Berstatus debutan pada Mainsepeda East Java Journey (EJJ) 2026 - 1.500 Km, Yusran Yahya sanggup mencuri perhatian. Hingga Selasa malam, 3 Februari, cyclist asal Singapura ini mampu bersaing hingga menembus posisi lima besar untuk kategori Men 40 and Up.
Pencapaian Yusran terhitung luar biasa. Sebelum mengikuti EJJ, gowes terjauhnya hanya 250 Km, dari Singapura ke Melaka, Malaysia. Namun, ia tetap membulatkan hati mengikuti EJJ 2026 dengan kategori full journey, 1.500 km. Hingga pukul 07.00 WIB, Rabu, 4 Februari, ia sudah berada di Km 630 dan terus bergerak secara konsisten. Mengancam para kompetitornya.
Baca Juga: EJJ 2026: Akhirnya Zidan (Butuh) Tidur Juga
Yang menjadi keunggulan Yusran adalah persiapan matang, manajemen waktu, serta kedisiplinan dalam mengikuti ride plan-nya. Jauh-jauh hari sebelum EJJ 2026 dia melakukan riset yang mendalam. Untuk menyusun rencana manajemen waktu istirahat, termasuk urusan memenuhi suplai makanan-minuman, serta menjalankan kewajiban beribadah, sepanjang melakukan perjalanannya nanti pada EJJ 2026. Dia tuangkan berupa cue points, lokasi-lokasi seperti minimarket, tempat makan, hotel, hingga masjid. Catatannya terlihat rapi dan sangat mendetail. Hingga menunjukkan detail tiap Kilometer yang akan jadi titik-titik penting baginya untuk berhenti.
Di Singapura, rute menanjak untuk menu latihan sangatlah minim. Tanjakan paling tinggi 90 meter saja, full jalur flat dengan aspal berkualitas baik. Walhasil, pesepeda di sana cenderung menyukai latihan speed dan sprint. Begitu pula Yusran sebelum punya niatan mencoba bersepeda jarak jauh.
Yusran berhenti di minimarket memanfaatkan contekan cue points-nya.
Ketika mengamankan tiket peserta EJJ, kebiasaan latihan dia balik 180 derajat. Sejak Desember 2025, ia fokus latihan di zona 2 di jalanan flat dengan irama kayuhan (cadence) sepeda yang efisien. Ia melakukan tiga kali dalam sepekan dengan menargetkan jarak bersepeda 500-600 Km.
"Saya latihan fokus zona 2, mainnya di cadence. Saya putar kadang 80 lebih, kadang di jalur berat saya sampai 50. Jadi saya tahu sampai cadence 50 itu saya masih aman di zona 2," kata Yusran.
"Jadi badan ini sudah lama gak nge-push (sprint) jadi habis event ini, kalau pulang ini, gowes bareng sama kawan-kawan saya pasti kesusahan follow mereka," candanya.
Latihan konsistennya itu berbuah manis. Ia sanggup bertahan hingga hari ketiga dan tampil kompetitif di event ultra 1.500 km pertamanya. Badannya pun cukup beradaptasi dengan baik dan ia tidak menemui banyak kendala berarti.
Baca Juga: EJJ 2026: Hanya Satu Peserta Gagal CoT di Cima Coppi
"Saya kata nak istri, hari pertama dan kedua lihat badan dulu. Nah, catatan itu saya bisa pick and choose mana harus berhenti. Jika lapar ya makan, tinggal lihat di catatan itu di mana tempat makan dekat," ujarnya.
Perjalanan seluruh peserta dapat dipantau melalui Racemap. Fitur itu bisa diakses melalui website Mainsepeda.com. Baik versi desktop maupun mobile. Selain itu, live tracker juga bisa diakses melalui Mainsepeda App. Tinggal masuk ke Mainsepeda App, di halaman utama ada banner live tracker, tinggal klik sudah masuk ke Racemap. (Mainsepeda)