EJJ 2026: Kena Dobel Kendala, Muhammad Suhud Harus Beli Ban sekaligus Smartphone Baru

Meski segala persiapan sedetail apapun sudah dilakukan. Tetap saja ada hal-hal tak terduga yang bisa terjadi. Itulah yang harus dialami oleh ultra cyclist asal Depok, Muhammad Suhud. Dia mengalami dobel kendala sekaligus saat menaklukkan tantangan East Java Journey (EJJ) 2026 – 1.500 Km. Yakni, masalah ban pecah dan smartphone rusak.

"Alhamdulillah bisa teratasi. Saya langsung beli HP (smart phone) baru di Jember. Sekaligus mengganti ban luar yang sobek selepas gravel dan turunan Gumintir," tuturnya. 

Baca Juga: EJJ 2026: Dilema Bambang Hartana, antara ‘Tugas Negara’ dan Target Mengejar CoT di CP 2

Suhud mengaku panik, ketika smart phone-nya mengalami kerusakan saat tiba di Situbondo. Gara-gara terkena guyuran hujan yang deras, membuat smart phone-nya bermasalah. 

"Layar LCD-nya tiba-tiba konslet gara-gara kena air saat hujan di Situbondo," katanya. 

Ia mencoba memperbaikinya ketika di Banyuwangi, tapi tak kunjung pulih. Waktu dua jam pun terbuang karena menunggu perbaikan. Tak ingin kehilangan waktu lebih banyak, ia pun memilih cara cepat mengatasi masalahnya: membeli smartphone baru. 

"Sempat mampir di kios service HP di Banyuwangi untuk minta dibetulkan, namun tidak bisa juga. Daripada repot, saya putuskan beli yang baru di Jember," imbuhnya. 

"Akhirnya terhubung lagi dengan grup EJJ", candanya.

Baca Juga: EJJ 2026: No Team Order, Dua Cyclist Wdnsdy JB dan Joko Bersaing Ketat Berebut Takhta Men 40 and Up

Perjalanan seluruh peserta dapat dipantau melalui Racemap. Fitur itu bisa diakses melalui website Mainsepeda.com. Baik versi desktop maupun mobile. Selain itu, live tracker juga bisa diakses melalui Mainsepeda App. Tinggal masuk ke Mainsepeda App, di halaman utama ada banner live tracker, tinggal klik sudah masuk ke Racemap. (Mainsepeda)


COMMENTS