Kolom Sehat: Resep Raih Visa Bersepeda

Akhir tahun semakin dekat. Beberapa sudah menikmati libur akhir tahun. Bagi cyclist, hari libur adalah saat-saat bisa bersepeda sampai puas. Paling tidak, itu angan-angan kebanyakan penghobi olahraga ini.

Selama libur, ada cyclist yang bisa keluar gowes tanpa rintangan, walau pergi pagi pulang sore. Hampir setiap hari pula. Tapi bagi sebagian yang lain, izin alias visa untuk bersepeda seperti itu belum tentu bisa didapat. Saat hari libur, ada yang mempunyai kewajiban lain atau tidak mendapat izin/visa keluar rumah.

Bagi yang berkeluarga dan mampu, pergi berlibur sekeluarga adalah prioritas. Jadi wajar bila jatah bersepeda tetap minim ketika libur.

Ada juga yang tidak berkeluarga, tapi visanya tetap susah. Saya punya teman, walau masih bujang visa gowesnya tetap susah. Karena ibunya sangat khawatir saat dia gowes. Jadi, kalau kita paksa dia bersepeda, kita harus ketemu minta izin ke ibunya. Ya nggak salah juga ya. Sang ibu membesarkan teman itu dengan perjuangan. Jadi wajar kalah sang ibu khawatir. Apalagi kalau dia saat pulang gowes terlihat begitu lelah.

Dengan situasi-situasi ini, visa gowes bisa jadi kunci kebahagiaan seorang cyclist. Kalau keadaan kurang mendukung, keinginan untuk gowes justru bisa menguat. Apalagi kalau ada acara menarik di luar kota.

Lewat tulisan ini, saya ingin share beberapa hal yang semoga bisa mempermudah keluarnya visa gowes.

1. Menyelesaikan Kewajiban

Biasanya, salah satu alasan tidak diberi izin gowes adalah karena adanya kewajiban yang belum diselesaikan. Contoh: Belum beli token listrik, belum menuntaskan cucian di rumah, atau belum membuang sampah. Kewajiban-kewajiban yang sehari-harinya jadi tanggung jawab, baik kewajiban fisik dan psikis, sebaiknya diselesaikan sebelum meminta izin. Jadi kemungkinan disetujuinya bisa lebih besar.

2. Membagi Waktu

Selain menuntaskan kewajiban, kita perlu juga membagi waktu dengan baik. Ada waktu untuk bekerja, ada waktu untuk jalan-jalan dengan keluarga, dan ada waktu untuk hobi. Tidak semua orang bisa melakukan hobi dan pekerjaan secara bersamaan. Bila bisa maka akan sangat menyenangkan (teorinya). Contoh-contoh orang yang bisa menggabungkan gowes dan pekerjaan yang selaras adalah penjaja susu murni, penjual bakpau, kopi sachet, dan lain-lain.

3. Memberikan Hadiah

Ini salah satu jurus teman saya kalau ingin diberi izin bersepeda. Ketika ke luar kota, dia akan membelikan hadiah ke tiap anggota keluarga. Misal ketika dia bersepeda ke luar kota, maka dia pulang membawa oleh-oleh untuk keluarga. Ya memang perlu effort, tapi paling tidak cara ini manjur. Dia dan keluarga happy.

4. Lebih Mudah Minta Maaf daripada...

Nah ini jurus terakhir kalau semua usaha minta visa gagal. Langsung pergi saja tanpa pamit, maksimalkan acara bersepeda hari itu juga. Lalu ketika pulang berusaha meminta maaf sebaik mungkin agar dimaklumkan kepergiannya. Ini merupakan tips dari teman, yang bilang "Lebih mudah minta maaf daripada minta izin."

Demikian beberapa kiat yang bisa saya bagi, semoga bermanfaat. Apabila pembaca ada kiat baik lainnya, kiranya berkenan menuliskannya di kolom comment. Agar usaha kita semakin bervariatif dan tingkat kesuksesan semakin tinggi. Selamat bersepeda, kalau sudah dapat visanya! (johnny ray)


COMMENTS