atau kota-kota yang tradisi cycling-nya “jadi,” di mana ada banyak toko sepeda yang bisa memenuhi berbagai kebutuhan kita. Bukan sekadar banyak toko, tapi juga pemilik dan stafnya benar-benar menyelami dunia sepeda, bukan sekadar pedagang sepeda.

Tapi, kota-kota besar di Indonesia sudah lumayan. Khususnya Jakarta dan Surabaya, di mana kelompok-kelompok cycling-nya sudah eksis, update, dan tidak sedikit yang serius bersepeda (bukan hanya penghobi yang doyan nongkrong).

Memang, karena berbagai aturan impor-ekspor, tidak semua barang yang diinginkan tersedia di Indonesia. Jadi kadang membeli secara online tidak terelakkan. Tapi sangat bisa diusahakan semaksimal mungkin membeli di toko sepeda lokal sendiri.

Saya termasuk kolektor sepeda dan aksesorinya. Sebisa mungkin saya membelinya di toko sepeda lokal, atau interlokal. Tidak sampai internasional. Walau tidak sedikit yang akhirnya terpaksa harus saya beli dari luar, tapi dalam hati saya sudah berusaha.

Toko sepeda Rukun Makmur yang berada di Surabaya.

Karena barang terbaru kadang lambat masuk Indonesia, saya pun sering mendapatkannya lebih dulu. Kalau sudah begitu, saya tetap membawanya ke toko sepeda lokal. Membeli aksesori-aksesori tambahannya sebisa mungkin secara lokal. Lalu membantu mekanik-mekanik lokal memahami hal-hal terbaru, yang mungkin baru enam bulan kemudian masuk Indonesia.

Ya, beli di toko sepeda lokal dan beli online seringkali sama-sama impor. Tapi paling tidak kalau membeli secara lokal, kita ikut membantu perputaran uang di negeri sendiri. Ada keuntungan yang diraih pedagang lokal, ada manfaat ekonomi yang diraih karyawan-karyawannya, seperti mekanik-mekaniknya.

Saat mengawali bikin merek Wdnsdy (wdnsdy.cc) bersama sahabat-sahabat, saya juga menekankan ke semua bahwa kami tidak akan membuat full bike. Silakan beli frame-nya, lalu bawa ke toko sepeda lokal favorit Anda. Karena setiap orang punya toko favorit sendiri-sendiri, tempat di mana dia akan membeli komponen dan aksesori sesuai kesukaan. Juga setiap orang punya mekanik yang paling dia percaya.

Ayo bikin bersepeda lebih ramai di Indonesia. Kalau belum bisa 100 persen mendukung toko sepeda lokal, dukunglah semaksimal yang mungkin dilakukan. Mereka bisa jadi center of community and relaxation bagi cyclist, seperti toko mainan bagi anak-anak.

Ayo ikuti Velominati nomor 58: Support your local bike shop! (habis)

PS: Oh ya, terinspirasi dari Velominati dan serunya gowes bareng teman-teman di Surabaya, dalam beberapa tahun terakhir kami mengumpulkan sejumlah “Azrulminati.” List itu sekarang sudah ada di berbagai sudut Wdnsdy Café Surabaya, kafe sepeda pertama di Indonesia. Nanti di mainsepeda.com akan kita bahas satu per satu. Tapi sekarang istirahat dulu…

Selalu dukung toko sepeda lokal dengan membeli aksesori atau part pendukung agar membantu perputaran ekonomi di industri sepeda.

 Foto : Rukun Makmur Surabaya, Sepeda Kita Jakarta


COMMENTS