Kolom Sehat: Trik "Menyeret" Newbie Bersepeda
by - February 14, 2020
Kolom Sehat: Trik "Menyeret" Newbie Bersepeda
by Johnny Ray - February 14, 2020

Selamat Hari Jumat. Adalah hal umum bila kita merasakan hal yang baik. Kemudian, kita ingin mengenalkan hal baik itu ke teman atau kerabat kita. Nah, kali ini, saya ingin coba membagikan tips dan trik untuk mengajak orang lain ikut gowes. Ikut merasakan hobi kita tercinta ini.

Mengapa sampai perlu tips khusus untuk mengajak orang baru/newbie bersepeda? Karena bisa dibilang, bersepeda adalah hobi yang "bodoh" untuk dijalani. Selain perlu menguras kocek untuk membeli sepeda di awal, waktu yang dihabiskan untuk bersepeda pun cenderung rutin dan lama. Belum lagi bahaya di jalan dan begitu banyak hal yang harus dipelajari.

Tentu kita yang sudah telanjur sayang dengan hobi ini mengerti, bahwa manfaat hobi ini juga banyak. Sehingga apa pun risikonya kita tetap menekuninya. Tapi, jika kita ingin mengajak teman baru, sebaiknya kita memahami beberapa trik. Supaya teman kita nanti juga semakin cinta dengan hobi ini.

Trik-trik itu antara lain:

1. Mengenalkan Sepeda dan Aksesori yang Tepat dan Ramah Kantong

Memang benar ungkapan “Ada harga ada rupa.” Sepeda yang baik memang cenderung mahal. Jersey dan aksesori yang bermutu memang tidak murah. Tetapi bukan berarti kita harus membeli sepeda dengan harga yang paling mahal. Saat ini kita bisa mencari yang terjangkau di marketplace, asal mengerti ukuran dan jenis sepeda yang dicari. Ada yang bergurau, "Yang penting itu SNI." Dalam hal ini, SNI adalah "Sudah Nanya Istri." Karena biasanya yang komplain itu kebanyakan para istri dari cyclist. Jadi, kalau belum married, carilah istri yang tidak keberatan kalau Anda upgrade sepeda.

2. Pergaulan yang Sehat

Untuk awalnya, temanilah teman baru Anda dengan setia. Apalagi kalau mereka berada di tengah-tengah para "penyamun." Jangan biarkan mereka sendiri. Gowes awal saya ke luar kota dulu sungguh mendebarkan.

Tercecer di barisan belakang sendiri tanpa ada yang menemani. Ketika sampai di tempat finish, yang lain sudah memainkan tusuk gigi di mulut sambil mengecek sepeda untuk pulang, artinya mereka sudah pada makan padahal saya baru sampai. Dan tidak lama kemudian harus ikut rombongan pulang. Benar-benar tidak baik untuk kesehatan fisik dan psikologis!

Saran saya, setelah beberapa kali ikut gowes ke luar kota, temanilah teman baru Anda paling tidak hingga 30 km dari start. Baru setelah itu Anda bisa "meninggalkannya." Karena kalau Anda meninggalkan teman terlalu dekat dengan tempat start, maka mereka cenderung untuk putar balik secara naluriah. Jadi, jauhkan dulu mereka dari godaan pulang, baru tinggalkan baik-baik...

3. Menggunakan Majas Eufemisme

Majas eufemisme adalah majas yang menggantikan kata-kata yang kasar atau kurang baik dengan padanan yang lebih bagus. Penerapannya, ketika menginformasikan rute, pakailah kata-kata yang membuat hati "ayem." Misal: "Rute gowes santai besok, jarak 40 km dengan profil cenderung flat." Padahal itu belum tentu jujur. "Cenderung flat" berarti kan ada nanjaknya walaupun ngga banyak. Kalau cuma 5 km tapi kalau gradiennya 15 persen ya bisa sesak napas di tengah jalan.

4. Membully di Meja Makan

Kalau Anda berniat membully orang baru, sebaiknya Anda bully dia setelah dia sempat istirahat dan sedikit makan setelah finish. Ke-baper-an akan mudah terjadi apabila seseorang di-bully dalam keadaan lelah dan lapar.

Banyak perselisihan dimulai karena perut lapar. Maka sebaiknya setelah gowes yang lelah ajaklah teman Anda makan yang cukup dan enak. Kalau kondisi kondusif, bully-membully itu akan jadi hal yang biasa dan malah menambah bumbu keakraban. 

Semoga empat trik di atas bisa menjadi senjata Anda untuk mengajak teman baru bersepeda, dan membuatnya mencintai bersepeda. Sekian. Terima kasih.(Johnny Ray)


COMMENTS