Ketika para peserta ultra cycling East Java Journey (EJJ) 2026 – 1.500 Km kebanyakan berupaya agar membawa barang bawaan seringan mungkin. Sehingga tidak memberi beban yang berat. Tidak halnya dengan Bambang Hartana. Cyclist kelahiran Karanganyar ini justru menggantungkan laptop di sepedanya. Dia bawa laptop itu sejak start di Town Square Surabaya Senin pagi (2 Februari 2026) lalu.
Ternyata, laptop itu harus dia bawa. Dikarenakan pada Rabu (4 Februari 2026) atau menginjak Day-3 EJJ 2026 – 1.500 Km, Bambang punya agenda untuk menjadi pembicara utama via zoom meeting.
Baca Juga: EJJ 2026: No Team Order, Dua Cyclist Wdnsdy JB dan Joko Bersaing Ketat Berebut Takhta Men 40 and Up
”Mohon izin, hari ini saya (nomor BIB 154) ada tugas negara sebagai pembicara utama meeting. Dari jam 08.30 sampai dengan 15.00. Setelah itu baru lanjut gowes lagi”. Begitu informasi yang disampaikan Bambang kepada race director EJJ 2026 – 1.500 Km pada Rabu pagi.
Bambang yang berprofesi sebagai konsultan lingkungan hidup ini, harus tertahan karena urusan ‘tugas negara’ tersebut di Km 440, sekitar Glenmore di Banyuwangi. Dia sadar betul risiko yang harus dihadapi. Hal ini tentu memangkas waktunya untuk mengejar cut of time (CoT).
Suasana saat Bambang melakukan rapat online di tengah keikutsertaannya di EJJ 2026.
"Bagaimana lagi. Kebetulan pelaksanaan event (EJJ 2026) ini bentrok dengan jadwal pekerjaan. Kamis dan Jumat (5 dan 6 Februari) ada jadwal zoom meeting lagi. Jadi saya ada kemungkinan nggak lolos CoT," ucapnya.
"Tugas negara tidak boleh ditinggalkan, hobi juga tidak boleh ditinggalkan. Harus seimbang," jelasnya.
Bambang mengaku mengikuti EJJ 2026 nomor 1.500 Km ini karena penasaran dengan spot-spot bersepeda ikonik di Jawa Timur. Mulai dari puncak Paltuding, segmen gravel Glenmore, hingga Jalur Lintas Selatan (JLS) Jember dan Blitar.
"Yang pertama karena saya penasaran ingin keliling Jawa Timur. Terutama Paltuding di Ijen, kan begitu terkenalnya ini Ijen KOM gitu kan nah aku pengen tahu kayak apa sih, oh ternyata memang berat,” terangnya.
Baca Juga: EJJ 2026: Persiapan Matang, Debutan asal Singapura Yusran Yahya Ramaikan Persaingan Men 40 and Up
Dengan kondisi yang kurang menguntungkan akibat bentrok jadwal ‘tugas negara’ dan hobi gowesnya itu, Bambang tetap berupaya sekuat tenaga untuk bisa terus melanjutkan perjalanannya pada EJJ 2026 – 1.500 Km ini. Termasuk berkejaran dengan batas waktu atau cut of time (COT) pada check point (CP) 2 di Blitar, yang ditetapkan oleh panitia pada hari Kamis malam (5 Februari 2026) tepat pukul 21.00 WIB. Padahal, dari posisinya itu, masih berjarak 313 kilometer lagi.
Perjalanan seluruh peserta dapat dipantau melalui Racemap. Fitur itu bisa diakses melalui website Mainsepeda.com. Baik versi desktop maupun mobile. Selain itu, live tracker juga bisa diakses melalui Mainsepeda App. Tinggal masuk ke Mainsepeda App, di halaman utama ada banner live tracker, tinggal klik sudah masuk ke Racemap. (Mainsepeda)